Evakuasi Tiga Lansia dari Banjir di Kalisari
Pada malam hari tanggal 21 Maret, tiga warga lanjut usia berhasil dievakuasi dari banjir yang melanda wilayah Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur. Ketiga lansia tersebut adalah Ipong Hanipah (70 tahun), Muniran (74 tahun), dan Suminah (73 tahun). Mereka terjebak di dalam rumah mereka akibat genangan air yang mencapai ketinggian sekitar 150 cm.
Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menjelaskan bahwa proses evakuasi dimulai setelah menerima laporan dari Lurah Kalisari pada pukul 18.11 WIB. Operasi evakuasi berlangsung mulai pukul 18.26 WIB hingga selesai pada pukul 19.30 WIB. Dalam operasi ini, Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan dua unit Quick Response dan lima personel yang dipimpin oleh Komandan Regu Ahmad Fauzi.
Selain menyelamatkan ketiga lansia, petugas juga memastikan lokasi aman dan memberikan bantuan kepada warga lain yang membutuhkan. Banjir ini mengganggu dua rukun tetangga (RT) dengan sekitar 1.000 jiwa terdampak. Muchtar menegaskan bahwa pihaknya tetap bersiaga menghadapi potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi di Jakarta.
“Seluruh personel kami siagakan untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir,” ujar Muchtar. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor kepada petugas jika memerlukan bantuan evakuasi atau menghadapi kondisi darurat akibat banjir.
Hingga proses evakuasi selesai, situasi dilaporkan terkendali dan seluruh korban berhasil diselamatkan. “Kami bersama petugas gabungan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan,” tambah Muchtar.
Upaya Pemulihan dan Persiapan Hadapi Ancaman Banjir
Setelah proses evakuasi selesai, pihak Gulkarmat Jakarta Timur terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak. Mereka memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak dan membantu masyarakat dalam proses pemulihan. Selain itu, petugas juga memberikan informasi tentang cara menghadapi banjir dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh warga.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banjir sering kali terjadi di daerah-daerah rendah dan dekat dengan aliran sungai. Oleh karena itu, Gulkarmat Jakarta Timur mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan kesadaran akan risiko banjir. Hal ini sangat penting agar warga dapat segera mengambil tindakan jika terjadi kondisi darurat.
Dalam beberapa bulan terakhir, curah hujan di Jakarta terus meningkat, sehingga memicu kekhawatiran akan kemungkinan banjir yang lebih parah. Untuk itu, Gulkarmat Jakarta Timur dan instansi terkait lainnya terus memperkuat koordinasi dan persiapan dalam menghadapi ancaman banjir.
Langkah-Langkah Pencegahan Banjir
Beberapa langkah pencegahan banjir yang bisa dilakukan oleh masyarakat antara lain:
- Menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
- Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat oleh tanaman atau bangunan.
- Mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.
- Membuat tanggul sementara di area rawan banjir untuk mencegah genangan air.
Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan risiko banjir dapat diminimalkan dan dampaknya dapat dikurangi. Gulkarmat Jakarta Timur juga akan terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas dalam menghadapi bencana alam seperti banjir.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







