Saham BBCA Anjlok di Awal 2025, Dividen Jadi Katalis Penyelamat?

Saham BBCA Anjlok di Awal 2025, Dividen Jadi Katalis Penyelamat?

, JAKARTA – Harga saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar saham Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencapai level di bawah Rp9.000 setelah mengalami gerak pelemahan pada awal 2025.

.

/ytd). Harga saham BBCA pun mencapai level di bawah Rp9.000 atau terendah dalam setahun terakhir.

asing BBCA telah mencapai Rp3,96 triliun.

Pelemahan harga saham BBCA hingga mencapai level di bawah Rp9.000 terjadi seiring dengan kabar adanya serangan siber dan kebocoran data nasabah. Kabar tersebut mencuat di berbagai platform media sosial.

Namun, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn memastikan bahwa data nasabah bank swasta terbesar milik Grup Djarum itu tetap aman.

:

“Sehubungan dengan informasi di media sosial yang mengklaim adanya data nasabah BCA yang tersebar, kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (6/2/2025).

BBCA juga mengimbau agar nasabah selalu berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BCA, utamanya melalui pelbagai modus penipuan yang bertujuan untuk mengetahui data nasabah.

:

Sementara, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan harga saham bank jumbo termasuk BBCA terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan kredit yang masih kurang optimal pada 2024. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan tingkat suku bunga acuan yang masih tinggi.

di market. Dana asing lari ke AS,” ujar Nafan, Jumat (7/2/2025).

bagi investor,” tuturnya.

Lalu, apabila Bank Indonesia (BI) menerapkan kebijakan pelonggaran monter yang berlanjut maka masih ada harapan kinerja kredit perbankan lebih moderat. Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk BBCA dengan target harga terdekat di level Rp9.200 per lembar.

untuk BBCA dengan target harga hingga Rp11.300 per lembar.

] yang lebih tinggi, daya beli yang lebih rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat,” tulis Victoria dalam risetnya pada Rabu (5/2/2025).

, konsensus analis menunjukan bahwa sebanyak 31 sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk BBCA. Selain itu, lima sekuritas merekomendasikan hold untuk BBCA. Target harga saham BBCA sendiri berada di level Rp11.747 per lembar dalam 12 bulan ke depan.


: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Related posts