Seniman Sukoharjo Dikaitkan dengan Kekerasan Seks, Pengacara Korban Bantah Buka Identitas

Seniman Sukoharjo Dikaitkan dengan Kekerasan Seks, Pengacara Korban Bantah Buka Identitas

Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual di Sukoharjo Menegaskan Tidak Pernah Ungkap Identitas Terduga Pelaku

Penasihat hukum korban kasus dugaan kekerasan seksual di Sukoharjo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengungkap identitas lengkap terduga pelaku ke publik. Hal ini dilakukan karena proses hukum masih berjalan dan status yang bersangkutan masih sebatas terduga. Dengan demikian, prinsip asas praduga tak bersalah tetap dipertahankan.

“Kami sebagai kuasa hukum tidak pernah menyebut nama secara lengkap personal yang kami adukan, karena tahapan ini masih terduga,” ujar Achmad Bachrudin, penasihat hukum dari Spek-HAM, Minggu (29/3/2026).

Mengapa Identitas Tidak Diungkap?

Achmad menjelaskan bahwa pengungkapan identitas terduga pelaku harus dihindari untuk menjaga prinsip dasar hukum pidana, yaitu asas praduga tak bersalah. Dalam asas tersebut, setiap orang yang dilaporkan atau disangka melakukan tindak pidana harus dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Dalam teori hukum ada yang namanya praduga tak bersalah. Nanti biar penyidik yang memberikan penjelasan. Artinya, dari proses penyelidikan sampai penyidikan, akan mengarah setelah bukti dan saksi-saksi dikumpulkan,” jelasnya.

Proses Hukum Diserahkan ke Penyidik

Lebih lanjut, Achmad menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik kepolisian untuk mengungkap fakta secara objektif. Ia menegaskan, proses pembuktian merupakan kewenangan aparat penegak hukum, mulai dari tahap penyelidikan hingga penyidikan.

Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama terkait identitas pribadi seseorang.

Soroti Penyebaran Nama di Media Sosial

Terkait beredarnya nama lengkap terduga pelaku di media sosial maupun sebagian pemberitaan, Achmad mengaku tidak mengetahui sumber penyebaran tersebut. Ia menegaskan hal itu berada di luar kewenangan dan tanggung jawab pihaknya sebagai kuasa hukum korban.

“Kalau di media massa ada yang sudah menyebut nama sosok personal, saya tidak tahu, karena itu di luar kewenangan saya,” tegasnya.

Achmad berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjaga etika dalam menyampaikan informasi ke publik.

Pentingnya Menjaga Etika dan Proses Hukum

Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa proses hukum adalah hal yang kompleks dan membutuhkan waktu. Setiap langkah yang diambil oleh aparat penegak hukum bertujuan untuk mencari kebenaran dan memastikan keadilan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Hal ini bisa berdampak negatif terhadap proses hukum dan hak asasi manusia yang harus dijunjung tinggi.

Proses hukum yang transparan dan objektif sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan perlindungan hukum yang sesuai.

Related posts