1.000 Tahanan di Batam Dapat Remisi Lebaran 1447 H

1.000 Tahanan di Batam Dapat Remisi Lebaran 1447 H



IKABARI.CO.ID, BATAM –

Sebanyak 1.000 warga binaan di Batam mendapatkan remisi khusus Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3). Remisi diberikan kepada 759 orang di Lapas Kelas IIA Batam dan 241 orang di Rutan Kelas IIA Batam.

Dari 759 penerima remisi di Lapas Kelas IIA Batam, dua orang langsung bebas melalui remisi khusus (RK) II. “Sebanyak 759 warga binaan mendapatkan remisi, dua di antaranya langsung bebas,” ujar Kepala Lapas, Yosafat Rizanto, seraya menambahkan satu orang masih harus menjalani masa kurungan tambahan sebagai pengganti denda (subsider).

Sementara itu, di Rutan Kelas IIA Batam, sebanyak 241 warga binaan menerima remisi, dengan tiga orang di antaranya juga memperoleh RK II dan dinyatakan bebas. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Batam, Surya Kusuma, merinci bahwa 238 orang lainnya mendapatkan RK I berupa pengurangan masa tahanan antara 15 hari hingga satu bulan.

Selain pemberian remisi, pihak lapas dan rutan juga membuka layanan kunjungan khusus Lebaran hingga 23 Maret 2026. Durasi tiap sesi kunjungan dibatasi selama 20 hingga 30 menit. Jumlah kunjungan diperkirakan meningkat dengan proyeksi mencapai 800 orang per hari di Lapas Batam dan 1.000 orang per hari di Rutan Batam, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Untuk mendukung komunikasi warga binaan dengan keluarga yang tidak dapat hadir langsung, fasilitas warung telekomunikasi khusus pemasyarakatan (Wartel Suspas) turut disediakan di masing-masing unit pelayanan guna memfasilitasi silaturahmi selama momen Lebaran.

Jenis-Jenis Remisi yang Diberikan

Berikut adalah jenis-jenis remisi yang diberikan kepada warga binaan:

  • Remisi Khusus (RK) II

    Diberikan kepada warga binaan yang telah menjalani hukuman selama beberapa tahun dan memiliki kepatuhan tinggi. Dalam kasus ini, dua orang dari Lapas Kelas IIA Batam dan tiga orang dari Rutan Kelas IIA Batam langsung bebas setelah menerima remisi ini.

  • Remisi Umum (RK I)

    Diberikan kepada warga binaan yang belum memenuhi syarat untuk bebas langsung. Remisi ini biasanya berupa pengurangan masa tahanan antara 15 hari hingga satu bulan. Sebanyak 238 orang di Rutan Kelas IIA Batam menerima remisi ini.

Layanan Kunjungan Khusus Selama Lebaran

Pihak Lapas dan Rutan mengadakan layanan kunjungan khusus selama Lebaran untuk memperkuat hubungan antara warga binaan dengan keluarga mereka. Berikut detailnya:

  • Durasi Kunjungan

    Setiap sesi kunjungan dibatasi selama 20 hingga 30 menit. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua warga binaan dapat bertemu dengan keluarga secara merata.

  • Jadwal Kunjungan

    Layanan kunjungan buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Pihak lapas dan rutan memperkirakan jumlah kunjungan akan meningkat drastis selama periode tersebut.

  • Perkiraan Jumlah Pengunjung

    Di Lapas Batam, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 800 orang per hari, sedangkan di Rutan Batam, angkanya mencapai 1.000 orang per hari.

Fasilitas Tambahan untuk Silaturahmi

Selain layanan kunjungan, pihak lapas dan rutan juga menyediakan fasilitas tambahan untuk memudahkan komunikasi antara warga binaan dan keluarga mereka:

  • Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartel Suspas)

    Fasilitas ini tersedia di masing-masing unit pelayanan. Warga binaan dapat menggunakan layanan ini untuk berkomunikasi dengan keluarga yang tidak bisa hadir secara langsung.

  • Ketersediaan Alat Komunikasi

    Wartel Suspas dilengkapi dengan alat komunikasi seperti telepon dan internet agar warga binaan dapat tetap terhubung dengan keluarga meskipun dalam kondisi penahanan.

Keberlanjutan Program dan Harapan Masa Depan

Program remisi dan layanan kunjungan khusus Lebaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merayakan momen keagamaan bersama keluarga. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap perilaku baik dan kepatuhan warga binaan selama menjalani hukuman.

Harapan besar dipegang oleh pihak lapas dan rutan agar program ini dapat terus berkelanjutan dan diperluas di masa depan. Dengan adanya fasilitas dan layanan yang lebih baik, diharapkan warga binaan dapat lebih mudah beradaptasi dan kembali ke masyarakat dengan cara yang lebih positif.

Related posts