Gunung Lewotobi Alami 8 Kali Tremor Non-Harmonik dan 2 Gempa Low Frequency

Gunung Lewotobi Alami 8 Kali Tremor Non-Harmonik dan 2 Gempa Low Frequency

Informasi Terkini tentang Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi perhatian masyarakat akibat aktivitas geologisnya dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan laporan dari petugas Posmat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksona, kondisi gunung tersebut mengalami beberapa perubahan yang perlu diperhatikan.

Kondisi Terkini dan Data Pengamatan

Dalam periode pukul 00.00 hingga 24.00 Wita pada Minggu (29/3/2026), tercatat sejumlah kejadian gempa dan tremor yang terjadi di sekitar gunung. Pemantauan visual menunjukkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas tipis hingga sedang. Asap kawah utama berwarna putih dengan ketinggian sekitar 50-100 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar gunung juga mengalami variasi, mulai dari cerah hingga hujan, dengan angin lemah yang bertiup ke arah timur laut dan timur. Suhu udara berkisar antara 22,4°C hingga 30°C, sementara intensitas curah hujan mencapai 6 mm per hari.

Data Gempa dan Tremor

Berdasarkan pengamatan kegempaan, tercatat:

  • 8 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2,9-7,4 mm dan durasi gempa antara 82-98 detik.
  • 2 kali Gempa Low Frequency dengan amplitudo 4,4 mm dan durasi gempa sekitar 29 detik.
  • 5 kali Gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2,2-5,9 mm dan durasi gempa antara 11-21 detik.
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 7,4 mm dan durasi gempa 34 detik.
  • 8 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2,9-47,3 mm dan durasi gempa antara 47-513 detik.

Status dan Rekomendasi

Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada level II atau WASPADA. Namun, berdasarkan rekomendasi dari instansi terkait, masyarakat di sekitar gunung diminta untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran pemerintah daerah setempat.

Rekomendasi utama meliputi:

  • Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
  • Menghindari informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap tenang.
  • Waspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, dan Nawakote jika terjadi hujan intensitas tinggi.
  • Masyarakat yang terdampak hujan abu menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk melindungi sistem pernapasan.
  • Pemerintah Daerah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
  • Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi terkini.

Informasi Tambahan

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di nomor telepon 022-7272606.


Related posts