Penertiban Meriam Lodong di Mataram untuk Menjaga Keselamatan Masyarakat
Di tengah persiapan perayaan Lebaran Topat, aparat kepolisian di Mataram melakukan penertiban terhadap meriam lodong yang dianggap berbahaya. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan dan risiko cedera akibat penggunaan alat tersebut.
Penyitaan Meriam Lodong oleh Aparat Kepolisian
Pada dini hari Sabtu (28/3/2026), petugas kepolisian dari Kepolisian Sektor Mataram melakukan penyitaan sejumlah meriam lodong yang digunakan oleh warga setempat. Penertiban ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Punia, Aiptu I Made Mita. Alat yang disita adalah meriam lodong berukuran besar yang biasa digunakan dalam perayaan tradisional.
Meriam lodong sendiri merupakan alat yang terbuat dari kaleng bekas atau pipa paralon yang diisi dengan uap spiritus. Setelah dibakar, alat ini menghasilkan suara dentuman keras yang sering dianggap sebagai hiburan tradisional selama bulan Ramadan.
Potensi Bahaya Penggunaan Meriam Lodong
Meskipun populer di kalangan masyarakat, penggunaan meriam lodong memiliki risiko yang sangat tinggi. Selain dapat menyebabkan luka bakar, alat ini juga berpotensi memicu kebakaran. Hal ini menjadi alasan utama bagi aparat kepolisian untuk melakukan tindakan preventif.
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, menjelaskan bahwa langkah penertiban ini dilakukan untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa suara ledakan dari meriam lodong bisa mengganggu kenyamanan warga, terutama di lingkungan pemukiman padat penduduk.
- Berikut beberapa risiko yang dapat timbul dari penggunaan meriam lodong:
- Luka bakar akibat percikan api
- Kebakaran yang bisa menyebar ke bangunan sekitar
- Cedera telinga akibat suara dentuman keras
- Ancaman terhadap keselamatan anak-anak dan orang tua
Upaya Pemerintah dan Masyarakat untuk Mengurangi Risiko
Selain tindakan penertiban, pihak kepolisian juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan meriam lodong. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan risiko yang bisa terjadi akibat penggunaan alat tersebut.
Tidak hanya itu, pemerintah setempat juga berupaya memberikan alternatif hiburan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Misalnya, dengan mengadakan pertunjukan seni atau lomba yang tidak melibatkan bahan-bahan berbahaya seperti spiritus.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Masyarakat juga diminta untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan tidak menggunakan meriam lodong, warga dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan yang bisa terjadi saat perayaan Lebaran Topat.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh aparat kepolisian dan pemerintah, diharapkan perayaan Lebaran Topat di Mataram dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi semua pihak.







