Marat Grigorian dan Kaito Ono akhirnya akan menyelesaikan persaingan mereka dalam pertandingan kelas bulu kickboxing di acara ONE Samurai 1 yang akan digelar pada 29 April 2026 di Ariake Arena, Tokyo. Pertandingan ini sebenarnya sudah direncanakan untuk berlangsung di acara ONE 172 pada Maret tahun lalu, tetapi gagal terlaksana karena Grigorian tidak lolos tes timbangan.
Petarung asal Armenia itu kelebihan sekitar setengah kilogram dari batas kelas bulu. Tim Grigorian mencoba menawarkan pertandingan kelas tangkapan dengan kompensasi sebagian bayaran, tetapi Ono menolak mentah-mentah. Alasannya terdengar sederhana, namun bagi banyak petarung Jepang, gagal di timbangan bukan sekadar masalah teknis. Mereka menganggap hal ini berkaitan dengan kedisiplinan dan rasa hormat terhadap lawan.
Dalam filosofi bela diri Jepang, kedisiplinan dan komitmen adalah bagian dari bushido, jiwa samurai yang harus dijunjung tinggi. Meski hanya setengah kilogram, Ono memilih mundur dan tetap pada prinsipnya. Keputusan tersebut justru memicu kemarahan Grigorian, yang meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Petarung berusia 34 tahun itu menuduh Kaito Ono tidak memiliki mentalitas petarung Jepang sejati dan bahkan menyarankan agar dia beralih ke tenis serta menjadi balerina.
Kaito tetap pada pendiriannya dengan menegaskan bahwa prestasi Marat Grigorian sebagai mantan juara kickboxing di K-1 layak dihormati, namun tidak dengan tindakannya. Sejak saat itu, keduanya menghadapi lawan yang berbeda.
Grigorian, yang memiliki rekor 69-14 termasuk 6 kemenangan di ONE Championship, melampiaskan rasa frustrasinya saat menghadapi Rukiya Anpo di ONE 173 pada November lalu. Meski sempat tertekan di awal, petarung yang pernah menyabet sabuk juara Glory kickboxing bangkit di dua ronde terakhir lewat kombinasi pukulan tanpa henti untuk meraih kemenangan keputusan mutlak.
Kemenangan tersebut kembali menyalakan ambisinya untuk trilogi melawan juara kelas bulu kickboxing ONE Championship saat ini, Superbon. Namun sebelum itu, Grigorian harus menyelesaikan urusan dengan Ono.
Perjalanan Kaito Ono justru lebih terjal. Petarung asal Team F.O.D. itu akhirnya melakukan debut di ONE saat menghadapi Mohammad Siasarani di ONE Friday Fights 109 pada Mei lalu. Lawan yang datang dengan 59 kemenangan profesional, termasuk atas mantan juara interim kelas bulu kickboxing ONE Championship, Masaaki Noiri, terbukti terlalu kuat. Ono mengalami kesulitan menemukan ritme menghadapi tekanan dan volume serangan petarung Iran tersebut.
Meski sempat bangkit di ronde ketiga, semuanya terasa terlambat. Siasarani menang lewat keputusan mutlak. Di sisi lain, posisi Ono semakin tersudut. Dengan tekad menebus kekalahan, tidak ada lawan yang lebih tepat baginya selain Grigorian. Sebuah kemenangan atas lawan yang telah melecehkannya bisa menjadi pembuktian tegas akan prinsip Ono.
Pada 29 April nanti, Ariake Arena akan menjadi saksi penyelesaian rivalitas yang dimulai dari kegagalan di atas timbangan. ONE Samurai 1 sendiri akan dipuncaki oleh laga perebutan sabuk interim kelas terbang kickboxing antara Rodtang Jitmuangnon melawan Takeru Segawa.







