Jenis-Jenis Perak dan Perbedaannya untuk Investasi
Perak menjadi salah satu instrumen investasi logam mulia yang cukup diminati karena harganya relatif terjangkau dan memiliki potensi nilai untuk jangka panjang. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami jenis-jenis perak yang sering ditemukan di pasaran agar dapat menentukan pilihan yang tepat sesuai kebutuhan dan tujuan investasi.
Secara umum, perak dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu perak murni dan perak campuran. Kedua jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga penting untuk diketahui sejak awal.
1. Tingkat Kemurnian Logam
Perak murni memiliki kadar kemurnian yang sangat tinggi, yaitu mencapai 99,9 persen. Hal ini berarti kandungan logam peraknya hampir tidak mengandung campuran bahan lain. Tingkat kemurnian yang tinggi membuat perak murni lebih stabil dalam hal nilai karena sering mengikuti pergerakan pasar logam mulia global.
Berbeda dengan perak campuran yang biasanya mengandung logam lain seperti tembaga. Tujuan penambahan logam tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan fisik dari perak. Namun, hal ini juga menyebabkan kadar perak di dalamnya menjadi lebih rendah. Akibatnya, nilai intrinsik perak campuran berbeda dibandingkan perak murni.
2. Nilai Investasi Jangka Panjang
Perak murni biasanya lebih diminati sebagai aset investasi jangka panjang karena nilainya mudah dipantau dan diakui secara internasional. Investor cenderung memilih perak murni sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi atau ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, perak campuran lebih sering digunakan sebagai perhiasan atau barang koleksi daripada sebagai aset investasi utama. Nilai jualnya bergantung pada desain dan kondisi fisik, sehingga potensi keuntungan jangka panjangnya terbatas.
3. Likuiditas dan Kemudahan Penjualan
Perak murni lebih mudah dijual kembali karena standar kemurniannya tinggi dan telah diakui oleh pasar. Proses penaksiran harga juga lebih sederhana karena mengacu langsung pada harga perak dunia. Hal ini menjadikan perak murni memiliki likuiditas yang tinggi dan proses penjualan yang cepat.
Sebaliknya, perak campuran memerlukan penilaian tambahan untuk mengetahui kadar perak yang ada di dalamnya. Proses ini bisa memengaruhi kecepatan dan harga jual saat investor ingin mencairkan asetnya.
4. Risiko Penyimpanan dan Perawatan
Perak murni memiliki tekstur yang lebih lunak, sehingga memerlukan penyimpanan yang hati-hati agar tidak mudah tergores atau rusak. Meskipun demikian, risiko penurunan nilai akibat kerusakan fisik tetap rendah selama kemurniannya terjaga baik.
Sementara itu, perak campuran memiliki struktur yang lebih kuat karena adanya campuran logam lain. Hal ini membuatnya lebih tahan terhadap benturan ringan. Namun, campuran logam tersebut bisa memengaruhi kualitas dan nilai jika terjadi oksidasi atau perubahan warna seiring waktu.
Memahami perbedaan antara perak murni dan perak campuran sangat penting sebelum menentukan strategi investasi yang tepat. Dengan menyesuaikan pilihan jenis perak sesuai tujuan dan profil risiko, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan. Pemilihan yang tepat akan membantu memastikan bahwa investasi dalam bentuk perak tetap memberikan hasil optimal.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







