Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa terdapat 12 calon perusahaan yang sedang menunggu proses pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan pipeline sebelumnya yang hanya mencakup delapan perusahaan. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat perusahaan untuk melakukan IPO di pasar modal Indonesia.
Dari total 12 calon emiten tersebut, sebanyak 11 di antaranya memiliki aset besar, yaitu aset yang melebihi Rp 250 miliar. Sementara satu perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah, berkisar antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa klasifikasi aset tersebut didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
“Hingga saat ini, terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam laporan pipeline IPO BEI.
Secara sektor usaha, calon emiten yang mengantre IPO memiliki latar belakang yang beragam. Berikut adalah daftar lengkap calon perusahaan berdasarkan sektornya:
- 0 perusahaan dari sektor material dasar
- 0 perusahaan dari sektor konsumsi siklikal
- 3 perusahaan dari sektor konsumsi bukan siklikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 1 perusahaan dari sektor keuangan
- 2 perusahaan dari sektor kesehatan
- 0 perusahaan dari sektor industri
- 2 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 0 perusahaan dari sektor properties dan real estate
- 2 perusahaan dari sektor teknologi
- 1 perusahaan dari sektor transportation dan logistik
Selain itu, BEI juga mencatat adanya tiga perusahaan yang telah menerbitkan right issue dengan total dana hingga Rp 3,75 triliun. Nyoman menyampaikan bahwa akan ada satu perusahaan di sektor properti yang akan melaksanakan right issue berdasarkan pipeline tersebut.
Proses IPO dan right issue ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang siap masuk ke pasar modal, diharapkan dapat memberikan peluang investasi yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun, BEI terus memastikan bahwa setiap calon emiten memenuhi standar yang ditetapkan agar dapat beroperasi secara transparan dan bertanggung jawab. Proses evaluasi dan penilaian dilakukan secara ketat guna menjaga kualitas perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa sektor yang dominan dalam pipeline IPO seperti sektor konsumsi, energi, dan infrastruktur menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat. Selain itu, sektor teknologi dan kesehatan juga mulai menunjukkan tren yang positif, menunjukkan adanya diversifikasi dalam portofolio perusahaan yang ingin masuk ke pasar modal.
Dengan adanya peningkatan jumlah perusahaan yang siap IPO, diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menarik investor baru. BEI juga terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan IPO, termasuk dalam hal penyediaan informasi, pelatihan, dan fasilitasi proses pencatatan.







