Kematian Anggota Polisi Saat Tugas Pengamanan Malam Takbiran
Pada hari Sabtu (21/3), seorang anggota polisi bernama Aiptu Apendra meninggal dunia setelah menjalankan tugas pengamanan. Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
Aiptu Apendra adalah seorang anggota bagian Reskrim dari Polsek Kampar. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Aulia Hospital Pekanbaru pada pukul 02.39 WIB. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit saat sedang bertugas di lapangan.
Peristiwa bermula pada Jumat (20/3) ketika Aiptu Apendra bersama rekan-rekannya melaksanakan pengamanan malam takbiran. Sekitar pukul 01.00 WIB, ia terlibat dalam upaya penertiban kerumunan masyarakat yang melakukan perang petasan di lapangan Kantor Camat Kampar.
Saat itu, Aiptu Apendra yang memiliki riwayat asam lambung akut tiba-tiba mengeluhkan sakit. Rekan sesama anggota kemudian segera melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan di lokasi. Atas instruksi Kapolsek Kampar, korban langsung dilarikan ke tempat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, karena keterbatasan fasilitas di sejumlah layanan kesehatan terdekat, korban harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Setelah melalui perjalanan darurat menggunakan ambulans dan pengawalan petugas, Aiptu Apendra tiba di rumah sakit sekitar pukul 02.30 WIB.
Dalam waktu sembilan menit setelah tiba di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa almarhum telah meninggal dunia.
“Anggota meninggal dunia saat melaksanakan tugas pengamanan malam takbiran. Kami turut berduka cita,” ujar Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi Samosir.
Aiptu Apendra lahir di Air Tiris pada tanggal 24 Februari 1984. Ia meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan. Jenazah korban disemayamkan di rumah duka di wilayah Kampa setelah pelaksanaan Salat Idulfitri, sebelum akhirnya dimakamkan secara kedinasan di pemakaman umum Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar.
Riwayat Kesehatan dan Tugas yang Dilakukan
Aiptu Apendra dikenal memiliki riwayat penyakit asam lambung akut. Meskipun demikian, ia tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Dalam beberapa kesempatan, ia sering menjadi contoh bagi rekan-rekannya dalam menjalankan tugas pengamanan.
Tugas pengamanan malam takbiran memang menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi. Karena itu, para petugas diharuskan siap sedia selama 24 jam. Namun, situasi seperti ini bisa sangat melelahkan, terutama jika dilakukan dalam cuaca yang tidak menentu atau dalam kondisi tertentu.
Korban juga diketahui aktif dalam berbagai kegiatan kepolisian, termasuk dalam penindakan hukum dan pengamanan masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, baik, dan selalu memberi contoh yang baik kepada rekan-rekannya.
Proses Penanganan dan Perawatan Medis
Setelah mengeluhkan sakit, korban segera dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, karena kondisi kesehatan yang memburuk, korban harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Proses rujukan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama karena jarak antara lokasi kejadian dan rumah sakit.
Selama perjalanan, korban ditemani oleh petugas lain yang berusaha memberikan pertolongan secepat mungkin. Mereka juga menghubungi pihak rumah sakit agar persiapan dapat dilakukan sebelum tiba.
Meski begitu, kondisi korban semakin memburuk, sehingga dokter menyatakan bahwa ia tidak dapat diselamatkan lagi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dalam situasi darurat, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.
Duka Cita dan Penghormatan
Kepergian Aiptu Apendra meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan kerjanya. Ia dikenang sebagai sosok yang gigih, tangguh, dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian.
Proses pemakaman dilakukan secara kedinasan, sesuai dengan protokol yang berlaku. Hal ini menunjukkan penghargaan yang tinggi dari institusi kepolisian terhadap jasa-jasa korban selama masa dinasnya.
Dengan kejadian ini, diharapkan pihak terkait dapat meningkatkan kesiapan dan fasilitas kesehatan untuk anggota polisi yang bertugas di lapangan, terutama dalam situasi darurat.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







