Starlink Hentikan Pendaftaran Pelanggan Baru di Indonesia, Ini Alternatif Layanan Internet Satelit Lain

Starlink Hentikan Pendaftaran Pelanggan Baru di Indonesia, Ini Alternatif Layanan Internet Satelit Lain

Starlink Tidak Menerima Pelanggan Baru di Indonesia

Starlink, layanan internet berbasis satelit dari perusahaan SpaceX yang dipimpin oleh Elon Musk, mengumumkan bahwa mereka sementara waktu tidak menerima pelanggan baru di Indonesia. Pengumuman ini dilakukan melalui surat resmi yang berjudul “Catatan Penting untuk Pelanggan Baru di Indonesia.” Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa layanan Starlink saat ini tidak tersedia bagi pelanggan baru karena kapasitas telah habis terjual di seluruh wilayah Indonesia.

Starlink merupakan salah satu penyedia layanan internet satelit yang menggunakan satelit untuk mengirim dan menerima data, sehingga memberikan akses internet yang luas bahkan ke daerah terpencil. Perkembangan internet satelit di Indonesia tidak lepas dari sejarah pengoperasian Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) menggunakan satelit GEO. Indonesia menjadi negara pertama di Asia dan ketiga di dunia yang mengoperasikan sistem tersebut setelah Amerika Serikat dan Kanada.

Read More

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) adalah perusahaan telekomunikasi swasta berbasis satelit pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1991. PSN menggunakan teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang dicetuskan oleh dua ahli satelit, yaitu Adi Rahman Adiwoso dan Iskandar Alisjahbana.

Dalam pengumumannya, Starlink juga menyampaikan bahwa mereka akan menghentikan sementara aktivasi perangkat baru bagi pelanggan yang membeli melalui ritel atau penjual pihak ketiga di Indonesia. Namun, masyarakat yang tertarik masih diperbolehkan melakukan deposit untuk mengamankan tempat dalam daftar tunggu. Mereka akan menerima notifikasi ketika layanan kembali tersedia, meskipun belum ada kepastian waktu.

“Tim kami sedang bekerja sama dengan otoritas lokal untuk menghadirkan Starlink ke Indonesia secepat mungkin,” tulis Starlink dalam pengumumannya.

Starlink adalah proyek ambisius dari SpaceX yang bertujuan menyediakan internet berkecepatan tinggi ke seluruh dunia melalui jaringan satelit di orbit rendah bumi. Dengan ribuan satelit yang telah diluncurkan, Starlink menawarkan cakupan global dan koneksi internet yang cepat serta stabil. Kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan biaya sekitar $110 hingga $120 per bulan atau sekitar Rp 1.600.000 hingga Rp 1.800.000.

Selain Starlink, terdapat beberapa pilihan layanan internet satelit lain di Indonesia yang bisa menjadi alternatif:

  • Ubiqu

    Menawarkan berbagai paket internet satelit dengan kecepatan tinggi dan kuota besar. Kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga mulai dari Rp 1.000.000 per bulan. Paketnya unlimited dan fleksibel sesuai kebutuhan.

  • DTPNet

    Menggunakan layanan VSAT (Very Small Aperture Terminal) dengan kecepatan hingga 40 Mbps. Biaya langganan mencapai Rp 19.000.000 per bulan.

  • Mangoesky

    Menawarkan konektivitas stabil dengan kecepatan hingga 10 Mbps. Harga terjangkau mulai dari Rp 1.500.000 per bulan.

  • PC24

    Menyediakan layanan internet satelit dengan kecepatan 25 Mbps dan dukungan teknis. Biaya langganan dimulai dari Rp 11.000.000 per bulan.

  • MSS (Mega Sarana Satelit)

    Menawarkan layanan internet satelit dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan biaya langganan mulai dari Rp 17.000.000 per bulan.

Pilihan-pilihan ini memberikan solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengakses internet satelit di Indonesia. Meski Starlink sementara tidak menerima pelanggan baru, tetapi kemungkinan besar layanan ini akan kembali tersedia di masa depan.

Related posts