– Seloka adalah salah satu bentuk puisi lama dalam sastra Melayu.
Karya sastra ini biasanya berisi sindiran atau perumpamaan tentang keadaan kehidupan sehari-hari, budaya, maupun kebiasaan masyarakat.
Seloka juga bisa dimaknai sebagai media penyampai kritik atau nasihat berisi pesan moral positif untuks pembaca.
Bentuk dari seloka adalah pantun yang terdiri dari empat bait atau lebih, berima a-a-a-a atau a-b-a-b, serta terdapat sampiran dan isi.
Biasanya, seloka menggunakan bahasa yang lebih kasual dan bebas dibandingkan pantun.
Keunikan lain yang dimiliki seloka adalah beberapa bait saling berhubungan.
Adapun kata seloka diambil dari bahasa Sanskerta yakni sloka.
Kumpulan pantun seloka
1. Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan.
2. Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan.
3. Apa tanda Melayu jati
Tunjuk ajar dipegang mati
Kalau hendak hidup terpuji
Tunjuk ajar pakaian diri.
4. Bila hidup hendak selamat
Kepada ibu bapak hendaklah taat
Kalau hidup hendak selamat
Kepada ibu bapa wajiblah hormat.
5. Kalau angin bertiup di darat
Ambillah jala turunkan sampan
Kalau hidup hendak selamat
Ayah dan bunda kita muliakan.
Kumpulan pantun seloka
6. Lihat katak jangan ditangkap
Katak putih di atas mimbar
Selalu bijak dalam bersikap
Kita melatih rasa sabar.
7. Dari Korea menuju Italia
Lihat katak jangan ditangkap
Tujuan kita hidup mulia
Selalu bijak dalam bersikap.
8. Ada suatu burung merak
Lehernya panjang suaranya serak
Tuan umpama emas dan perak
Hati yang mana boleh bertolak.
9. Sudah bertemu kasih sayang
Duduk termangu malam siang
Hingga setampak tiada renggang
Tulang sendi habis terguncang.
10. Lubang digali semakin dalam
Ibu membeli sekilo teri
Saya menangis setiap malam
Berharap abang datang kemari.
Kumpulan pantun seloka
11. Adi bermain memakai topi
Kakak membuat kue di dalam loyang
Dirimu terbawa ke dalam mimpi
Karena engkaulah yang aku sayang.
12. Pergi ke pasar membeli nanas
Saat dijalan ketemu trantib
Selalu taatilah lalu lintas
Supaya jadi pengendara yang tertib.
13. Masak jangan pakai merica
Merica tumbuh tiada di taman
Ketika berkata hindari dusta
Pikir tenang jiwa pun nyaman.
14. Ke pasar mencari sayur
Beli bayam cukup seikat
Niat menjadi manusia jujur
Kepercayaan mudah didapat.
15. Melompat pelan dikejar landak
Burung gagak di acara nikah
Pikir perlahan sebelum bertindak
Supaya tidak salah melangkah.
Kumpulan pantun seloka
16. Katak putih di atas mimbar
Melompat pelan dikejar landak
Kita melatih rasa sabar
Pikir perlahan sebelum bertindak.
17. Mawar mekar dihampiri lebah
Disengat lebah menjadi kuat
Belajar giat ilmu bertambah
Supaya jadi manusia bermanfaat.
18. Orang kuat karena berolahraga
Jiwa sehat raga subur
Banyak syukur dengan apa yang ada
Terhindar diri dari kufur dan takabur.
19. Disengat lebah menjadi kuat
Orang kuat karena berolahraga
Supaya jadi manusia bermanfaat
Banyak syukur dengan apa yang ada.
20. Sinar mentari hangatkan bumi
Pagi disambut kicauan burung
Acuhkan nasihat hati tak mati
Ceria tampak wajah tak murung.
Kumpulan pantun seloka
21. Pagi disambut kicauan burung
Langit dihias arakan mega
Ceria tampak wajah tak murung
Semangat bekerja terus berkarya.
22. Tape ketan dibungkus daun jambu
Buah tangan dari kota kuningan
Berlomba-lomba menjadi nomor satu
Jangan sampai sikut kiri kanan.
23. Buah tangan dari kota kuningan
Kota kuda tempat pertama bersua
Jangan hanya jadi angan-angan
Wujudkan mimpi dengan usaha nyata.
24. Langit dihias arakan mega
Angin bertiup membelai ilalang
Semangat bekerja terus berkarya
Menjadi inspirasi banyak petualang.
25. Kota kuda tempat pertama bersua
Bertukar cerita melepas rindu
Wujudkan mimpi dengan usaha nyata
Saling membantu bahu membahu.
Kumpulan pantun seloka
26. Habis batas tebing dititi
Jembatan runtuh terkena bedil
Mahkamah sejati di Mahsyur nanti
Hanya Allah hakin yang adil.
27. Bersuami isteri bebannya berat
Bertanggung jawab dunia akhirat
Tersalah jalan hidup mudarat
Salah berhitung hidup melarat.
28. Menjadi suami hendaklah bikal
Iman di dada pantang berkacak
Tehadap isteri hendaklah lunak
Terhadap anak bertunak-tunak.
29. Ibu ke pasar membeli lobak
Adik membeli jajasan pasar
Barang siapa berlaku tamak
Maka dirinya termasuk ingkar.
30. Berilah dia banyak makanan
Supaya dia tak kelaparan
Janganlah lupa disedekahkan
Ke fakir miskin yang membutuhkan.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







