Kenali Program Si Cadiak Pertamina Patra Niaga: Pengelolaan Limbah Jadi Kompos, Bioetanol, dan Parfum

Kenali Program Si Cadiak Pertamina Patra Niaga: Pengelolaan Limbah Jadi Kompos, Bioetanol, dan Parfum

Program Si Cadiak: Solusi Berkelanjutan untuk Pengelolaan Limbah di Nagari Padang Toboh

PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan sebuah program inovatif bernama Si Cadiak, yang merupakan singkatan dari Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah. Program ini dijalankan di Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat, dan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dengan pendekatan ekonomi sirkular, Si Cadiak menawarkan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah pertanian dan peternakan.

Pendekatan Ekonomi Sirkular

Program ini dikembangkan oleh unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, dengan fokus pada pemanfaatan limbah sebagai sumber daya yang dapat digunakan kembali. Sebelumnya, limbah pertanian seperti jerami dan kotoran ternak sering kali tidak dikelola secara optimal, bahkan dibakar, yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dengan pendekatan eco-inovasi, limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti kompos, bioetanol, serta parfum jerami ramah lingkungan bernama Aruwa. Selain itu, hasil pengolahan limbah juga dimanfaatkan untuk mendukung Program Sawah Pokok Murah dan menghasilkan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Dari sisi lingkungan, pengolahan limbah melalui Si Cadiak berkontribusi pada penurunan emisi hingga 1.305 ton CO2e per tahun. Selain itu, program ini juga dikaitkan dengan penurunan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 80 persen dalam periode 2022 hingga 2025. Penurunan ini berkaitan dengan pengurangan praktik pembakaran terbuka jerami, yang sebelumnya menjadi sumber polusi udara.

Dari segi ekonomi, program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Pendapatan masyarakat meningkat hingga 63 persen melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah. Selain itu, program ini membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan oleh masyarakat setempat.

Penguatan Kapasitas Masyarakat

Selain menghasilkan energi, program ini juga mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui Learning Center Ukasema. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan pelatihan terkait pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, dan pengembangan produk berbasis limbah. Melalui pendekatan ini, pengelolaan limbah tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

Kontribusi pada SDGs

Program Si Cadiak juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pemenuhan kriteria PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup). Pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur yang diterapkan dalam program ini menjadi salah satu indikator praktik pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.

Selain itu, inisiatif ini selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kemiskinan melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui nilai tambah ekonomi lokal, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim melalui pengurangan emisi dari praktik pembakaran jerami.

Kesimpulan

Program Si Cadiak menempatkan pengelolaan limbah sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menghadirkan solusi berkelanjutan.

Related posts