LRT Sumsel Layani Ratusan Ribu Penumpang Selama Masa Angkutan Lebaran
Layanan Kereta Ringan (LRT) Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil melayani sebanyak 213.150 penumpang selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari 13 hingga 26 Maret 2026. Rata-rata harian penumpang mencapai 15.225 orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
Peningkatan jumlah penumpang ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Provinsi Sumsel, khususnya di Kota Palembang. Salah satu indikatornya adalah adanya penambahan frekuensi perjalanan LRT selama masa libur Lebaran. Pada periode 22-25 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) meningkatkan jumlah perjalanan dari 94 menjadi 102 per hari.
Upaya Menjaga Kelancaran Mobilitas
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa penambahan frekuensi perjalanan dilakukan untuk memastikan layanan transportasi publik tetap aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti komitmen pihak pengelola dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Penambahan frekuensi perjalanan selama masa libur Lebaran menjadi salah satu faktor mendukung kelancaran mobilitas selama masa Lebaran,” ujar Aida.
Menurutnya, peningkatan jumlah perjalanan juga efektif dalam mengakomodasi lonjakan penumpang, khususnya pada masa arus balik dan libur panjang. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi oleh mulai aktifnya kembali para pekerja sejak 25 Maret 2026, serta masih berlangsungnya libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bersilaturahmi, berwisata, atau beraktivitas di pusat kota.
Dampak Ekonomi di Sekitar Stasiun
Aida juga menyampaikan bahwa melonjaknya penumpang LRT sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi warga, khususnya di pusat Kota Palembang. Contohnya di dekat Stasiun Ampera yang dekat dengan pusat ekonomi serta aktivitas rakyat, seperti Pasal 16 Ilir, Benteng Kuto Besak, dan Masjid Agung Palembang.
“Karena stasiun-stasiun melewati fasilitas publik, pusat perekonomian, pusat perbelanjaan. Misalnya Stasiun Ampera dekat dengan perbelanjaan ekonomi rakyat,” katanya.
Dukungan Terhadap UMKM Lokal
Selain itu, LRT Sumsel turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong masyarakat memanfaatkan kehadiran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel di area stasiun. Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, LRT Sumsel menyediakan ruang usaha (tenant) bagi pelaku UMKM di sejumlah stasiun strategis, seperti Stasiun Ampera, Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Polrestabes, dan DJKA.
Tenant-tenant tersebut menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan dan minuman. Aida menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada layanan transportasi, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan UMKM lokal.
“Harapannya, kehadiran LRT Sumsel dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi pengalaman yang aman, nyaman, menyenangkan, dan efisien bagi seluruh pengguna,” kata Aida.
Pengalaman Pengguna LRT
Salah satu pemudik, Achyar, turut menikmati layanan LRT Sumsel. Ia mampir ke Sentral Kampung Pempek untuk membeli oleh-oleh. Ia sudah menjadi langganan ke tempat ini karena menawarkan harga yang ramah di kantong dengan beragam pilihan.
“Ya cari oleh-oleh di sini, sudah dari dulu karena harganya murah. Terus enggak susah carinya, misalnya mau jenis pempek apa,” ucap dia.







