Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa
Guru adalah tulang punggung utama dalam membangun peradaban suatu bangsa. Di tangan para pendidik yang sejahtera dan dihargai, kualitas masa depan generasi muda dapat tercapai. Tanpa jaminan hidup yang layak dan apresiasi yang memadai, semangat pengabdian di ruang kelas bisa mengalami penurunan. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan guru menjadi investasi kemanusiaan yang sangat penting.
Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru pada Tahun Anggaran 2026. Fokus utama kementerian kini tertuju pada peningkatan kesejahteraan sekaligus penguatan kompetensi para pendidik.
“Kemendikdasmen akan terus mengupayakan pendidikan bermutu untuk semua dengan berbagai program pada Tahun Anggaran 2026,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya di Jakarta.
Konsep Pendidikan Bermutu
Pendidikan bermutu bukan hanya tentang kelengkapan fasilitas, tetapi juga tentang sistem pembelajaran yang mampu menggali potensi setiap siswa secara adil dan merata. Hal ini mencakup kurikulum yang adaptif, lingkungan sekolah yang aman, serta proses belajar yang tidak hanya mengejar nilai akademis, tetapi juga membentuk karakter dan nalar kritis.
Secara lebih luas, pendidikan bermutu menuntut adanya standar yang konsisten di seluruh pelosok negeri, sehingga anak di pelosok memiliki kesempatan yang sama dengan anak di kota besar untuk mengakses ilmu pengetahuan terbaru. Ini mencakup ketersediaan bahan ajar yang relevan dengan perkembangan zaman serta dukungan teknologi yang menunjang interaksi antara guru dan murid.
Inti dari pendidikan bermutu adalah keberpihakan pada keberhasilan peserta didik dalam jangka panjang. Sistem pendidikan harus mampu mencetak lulusan yang siap kerja, memiliki ketangguhan moral, dan kreativitas untuk menjawab tantangan global di tahun 2026 yang semakin kompleks.
Pelatihan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
Untuk mewujudkan pendidikan bermutu, Kemendikdasmen merencanakan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan. Pelatihan ini mencakup bidang pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, hingga literasi dan numerasi.
Guru masa depan harus siap menghadapi tantangan kompetensi, termasuk ledakan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang mengubah cara informasi diserap. Mereka tidak lagi menjadi sekadar sumber informasi, melainkan mentor yang mampu mengajarkan etika teknologi dan literasi digital kepada siswa.
Selain itu, guru juga menghadapi tantangan psikososial siswa yang dinamis akibat pengaruh media sosial. Guru masa depan harus memiliki kompetensi emosional dan bimbingan konseling yang kuat untuk menjaga kesehatan mental peserta didik, sekaligus terus memperbarui kualifikasi akademik mereka agar tetap relevan dengan standar global yang terus berubah.
Peningkatan Kualifikasi Akademik
Pemerintah menargetkan peningkatan kualifikasi akademik S1/D-IV bagi 150 ribu guru guna menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran berkualitas adalah proses edukasi yang berorientasi pada peningkatan hasil belajar secara nyata, di mana materi yang disampaikan tidak hanya dihafal, tetapi dipahami secara fungsional dan diterapkan dalam pemecahan masalah nyata di kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Kesejahteraan Guru
Dari sisi kesejahteraan, 41.692 calon guru ditargetkan memperoleh sertifikat melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) sepanjang 2026. Keuntungan PPG sangat signifikan; selain memberikan pengakuan formal atas profesionalisme pendidik, sertifikat PPG adalah pintu masuk bagi guru untuk menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang secara drastis akan meningkatkan pendapatan bulanan mereka.
Lebih dari sekadar materi, PPG memberikan pembekalan pedagogik tingkat lanjut yang membuat guru lebih percaya diri dalam mengelola kelas. Sertifikasi ini menjamin bahwa guru yang mengajar telah melewati kurasi standar kompetensi nasional, sehingga kesejahteraan yang mereka terima berbanding lurus dengan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.
Insentif untuk Guru Non-ASN
Kabar gembira juga menyapa guru non-ASN, di mana Kemendikdasmen menaikkan insentif bulanan dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu dengan target penerima mencapai 798.905 guru.
“Peningkatan satuan biaya atau unit cost ini bertujuan guna memperkuat motivasi dan kualitas layanan pendidikan di seluruh tingkatan,” pungkas Abdul Mu’ti.
Melalui peta jalan 2026 ini, pemerintah berharap profesi guru kembali menjadi profesi yang membanggakan, bermartabat, dan sejahtera secara ekonomi.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







