Warren Bondo, Mezzala Baru AC Milan yang Disebut Legenda I Rossoneri Hibrida Gattuso-Seedorf

Warren Bondo, Mezzala Baru AC Milan yang Disebut Legenda I Rossoneri Hibrida Gattuso-Seedorf


BOLASPORT.COM – Warren Bondo menjadi sosok mezzala baru bagi AC Milan yang disebut-sebut oleh legenda I Rossoneri sebagai hibrida dari Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf.

bursa transfer musim dingin 2025, AC Milan membuat kejutan.

I Rossoneri sukses mengamankan talenta milik Monza, Warren Bondo.

Milan dan Monza menyepakati transfer permanen untuk Bondo menjelang ditutupnya jendela transfer musim dingin kali ini.

Dalam transfer itu pula terjadi pertukaran pemain antara pihak Milan dan Monza.

Bondo ditebus oleh Milan dengan mahar senilai 10 juta euro.

Sebagai gantinya mereka menyerahkan Kevin Zeroli yang dipinjamkan hingga akhir musim 2024-2025.

Perekrutan Warren Bondo bukannya tanpa alasan bagi Milan.

Sebab, mereka melepas gelandang jangkar asal Aljazair, Ismael Bennacer, ke Olympique Marseille dengan status pinjaman 6 bulan.

Untuk Bennacer, ia dipinjamkan dan disematkan klausul pembelian permanen di akhir masa peminjamannya.

Kepergian tersebut lantas membuat AC Milan menuntaskan transfer Bondo.

Gelandang asal Prancis tersebut diikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2029.

Selama masa baktinya di San Siro, Bondo bakal mengenakan nomor punggung 38, nomor yang sama saat ia kenakan di Monza.

Keputusannya menuju klub Kota Mode bukanlah sebuah kebetulan.

Pasalnya, Bondo pindah dengan dukungan dari CEO Monza yang juga notabene mantan orang penting Milan, Adriano Galliani, dan pelatihnya, Alessandro Nesta.

Restu dari Galliani sendiri didapatkannya.

Di samping itu, Nesta, yang notabene mantan bek sekaligus legenda Milan, juga memotivasinya untuk berseragam Merah-Hitam.

“Saya ingin berterima kasih kepada Monza,” ucap Bondo, dikutip BolaSport.com dari Sempre Milan.

“Galliani sudah seperti ayah bagi saya dan ketika Milan menghubungi kami, mereka langsung membiarkan saya pergi, jadi saya sangat berterima kasih kepadanya,” ujar Bondo.

Berbicara lebih lanjut, pemain berusia 21 tahun tersebut turut menyebutkan posisi favoritnya sebagai pemain.

atau

di Liga Italia biasanya diperankan oleh gelandang tengah yang mengapit gelandang bertahan.

Ia bertugas sebagai penyeimbang sekaligus mengontrol jalannya permainan dan terlibat dalam alur ofensif tim.

Pemain yang kerap disebut sebagai sayap tengah itu menjadi peran favorit yang dijalani oleh Bondo.

bagi saya itu mudah, saya melakukannya di Monza baik di dua maupun tiga gelandang,” tutur Bondo melanjutkan.

“Saya siap,” imbuhnya.

Di samping restu dari Galliani, Nesta, yang notabene mantan bek sekaligus legenda AC Milan, juga memotivasinya untuk berseragam Merah-Hitam.

Pelatihnya di Monza tersebut bahkan memberikan penilaian tersendiri bagi Bondo.

Jebolan AS Nancy itu dinilai sebagai perpaduan dari mantan dua rekan Nesta sewaktu di Milan, Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf.

Gattuso selama ini dikenal sebagai sosok gelandang jangkar yang berkarakter kuat dan keras.

Sementara itu, Seedorf semasa masih aktif sebagai pemain menjadi sosok yang pandai dalam mengatur serangan dan mengontrol alur permainan.

Kapasitas dari kedua legenda tadi dinilai dimiliki oleh Warren Bondo.

“Nesta? Kami telah berbicara, dan musim ini dia mengatakan kepada saya bahwa saya sedikit mirip dengan Gattuso dan sedikit mirip dengan Seedorf,” kata Bondo.

“Enam bulan yang saya habiskan bersamanya sangat luar biasa, dia melakukan banyak hal untuk saya.”

“Dia mengirimi saya pesan yang mengatakan bahwa di sinilah sepak bola yang sesungguhnya dimainkan.”

“Milan adalah tim yang hebat dan untuk bermain di Milan, saya harus bermain dengan baik,” pungkasnya.

Related posts