30 Pantun Seloka,Puisi Lama dalam Sastra Melayu,Berisi Pesan Penuh Makna Penambah Ilmu Pengetahuan

30 Pantun Seloka,Puisi Lama dalam Sastra Melayu,Berisi Pesan Penuh Makna Penambah Ilmu Pengetahuan

– Seloka adalah salah satu bentuk puisi lama dalam sastra Melayu.

Karya sastra ini biasanya berisi sindiran atau perumpamaan tentang keadaan kehidupan sehari-hari, budaya, maupun kebiasaan masyarakat.

Seloka juga bisa dimaknai sebagai media penyampai kritik atau nasihat berisi pesan moral positif untuks pembaca.

Bentuk dari seloka adalah pantun yang terdiri dari empat bait atau lebih, berima a-a-a-a atau a-b-a-b, serta terdapat sampiran dan isi.

Biasanya, seloka menggunakan bahasa yang lebih kasual dan bebas dibandingkan pantun.

Keunikan lain yang dimiliki seloka adalah beberapa bait saling berhubungan.

Adapun kata seloka diambil dari bahasa Sanskerta yakni sloka.


Kumpulan pantun seloka

1. Anak ayam turun sepuluh

Mati satu tinggal sembilan

Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh

Supaya engkau tidak ketinggalan.

2. Anak ayam turun sembilan

Mati satu tinggal delapan

Ilmu boleh sedikit ketinggalan

Tapi jangan sampai putus harapan.

3. Apa tanda Melayu jati

Tunjuk ajar dipegang mati

Kalau hendak hidup terpuji

Tunjuk ajar pakaian diri.

4. Bila hidup hendak selamat

Kepada ibu bapak hendaklah taat

Kalau hidup hendak selamat

Kepada ibu bapa wajiblah hormat.

5. Kalau angin bertiup di darat

Ambillah jala turunkan sampan

Kalau hidup hendak selamat

Ayah dan bunda kita muliakan.


Kumpulan pantun seloka

6. Lihat katak jangan ditangkap

Katak putih di atas mimbar

Selalu bijak dalam bersikap

Kita melatih rasa sabar.

7. Dari Korea menuju Italia

Lihat katak jangan ditangkap

Tujuan kita hidup mulia

Selalu bijak dalam bersikap.

8. Ada suatu burung merak

Lehernya panjang suaranya serak

Tuan umpama emas dan perak

Hati yang mana boleh bertolak.

9. Sudah bertemu kasih sayang

Duduk termangu malam siang

Hingga setampak tiada renggang

Tulang sendi habis terguncang.

10. Lubang digali semakin dalam

Ibu membeli sekilo teri

Saya menangis setiap malam

Berharap abang datang kemari.


Kumpulan pantun seloka

11. Adi bermain memakai topi

Kakak membuat kue di dalam loyang

Dirimu terbawa ke dalam mimpi

Karena engkaulah yang aku sayang.

12. Pergi ke pasar membeli nanas

Saat dijalan ketemu trantib

Selalu taatilah lalu lintas

Supaya jadi pengendara yang tertib.

13. Masak jangan pakai merica

Merica tumbuh tiada di taman

Ketika berkata hindari dusta

Pikir tenang jiwa pun nyaman.

14. Ke pasar mencari sayur

Beli bayam cukup seikat

Niat menjadi manusia jujur

Kepercayaan mudah didapat.

15. Melompat pelan dikejar landak

Burung gagak di acara nikah

Pikir perlahan sebelum bertindak

Supaya tidak salah melangkah.


Kumpulan pantun seloka

16. Katak putih di atas mimbar

Melompat pelan dikejar landak

Kita melatih rasa sabar

Pikir perlahan sebelum bertindak.

17. Mawar mekar dihampiri lebah

Disengat lebah menjadi kuat

Belajar giat ilmu bertambah

Supaya jadi manusia bermanfaat.

18. Orang kuat karena berolahraga

Jiwa sehat raga subur

Banyak syukur dengan apa yang ada

Terhindar diri dari kufur dan takabur.

19. Disengat lebah menjadi kuat

Orang kuat karena berolahraga

Supaya jadi manusia bermanfaat

Banyak syukur dengan apa yang ada.

20. Sinar mentari hangatkan bumi

Pagi disambut kicauan burung

Acuhkan nasihat hati tak mati

Ceria tampak wajah tak murung.


Kumpulan pantun seloka

21. Pagi disambut kicauan burung

Langit dihias arakan mega

Ceria tampak wajah tak murung

Semangat bekerja terus berkarya.

22. Tape ketan dibungkus daun jambu

Buah tangan dari kota kuningan

Berlomba-lomba menjadi nomor satu

Jangan sampai sikut kiri kanan.

23. Buah tangan dari kota kuningan

Kota kuda tempat pertama bersua

Jangan hanya jadi angan-angan

Wujudkan mimpi dengan usaha nyata.

24. Langit dihias arakan mega

Angin bertiup membelai ilalang

Semangat bekerja terus berkarya

Menjadi inspirasi banyak petualang.

25. Kota kuda tempat pertama bersua

Bertukar cerita melepas rindu

Wujudkan mimpi dengan usaha nyata

Saling membantu bahu membahu.


Kumpulan pantun seloka

26. Habis batas tebing dititi

Jembatan runtuh terkena bedil

Mahkamah sejati di Mahsyur nanti

Hanya Allah hakin yang adil.

27. Bersuami isteri bebannya berat

Bertanggung jawab dunia akhirat

Tersalah jalan hidup mudarat

Salah berhitung hidup melarat.

28. Menjadi suami hendaklah bikal

Iman di dada pantang berkacak

Tehadap isteri hendaklah lunak

Terhadap anak bertunak-tunak.

29. Ibu ke pasar membeli lobak

Adik membeli jajasan pasar

Barang siapa berlaku tamak

Maka dirinya termasuk ingkar.

30. Berilah dia banyak makanan

Supaya dia tak kelaparan

Janganlah lupa disedekahkan

Ke fakir miskin yang membutuhkan.

Related posts