Ironi terjadi pada pemilihan wali kota Berezovsky di Rusia yang merupakan kota satelit di Yekaterinburg, region Sverdlovsk.
Wali Kota petahana Berezovsky, Yevgeny Pistsov gagal berupaya mengamankan periode keempatnya.
Padahal, Pistsov adalah calon kuat dan berasal dari partai Putin, United Rusia.
Selain itu, sang lawan juga berasal dari partai yang sama, dan uniknya adalah istri dari supir pribadinya.
Namun, ternyata istri sang supir pribadi, Yulia Maslakova yang sukses menjadi pemenang dalam pemilihan tersebut.
Padahal Maslakova sebelumnya mengakui bahwa dirinya hanyalah “lawan latih tanding” bagi Pistsov.
Ternyata ia malah mendapat suara tiga kali lebih banyak dibandingkan sang petahana.
, Senin (3/2/2025), di Berezovsky, wali kota tak dipilih langsung oleh rakyat, namun oleh deputi dari komite pemilihan.
Deputi tersebut merupakan perwakilan dari sejumlah otoritas lokal dan regional.
Pada tahun ini, para deputi meminta kepada komite pemilihan untuk memberikan lebih banyak kandidat alternatif untuk dipilih.
Namun, mereka hanya memberikan dua opsi, yaitu Wali Kota Pistsov, dan juga Maslakova, yang merupakan kepala departemen pembangunan dan investasi Berezovsky, sekaligus istri dari supir pribadi Pistsov.
Dilaporkan dari 23 deputi, 17 memilih Maslakova, dan hanya enam yang memilih Pistsov.
Diyakini pemilihan tersebut merupakan serangan langsung kepada Pistsov, yang tak mengizinkan para deputi memilih kandidat mereka.
Saat hasil pemilihan keluar, Maslakova sangat terkejut setelah dipastikan menjadi pemenang.
Ia bahkan dilaporkan berusaha mundur, namun kemudian diberi tahu bahwa itu mustahil, karena ia sudah bersaing dan meraih kemenangan.
Maslakova kini memiliki waktu dua pekan untuk mengambil sumpah sebagai wali kota, namun tampaknya ia tak berencana melakukannya.
Sebuah sumber di wilayah Serdlovsk mengungkapkan, Maslakova telah menolak posisi wali kota karena ia tak ingin bekerja dengan atmosfer penuh konflik.
Jika Maslakova tak juga mengambil sumpah sebagai wali kota dalam 15 hari, pemilihan lokal baru akan diadakan.
Selain itu, analis politik di Rusia ragu Yevgeny Pistsov akan mengamankan periode barunya karena hasil memalukan yang didapatnya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







