Hari Anak Nasional: Gizi Harus Jadi Prioritas Utama

Hari Anak Nasional: Gizi Harus Jadi Prioritas Utama

Pentingnya Pemenuhan Gizi Anak dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA), Nani Hidayani, menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN), ia menyoroti kebutuhan akses terhadap produk nutrisi dan edukasi tentang pemenuhan gizi, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Menurut Nani, pemerintah dalam lima tahun ke depan akan terus berupaya memperbaiki kondisi nutrisi masyarakat. “Peran APPNIA bersama pemerintah sangat penting dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas melalui pemenuhan akses ke kecukupan nutrisi,” ujarnya.

Salah satu misi utama Nani adalah membantu meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya ibu dan anak selama masa seribu hari pertama kehidupan. Seluruh perusahaan anggota APPNIA didorong untuk berkontribusi dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Ia juga menghimbau agar para orang tua lebih memperhatikan edukasi terkait pilihan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan anak. “Pemahaman ini sangat penting karena masa 1.000 HPK merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak.”

Read More

Nani menjelaskan bahwa pemenuhan gizi idealnya dimulai sejak ibu masih remaja, bahkan sebelum masa kehamilan. “Masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya tahapan pemberian nutrisi ini. Ilmu soal gizi bisa dimulai dari komunitas terdekat, yaitu keluarga di rumah,” katanya. Para orang tua harus memahami bahwa pemenuhan gizi bagi anak sangat penting. Kebutuhan gizi ibu hamil harus dipenuhi sejak awal, bahkan sejak masa remaja lewat pemenuhan asupan zat gizi. Saat anak sudah lahir, mereka juga harus mendapatkan gizi yang baik. APPNIA sangat mendukung pemberian ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama kehidupan bayi, karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Setelah usia 6 bulan, anak dapat dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) dan dilanjutkan dengan makanan lokal yang bergizi seperti sayur, buah, nasi, daging, ikan, telur, susu, dan sumber protein lainnya, sesuai standar gizi yang berlaku.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Status Gizi Nasional

APPNIA terus mendukung penuh pemberian ASI eksklusif tanpa tambahan makanan dan minuman hingga usia 6 bulan. Selama ini, APPNIA telah menjalin kemitraan erat dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, akademisi, dan media dalam mendukung upaya peningkatan status gizi nasional. “Kolaborasi ini bukan hanya simbolis, tetapi nyata dalam berbagai program. Kami berharap ke depan bisa terus berjalan bersama pemerintah dalam memperluas akses nutrisi dan edukasi, demi mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” ujar Nani.

Dalam rangka memperingati HAN 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama sejumlah dunia usaha, termasuk APPNIA menggelar kegiatan “Hari Anak Nasional 2025 – Anak Indonesia Bersaudara” di Bundaran HI, Jakarta pada Minggu 20 Juli 2025. Mengambil tema besar “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini mencerminkan pentingnya memenuhi hak anak, termasuk memperhatikan masa pertumbuhan anak-anak untuk menciptakan generasi masa depan.

Acara ini turut dihadiri dan dibuka oleh Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi dan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan. Bersama lebih dari 1000 anak, Arifah menggelar jalan pagi dan permainan tradisional bersama, yang dilanjutkan dengan nonton bersama film Jumbo yang diikuti oleh lebih dari 400 anak-anak dari panti asuhan, peserta didik penyandang disabilitas, dan anak-anak dari rumah susun di wilayah DKI Jakarta.

Tantangan dalam Pola Asuh Keluarga

Pada kesempatan itu, Kementerian PPPA menyoroti tantangan utama dalam pola asuh keluarga, termasuk rendahnya pemahaman perkembangan anak hingga pengaruh lingkungan negatif. Arifah Choiri Fauzi mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu cara untuk mengatasi kompleksitas tantangan tersebut dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. “Mewujudkan anak hebat menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kementerian tidak bisa jalan dan sukses sendiri, melainkan harus terus berkolaborasi. Saya melihat semua mitra datang dengan hati untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

Perayaan HAN 2025 mencapai puncaknya di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, pada 23 Juli. Ribuan kegiatan digelar serentak di sekolah-sekolah dan komunitas di seluruh Indonesia agar mereka merasa hari itu adalah hari bermain bersama. Kegiatan yang dilakukan berfokus pada empat aktivitas utama yaitu bermain permainan tradisional, menyanyikan lagu-lagu daerah, menyanyikan lagu-lagu nasional, dan mendengarkan dongeng tentang pahlawan di daerah masing-masing.

Related posts