Apa Itu Kumbang? Serangga yang Sering Muncul di Dinding Rumah

Apa Itu Kumbang? Serangga yang Sering Muncul di Dinding Rumah

Apa Itu Kamitetep dan Mengapa Bisa Ada di Rumah?

Salah satu serangga yang sering ditemui di rumah adalah kamitetep. Meski keberadaannya tidak sepenuhnya berbahaya, terkadang hewan ini muncul dalam jumlah banyak sehingga cukup mengganggu. Jadi, kamu perlu tahu apa sebenarnya kamitetep itu.

Kamitetep merupakan serangga atau ngengat yang berbentuk larva dengan kepompong di bagian luarnya. Kepompong pada kamitetep berbentuk seperti biji melon atau semangka. Panjang kepompong kamitetep sekitar 1 cm. Kepompong ini terbuat dari serat sutra, pasir, dan serat puing-puing lainnya. Terdapat celah pada kedua ujungnya sebagai jalan untuk berpindah dan mencari makanan. Warna kepompong kamitetep biasanya bervariasi, mulai dari cokelat hingga abu-abu.

Makanan kamitetep sendiri adalah jaring laba-laba, wol, dan kepompong kamitetep lain yang sudah tidak digunakan. Serangga kecil ini sering ditemui di atap, tembok atau dinding, dan tempat tidur. Mereka sangat mudah ditemui di permukaan eksterior, vinyl, dan pelapis kayu rumah atau perabot kayu.

Kenapa Bisa Ada Kamitetep di Rumah?

Kamitetep memerlukan tempat untuk berlindung, mencari makan, dan bertahan hidup. Itu adalah kebutuhan dasar setiap makhluk hidup. Mereka bisa ditemui di berbagai tempat, termasuk di atap, tempat tidur, dan area berdebu. Kamitetep bertahan hidup dengan memakan jaring laba-laba, wol, dan bahkan rambut manusia. Jika kamu menemukan kamitetep merayap naik di dinding rumahmu, itu adalah cara mereka mendekat dengan atap guna mendapatkan jaring laba-laba.

Selain pada atap, biasanya kamitetep juga berada di tempat tidur. Mereka mencari jaring laba-laba yang ada di sekitar tempat tidurmu. Bisa di bawah kasur atau celah lain yang berdebu.

Efek Digigit Kamitetep

Keberadaan kamitetep di dalam rumah tidak sepenuhnya mengganggu. Namun, ada kalanya hama satu ini memberi dampak negatif. Karena itu, kita perlu menghindari serangga ini ada di rumah.

Kamitetep biasanya meninggalkan bulu pada tempat-tempat yang mereka sengat. Jika mengenai kulit, bulu-bulu ini akan menimbulkan gatal-gatal disertai rasa perih dan panas. Area kulit yang terkena bulu kamitetep juga dapat bengkak dan bentol. Biasanya, bengkak maupun bentolnya pun bertahan hingga beberapa hari.

Pada beberapa kondisi, efek bulu kamitetep bisa sampai 1 minggu dan akan menghitam jika tidak segera diobati. Meskipun begitu, gejala yang timbul karena bulu kamitetep cukup ringan dan tidak separah sengatan serangga lain.

Pada sebagian orang, reaksi akibat serangan kamitetep bisa menimbulkan alergi parah. Berikut ini gejala umum yang timbul akibat bulu kamitetep:

  • Gatal
  • Kemerahan
  • Nyeri
  • Bengkak
  • Kulit terasa panas

Jika gejala ini muncul, gunakan lakban untuk mencabut bulu kamitetep yang terdapat di kulit. Cara ini bisa dilakukan dengan menempelkannya pada kulit, lalu menariknya hingga gejala berkurang.

Untuk mengurangi rasa gatal, kamu bisa mengoleskan salep. Namun, jika gejala belum juga reda atau bertambah parah segera mencari bantuan medis, ya.

Cara Membasmi Kamitetep

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membasmi kamitetep di dalam rumah. Bisa coba dipraktikkan, ya.

Kamitetep menyukai tempat yang lembap dan berdebu. Oleh karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk membasminya adalah melakukan pembersihan. Kamu bisa melakukan pembersihan rumah secara menyeluruh agar kamitetep hilang.

Lakukan pembersihan secara teratur di tempat lembap dan berdebu, baik dengan mengelap atau menggunakan vacuum cleaner. Semprotkan pestisida jika kamitetep tetap kembali. Jika beberapa langkah pembasmian di atas tidak berhasil, coba panggil ahli pembasmi serangga, ya. Mereka mungkin akan menggunakan obat tertentu sehingga kamitetep tidak lagi nongkrong di rumahmu.

FAQ Seputar Hewan Kamitetep

Terbuat dari apa rumah atau kepompong kamitetep?

Kepompong tersebut terbuat dari serat sutra yang dihasilkan larva, kemudian dilapisi dengan debu, pasir, tanah, hingga jaring laba-laba untuk memberikan perlindungan dan kamuflase.

Apakah kamitetep berbahaya bagi manusia?

Secara langsung tidak mematikan, namun jika tersentuh, bulu-bulu halus pada larva kamitetep dapat menyebabkan iritasi kulit, rasa gatal yang hebat, hingga pembengkakan (biduran) pada orang yang sensitif atau alergi.

Apa yang harus dilakukan jika terkena racun kamitetep?

Jangan menggaruk area yang gatal. Bersihkan sisa bulu yang menempel menggunakan selotip atau lakban, lalu cuci dengan air sabun. Jika gatal berlanjut, Anda bisa mengoleskan salep antihistamin atau bedak dingin.





Related posts