Perayaan Lebaran Topat di Lombok
Perayaan Lebaran Topat yang jatuh pada Sabtu 28 Maret 2027 kembali menjadi momentum wisata bagi masyarakat di Pulau Lombok. Sejumlah destinasi unggulan, mulai dari pantai hingga kawasan pegunungan, dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati tradisi makan bersama di alam terbuka.
Pantai-pantai favorit seperti Senggigi dan Tanjung Aan terlihat dipenuhi warga yang membawa ketupat dan lauk pauk khas Lebaran Topat. Suasana kebersamaan begitu terasa, dengan pengunjung memanfaatkan momen ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus rekreasi.
Di Lombok Timur, destinasi air terjun seperti Jeruk Manis dan Otak Kokok Joben juga mengalami lonjakan pengunjung. Udara sejuk pegunungan menjadi pilihan alternatif bagi warga yang ingin menghindari panas di kawasan pesisir.
Namun, salah satu destinasi yang mencuri perhatian tahun ini adalah Sirkuit Mandalika. Kawasan yang dikenal sebagai arena balap internasional ini kini menjelma menjadi tujuan wisata favorit saat libur Lebaran.
Menurut informasi yang diperoleh, antusiasme pengunjung di sirkuit terus meningkat selama libur panjang. Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyebutkan bahwa ribuan wisatawan memanfaatkan momentum Lebaran untuk berwisata di kawasan tersebut.
“Hingga saat ini, tercatat sekitar 2.000 pengunjung telah memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata sekaligus merasakan berbagai pengalaman seru di sirkuit,” ujarnya.
Selain wisatawan umum, suasana semakin semarak dengan kehadiran komunitas inline skate dan komunitas motor yang turut meramaikan lintasan. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas, seperti program Lampaq untuk berkeliling sirkuit menggunakan trailer, hingga experience ride menggunakan motor Honda ADV yang menjadi salah satu favorit.
“Tingginya kunjungan selama libur Lebaran menunjukkan semakin besarnya daya tarik Mandalika sebagai destinasi sport tourism,” tambahnya.
Salah seorang wisatawan asal Yogyakarta, Chandra, mengaku terkesan setelah mencoba langsung pengalaman berkendara di lintasan sirkuit. “Sangat oke, lintasannya bagus dan motornya juga nyaman,” katanya.
Pihak MGPA menilai tren kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa Sirkuit Mandalika kini tidak hanya dikenal sebagai arena balap, tetapi juga sebagai ruang rekreasi dan aktivitas olahraga yang terbuka untuk masyarakat luas.
Dampak Ekonomi dan Imbauan Kebersihan
Di sisi lain, Dinas Pariwisata mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban di seluruh kawasan wisata. Kesadaran ini dinilai penting agar tradisi Lebaran Topat tidak hanya meriah, tetapi juga berkelanjutan.
Lonjakan kunjungan selama Lebaran Topat juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Pedagang makanan, penyedia jasa sewa, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata turut merasakan peningkatan pendapatan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Lebaran Topat kembali menegaskan perannya sebagai tradisi budaya yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi lokal di Pulau Lombok.
Aktivitas Wisata yang Menarik
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas menarik di kawasan wisata. Beberapa di antaranya termasuk:
- Bermain inline skate di area yang disediakan
- Mengikuti program experience ride dengan motor Honda ADV
- Berkeliling sirkuit menggunakan trailer dalam program Lampaq
- Menikmati pemandangan alam sekitar sirkuit
Aktivitas-aktivitas ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya sekadar melihat balapan. Hal ini membuat Sirkuit Mandalika menjadi tempat yang cocok untuk berbagai kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Kehadiran Komunitas Olahraga
Komunitas inline skate dan komunitas motor juga turut serta meramaikan suasana di Sirkuit Mandalika. Mereka tidak hanya sekadar menonton, tetapi juga ikut serta dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Hal ini menunjukkan bahwa Sirkuit Mandalika bukan hanya tempat untuk balapan, tetapi juga ruang untuk berolahraga dan bersosialisasi.







