All England Open 2025 – Si Nomor 1 Dunia Bukan Ancaman, Rival Hendra Yakin Mimpi Buruk 18 Tahun Malaysia Bakal Berakhir

All England Open 2025 – Si Nomor 1 Dunia Bukan Ancaman, Rival Hendra Yakin Mimpi Buruk 18 Tahun Malaysia Bakal Berakhir

Malaysia terakhir kali merasakan manisnya membawa pulang gelar juara All England Open sektor ganda putra pada tahun 2007 silam.

Kala itu, pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong yang menjadi juara.

Kini, Koo Kien Keat tampak percaya harapan itu kembali muncul lewat pasangan independen, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Menurut Koo, duo Malaysia itu memiliki momentum yang tepat.

“Mereka memiliki momentum dan yang paling penting, mereka bermain tanpa tekanan,” tutur Koo Kien Keat.

Selain Goh/Nur, Malaysia juga memiliki beberapa pasangan ganda putra lain seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Weei Chong/Kai Wun Tee.

Koo percaya bahwa kedalaman skuad ganda putra Malaysia setidaknya akan membuat Negeri Jiran kembali memenangi gelar juara All England Open edisi mendatang.

Apalagi jika duo Goh/Nur bisa menjaga penampilan mereka dalam kondisi terbaiknya.

“Siklus Olimpiade biasanya mengatur ulang kompetisi, dan pasangan-pasangan teratas tidak konsisten,” katanya.

“Saat ini, pola pikir Sze Fei-Izzuddin berbeda, mereka bermain dengan penuh percaya diri dan stabil.”

“Jika mereka mempertahankan performa seperti ini, mereka bisa memenangkannya.”

“Wei Chong-Kai Wun juga telah menunjukkan harapan besar.”

“Ini bisa menjadi tahun dimana Malaysia akhirnya merebut kembali gelar juara,” lanjut Koo.

Soal ganda putra nomor 1 dunia, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang bisa menjadi saingan Goh/Nur.

Koo menepis ancaman tersebut, ia menuturkan bahwa duo Denmark itu tidak dominan dan bisa dikalahkan.

“Tidak ada keunggulan sebagai tuan rumah akhir-akhir ini.”

“Pasangan terbaik pada hari itu akan menang, di mana pun lokasinya.”

“Astrup-Rasmussen berpengalaman tetapi tidak dominan. Mereka bisa dikalahkan,” tambahnya.

Related posts