Efisiensi BBM dan Penghematan Belanja Pegawai, Gubernur Bengkulu Siapkan WFA dan Perampingan OPD

Efisiensi BBM dan Penghematan Belanja Pegawai, Gubernur Bengkulu Siapkan WFA dan Perampingan OPD

Pemprov Bengkulu Berupaya Efisiensi BBM dengan WFA dan Perampingan OPD

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam berbagai sektor. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan Work From Anywhere (WFA) serta rencana perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi belanja pegawai dan konsumsi BBM secara signifikan.

Kebijakan WFA sebagai Solusi Penghematan

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menjelaskan bahwa kebijakan WFA telah diterapkan sebagai upaya penghematan BBM sesuai arahan pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya efektif dalam mengurangi pengeluaran, tetapi juga mampu menekan belanja pegawai.

“Kita sudah melakukan apa yang diarahkan, termasuk penerapan WFA. Menurut keterangan Pak Sekda, kebijakan ini efektif dan mampu mengurangi pengeluaran, khususnya belanja pegawai, dan itu akan kita teruskan apalagi diperkuat dengan kebijakan pemerintah pusat berkaitan dengan efisiensi dari BBM kita,” ujar Helmi saat diwawancarai wartawan.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga berkomitmen untuk menekan belanja pegawai hingga 30 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Langkah Perampingan OPD

Sebagai bagian dari strategi penekanan belanja pegawai, Pemprov Bengkulu tengah menyiapkan perampingan OPD. Saat ini, belanja pegawai masih berada di atas 40 persen, namun dengan perampingan OPD, diharapkan angka tersebut bisa turun menjadi di bawah 30 persen sesuai amanat undang-undang.

Helmi menyampaikan bahwa jumlah OPD di lingkungan Pemprov Bengkulu akan dikurangi secara signifikan, dari sekitar 40 organisasi menjadi sekitar 20-an OPD. “Perampingan ini akan membuat struktur organisasi lebih ideal untuk sekelas provinsi seperti Bengkulu. Dan rencana ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari kementerian terkait,” jelasnya.

Opsi Penghematan BBM Lainnya

Selain WFA dan perampingan OPD, Pemprov Bengkulu juga sedang menyiapkan berbagai langkah strategis lain untuk menghemat energi, khususnya BBM. Salah satunya adalah memperluas kebijakan WFA dengan menambah porsi hari kerja dari rumah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran rutin pemerintah daerah, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi konsumsi BBM.

“Bisa saja nanti work from home diperbanyak, misalnya hanya tiga hari masuk kantor dan sisanya bekerja dari rumah,” ujar Herwan.

Selain itu, opsi lain yang dapat diterapkan adalah mendorong ASN menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda, berjalan kaki, atau transportasi umum.

Kondisi SPBU di Bengkulu

Dari pantauan IKABARI, belum ada antrian panjang di SPBU di Bengkulu. Di SPBU Tanah Patah, pengendara roda 4 dan roda 2 tampak mengisi bahan bakar dengan tertib. Untuk pengisian BBM nonsubsidi, hanya terdapat sekitar 5 kendaraan tanpa antrian.

Harga BBM nonsubsidi di Bengkulu masih stabil, yaitu Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing Rp14.500 dan Rp14.800. Sementara itu, harga gas LPG 5,5 kg mulai dari Rp94.000 dan gas LPG 12 kg mulai dari Rp194.000.


Related posts