Puasa Sunnah di Bulan Syawal: Niat dan Tata Cara yang Benar
Setelah melaksanakan puasa wajib pada Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, umat Muslim dapat melanjutkan amalan puasa sunnah di Bulan Syawal. Salah satu puasa sunnah yang bisa dilakukan adalah Puasa Syawal dan Puasa Senin-Kamis. Namun, bagaimana jika niat kedua puasa ini digabungkan? Apakah diperbolehkan?
Menggabungkan niat Puasa Senin-Kamis dengan Puasa Syawal diperbolehkan dalam Islam. Hal ini disebut dengan tasyrikin niyat, yaitu meniatkan dua ibadah atau lebih dalam satu amal, selama keduanya merupakan ibadah sunnah yang memiliki kesamaan waktu.
Berikut ini adalah bacaan niat gabungan Puasa Senin dan Syawal serta Puasa Kamis dan Syawal yang bisa diamalkan oleh umat Muslim beserta tata cara pelaksanaannya.
Bacaan Niat Gabungan Puasa Senin dan Syawal
Jika Anda berpuasa di hari Senin pada bulan Syawal:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ وَسُنَّةِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatisy Syawwali wa sunnati yaumil itsnaini lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku niat puasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syawal dan sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Gabungan Puasa Kamis dan Syawal
Jika Anda berpuasa di hari Kamis pada bulan Syawal:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ وَسُنَّةِ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatisy Syawwali wa sunnati yaumil khamisi lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku niat puasa esok hari untuk menunaikan sunnah Syawal dan sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Puasa Sunnah (Senin-Kamis dan Syawal)
Melaksanakan puasa sunnah, baik Senin-Kamis maupun Syawal, akan terasa lebih afdal jika disertai dengan adab dan amalan pendukungnya. Berikut adalah tata cara serta amalan sunnah yang bisa Anda kerjakan untuk memaksimalkan pahala:
-
Niat:
Niat dilakukan di dalam hati. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di pagi hari (sebelum Dzuhur) jika lupa berniat di malam hari, asalkan belum makan/minum sejak fajar. -
Makan Sahur:
Disunahkan untuk makan sahur meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma. Sahur adalah pembeda antara puasa umat Islam dengan ahli kitab. -
Mengakhirkan Sahur:
Waktu sahur terbaik adalah mendekati waktu imsak atau azan Subuh. -
Menahan Diri:
Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, jima’) serta hal-hal yang menggugurkan pahala puasa (berbohong, ghibah, atau marah). -
Menyegerakan Berbuka:
Segera berbuka ketika waktu Magrib telah tiba.
Amalan Sunah Saat Menjalankan Puasa
Sambil menunggu waktu berbuka, Anda bisa menghidupkan hari dengan amalan berikut:
-
Memperbanyak Tadarus Al-Qur’an:
Karena bulan Syawal masih kental dengan nuansa Ramadhan, menjaga ritme membaca Al-Qur’an sangat baik dilakukan. -
Sedekah Harian:
Memberi makan orang yang berbuka puasa (ifthar) meskipun hanya air mineral atau kurma, pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut. -
Memperbanyak Dzikir & Shalawat:
Mengingat Anda juga menyukai Shalawat Asnawiyah, melantunkannya saat senggang di sela jam mengajar atau saat perjalanan pulang akan menambah ketenangan hati. -
Menjaga Lisan:
Ini adalah “puasa batin”. Berusaha lebih sabar saat menghadapi siswa di kelas atau dalam menghadapi pekerjaan kantor. -
Berdoa di Waktu Mustajab:
Waktu menjelang berbuka adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Gunakan momen ini untuk mendoakan keluarga, anak, dan kelancaran urusan pekerjaan.
Bacaan Doa Berbuka Puasa yang Afdal
Saat azan Magrib berkumandang, disunahkan membaca doa ini:
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in sya Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insyaallah.”







