Iran Menyangkal Tanggung Jawab atas Serangan Rudal ke Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia
Pada hari Minggu (22/3/2026), Republik Islam Iran menegaskan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas serangan rudal yang menargetkan pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, yang berada di perairan Samudera Hindia. Menurut laporan Aljazirah, serangan tersebut terjadi sekitar 4.000 km dari wilayah Iran, dan tidak dilakukan oleh militer Iran.
Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa negaranya menolak tanggung jawab atas serangan rudal tersebut. Mereka juga mengklaim bahwa Iran tidak terlibat dalam penyerangan itu. Pernyataan ini disampaikan setelah dua rudal jarak jauh meledak di dekat pangkalan militer Inggris di Kepulauan Changos pada hari Sabtu (21/3/2026).
Wall Street Journal melaporkan bahwa serangan rudal tersebut berasal dari Iran. Namun, dua rudal yang ditembakkan berhasil dicegat oleh sistem interseptor, sehingga tidak menimbulkan kerusakan langsung di pangkalan militer tersebut.
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Inggris memberikan izin kepada Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan militer Diego Garcia dalam operasi perang terhadap Iran. Pengumuman ini dibuat pada Jumat (20/3/2026), yang menunjukkan keterlibatan AS dalam konflik regional.
AS telah beberapa kali berusaha memperoleh dukungan dari Inggris dan negara-negara Eropa lainnya untuk bergabung dalam perang dengan Iran. Namun, sejak agresi pertama Zionis-Israel terhadap Iran terjadi pada Sabtu (28/3/2026), Inggris dan negara-negara Eropa, termasuk anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), menolak ajakan Presiden AS Donald Trump untuk terlibat dalam perang melawan Iran.
Desakan AS terhadap negara Eropa semakin meningkat setelah Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur penting bagi pasokan energi global, khususnya bagi Eropa. Perairan ini merupakan akses utama bagi 22 persen kebutuhan minyak fosil dan gas cair dunia.
Karena pentingnya Selat Hormuz, AS terus-menerus mengajak Eropa untuk ikut serta dalam upaya melawan Iran dan membuka kembali jalur pelayaran. Pada Jumat (20/3/2026), Inggris akhirnya memberikan izin bagi AS untuk menggunakan pangkalan militer Diego Garcia dalam rencana pengambilalihan Selat Hormuz.
Keputusan Inggris ini mendapat kritik dari masyarakatnya sendiri. Iran juga telah memperingatkan bahwa Inggris dan negara-negara Eropa lainnya akan menyesal jika terlibat dalam konflik ini. Setelah izin diberikan, dua rudal jarak jauh menargetkan pangkalan militer Diego Garcia, yang berada di Samudera Hindia.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







