Jika Anda Selalu Cari Gejala Penyakit di Google Sebelum ke Dokter, Ini 8 Ciri Kepribadian yang Dimiliki

Jika Anda Selalu Cari Gejala Penyakit di Google Sebelum ke Dokter, Ini 8 Ciri Kepribadian yang Dimiliki

Kecemasan Digital dan Kebiasaan Mencari Gejala Penyakit di Internet

Di era digital saat ini, akses informasi menjadi semakin mudah. Setiap orang bisa dengan cepat menemukan jawaban untuk berbagai pertanyaan hanya dengan mengakses internet. Hal ini juga berlaku dalam hal kesehatan. Banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya dan langsung mencari tahu penyebabnya melalui mesin pencari seperti Google sebelum bertemu dokter.

Tindakan ini dikenal sebagai cyberchondria—kombinasi antara “cyber” dan “hypochondria”—yang menggambarkan kecemasan berlebihan akibat pencarian informasi medis secara online. Meski terdengar sederhana, kebiasaan ini bisa mencerminkan pola kepribadian tertentu yang mendalam. Berikut delapan ciri-ciri kepribadian yang mungkin Anda miliki jika sering mencari gejala penyakit di Google sebelum pergi ke dokter:

Read More

1. Kecemasan Tinggi (High Anxiety Sensitivity)

Orang dengan tingkat kecemasan tinggi biasanya merasa panik bahkan terhadap gejala ringan. Mereka cenderung mengaitkan sakit kepala dengan tumor otak atau nyeri perut dengan kanker usus hanya karena hasil pencarian internet yang menyesatkan. Kecemasan ini membuat mereka terlalu fokus pada sensasi tubuh dan cepat menyimpulkan yang terburuk. Internet menjadi cara untuk mencoba menenangkan kecemasan, tetapi justru memperparahnya.

2. Perfeksionis

Individu perfeksionis memiliki kebutuhan tinggi untuk merasa “sempurna”, termasuk dalam hal kesehatan. Mereka ingin mengetahui secara pasti apa yang sedang terjadi dalam tubuh dan tidak bisa menerima ketidakpastian. Pencarian gejala di Google menjadi upaya mereka untuk mendapatkan jawaban yang cepat dan pasti, meski belum tentu akurat.

3. Kontrol Berlebihan (High Need for Control)

Mereka yang memiliki kebutuhan besar untuk mengendalikan segala sesuatu dalam hidupnya biasanya tidak tahan terhadap perasaan tidak tahu. Ketika tubuh terasa aneh, mereka merasa “tidak berdaya”. Mencari tahu lewat Google adalah cara untuk merebut kembali kendali atas situasi tersebut, walau hanya dalam bentuk informasi.

4. Sulit Mempercayai Otoritas Medis

Beberapa orang merasa dokter bisa salah, lambat, atau tidak menjelaskan secara lengkap. Maka dari itu, mereka memilih mencari tahu sendiri terlebih dahulu. Kepribadian seperti ini cenderung skeptis terhadap otoritas dan merasa harus memverifikasi sendiri segala informasi medis sebelum mempercayainya.

5. Overthinker (Pemikir Berlebihan)

Jika Anda sering terjebak dalam pusaran pikiran “bagaimana jika…”, kemungkinan Anda termasuk dalam kategori overthinker. Pikiran Anda bisa bergulir dari satu asumsi ke asumsi lain yang makin menakutkan. Mesin pencari seperti Google menjadi bahan bakar kekhawatiran Anda. Alih-alih tenang setelah membaca informasi, Anda malah semakin bingung dan takut.

6. Sensitif terhadap Rasa Sakit atau Ketidaknyamanan

Beberapa orang memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap perubahan kecil dalam tubuh. Rasa nyeri sedikit saja bisa terasa besar, dan ini membuat mereka segera ingin tahu penyebabnya. Kepribadian ini membuat mereka cepat bereaksi dan terdorong mencari informasi sesegera mungkin agar merasa tenang.

7. Mudah Terpengaruh oleh Cerita Orang Lain

Ada juga kepribadian yang sangat sugestif—mudah terpengaruh oleh cerita orang lain, khususnya di media sosial atau forum diskusi. Mereka membaca cerita seseorang tentang gejala yang mirip, lalu langsung merasa bahwa mereka juga mungkin mengalami hal yang sama. Internet memperbesar efek ini karena cerita yang ekstrem sering kali lebih mencolok.

8. Kurang Percaya Diri dalam Mengenali Tubuh Sendiri

Terakhir, orang yang sering mencari gejala penyakit di Google cenderung memiliki kepercayaan diri rendah terhadap kemampuan mereka memahami tubuh mereka sendiri. Mereka merasa tidak mampu membaca sinyal tubuh atau membedakan antara gejala ringan dan serius. Maka, mereka bergantung pada pencarian digital untuk “menerjemahkan” apa yang sedang mereka rasakan.

Kesimpulan: Mencari Informasi Itu Baik, Tapi Jangan Jadi Kebiasaan yang Mengganggu

Mencari informasi medis secara online memang bisa membantu untuk edukasi dasar. Namun, saat kebiasaan ini didorong oleh kecemasan berlebihan, kurangnya kepercayaan diri, dan kebutuhan kontrol yang ekstrem, maka yang terjadi bukan klarifikasi, melainkan kepanikan.

Jika Anda merasa sering cemas setelah membaca informasi kesehatan di internet, mungkin sudah saatnya Anda meninjau kembali pendekatan Anda terhadap kesehatan. Konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional akan memberikan informasi yang lebih akurat dan menenangkan. Dan jika perilaku ini sudah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan psikolog untuk memahami lebih dalam kecemasan yang Anda alami.

Ingatlah: Tubuh Anda adalah sistem yang kompleks, dan Google bukanlah dokter. Dengarkan tubuh Anda, tapi percayakan diagnosa pada ahlinya.

Related posts