Malaysia terakhir kali merasakan manisnya membawa pulang gelar juara All England Open sektor ganda putra pada tahun 2007 silam.
Kala itu, pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong yang menjadi juara.
Kini, Koo Kien Keat tampak percaya harapan itu kembali muncul lewat pasangan independen, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Menurut Koo, duo Malaysia itu memiliki momentum yang tepat.
“Mereka memiliki momentum dan yang paling penting, mereka bermain tanpa tekanan,” tutur Koo Kien Keat.
Selain Goh/Nur, Malaysia juga memiliki beberapa pasangan ganda putra lain seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Weei Chong/Kai Wun Tee.
Koo percaya bahwa kedalaman skuad ganda putra Malaysia setidaknya akan membuat Negeri Jiran kembali memenangi gelar juara All England Open edisi mendatang.
Apalagi jika duo Goh/Nur bisa menjaga penampilan mereka dalam kondisi terbaiknya.
“Siklus Olimpiade biasanya mengatur ulang kompetisi, dan pasangan-pasangan teratas tidak konsisten,” katanya.
“Saat ini, pola pikir Sze Fei-Izzuddin berbeda, mereka bermain dengan penuh percaya diri dan stabil.”
“Jika mereka mempertahankan performa seperti ini, mereka bisa memenangkannya.”
“Wei Chong-Kai Wun juga telah menunjukkan harapan besar.”
“Ini bisa menjadi tahun dimana Malaysia akhirnya merebut kembali gelar juara,” lanjut Koo.
Soal ganda putra nomor 1 dunia, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang bisa menjadi saingan Goh/Nur.
Koo menepis ancaman tersebut, ia menuturkan bahwa duo Denmark itu tidak dominan dan bisa dikalahkan.
“Tidak ada keunggulan sebagai tuan rumah akhir-akhir ini.”
“Pasangan terbaik pada hari itu akan menang, di mana pun lokasinya.”
“Astrup-Rasmussen berpengalaman tetapi tidak dominan. Mereka bisa dikalahkan,” tambahnya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







