Berita Populer Padang: Kekalahan Semen Padang FC, Kasus Penganiayaan di Tempat Hiburan Malam, dan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem
1. Usai Dipermalukan Persib 0-2, Semen Padang Kini Incar Poin di Kandang Persis Solo 12 April Mendatang
Setelah menelan kekalahan pahit 0-2 dari Persib Bandung di hadapan publik sendiri, Semen Padang FC harus segera bangkit untuk menatap laga krusial berikutnya.
Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut dijadwalkan melakoni laga tandang menantang Persis Solo pada 12 April 2026 mendatang. Laga tersebut akan digelar pukul 15.30 WIB di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.
Diketahui bahwa tim Semen Padang FC ditaklukkan Persib Bandung dengan skor 0-2 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Minggu (5/4/2026). Akibat kekalahan tersebut, tim Semen Padang FC masih berada di zona degradasi di posisi 17 klasemen sementara. Hingga pekan ke-26, Semen Padang FC hanya mampu mengumpulkan 20 poin. Sedangkan Persis Solo, yang akan dihadapi di laga berikutnya, berada di posisi ke-15 klasemen sementara.
Semen Padang FC menjamu Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-26, Minggu (5/4/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Haji Agus Salim. Laga yang dipimpin wasit Muhammad Tri Santoso ini berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Babak pertama, tim berjuluk Maung Bandung berhasil unggul dengan skor 1-0 lewat gol yang diciptakan oleh Ramon De Andrade Souza. Gol tersebut tercipta pada menit ke-31, berawal dari serangan balik cepat yang dibangun Berguinho. Umpan datar dari Berguinho berhasil disambut Ramon, dan tak mampu dihalau kiper Semen Padang.
Tuan rumah langsung tampil menekan demi mengamankan poin penting untuk keluar dari zona degradasi. Sementara Persib Bandung berusaha menjaga posisi di puncak klasemen. Semen Padang membuka peluang cepat pada menit kedua melalui Angelo Meneses usai memanfaatkan bola mati. Namun, peluang tersebut masih melebar dari gawang Persib. Hingga menit ke-10, Kabau Sirah tampil dominan dengan sejumlah peluang yang merepotkan lini pertahanan tim tamu.
Peluang kembali didapat pada menit ke-11 lewat sundulan Diego Mauricio, tetapi bola masih melenceng. Semen Padang terus menggempur. Menit ke-12, sundulan Guillermo Hernandez Hierro masih mampu ditepis kiper Persib, Teja Paku Alam. Memasuki menit ke-16, Persib Bandung mulai keluar dari tekanan. Beckham Putra melepaskan sepakan dari luar kotak penalti, namun masih bisa diamankan kiper Semen Padang. Pertandingan kemudian berjalan lebih berimbang. Pada menit ke-26, Semen Padang nyaris mencetak gol melalui Maicon Souza dari serangan balik, tetapi sepakan datarnya hanya melebar tipis di sisi gawang.
Gol yang ditunggu justru datang dari tim tamu. Pada menit ke-31, Persib Bandung berhasil memecah kebuntuan lewat Ramon De Andrade Souza. Berawal dari serangan balik cepat yang dibangun Berguinho, umpan datarnya berhasil disambut Ramon dan tak mampu dihalau kiper Semen Padang. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Persib. Tertinggal satu gol, Semen Padang mencoba bangkit. Pada menit ke-37, peluang emas didapat dari kemelut di depan gawang, tetapi sepakan Guillermo masih bisa diamankan Teja Paku Alam. Di sisi lain, Persib juga beberapa kali mengancam. Thom Haye mendapatkan peluang pada menit ke-40, namun sepakannya melambung. Satu menit berselang, sepakan kerasnya kembali mengancam, tetapi berhasil ditepis kiper tuan rumah. Menjelang turun minum, Persib kembali menciptakan peluang lewat Berguinho, namun belum membuahkan hasil. Hingga tambahan waktu dua menit berakhir, skor 0-1 untuk keunggulan Persib Bandung tetap bertahan.
Susunan Pemain:
Semen Padang FC:
Rendy Oscario (GK), Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi, Angelo Meneses, Ade Kristiano, Asyraq Gufran, Maicon Souza, Diego Mauricio, Boubakary Diarra, Ripal Wahyudi, Kazaki Nakagawa, Guillermo Hernandez Hierro.
Persib Bandung:
Teja Paku Alam (GK), Eliano Reijnders, Julio Cesar, Kakang Rudianto, Beckham Putra, Adam Alis, Marc Klok, Thom Haye, Federico Barba, Berguinho, Ramon De Andrade Souza.
2. Pria di Padang Tusuk Leher Korbannya hingga Tewas, Polisi Sita Pisau Sepanjang 20 Cm
Satreskrim Polresta Padang menyita sebilah pisau bergagang kayu sepanjang 20 sentimeter sebagai barang bukti utama dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di tempat hiburan malam di Kota Padang, Sumatera Barat. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah tempat hiburan karaoke, Jalan Niaga, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 02.55 WIB. Korban diketahui bernama Peri (35) yang meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian leher sebelah kiri. Sedangkan terduga pelaku berinisial HMP (32) yang saat ini sudah diamankan oleh Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang. Inisial HMP ditangkap pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Jalan Jati Rumah Gadang, Kecamatan Padang Timur.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, menyebut pelaku diamankan dalam perkara penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ia mengonfirmasi bahwa pisau tersebut merupakan alat yang digunakan pelaku untuk melukai leher korban bernama Peri (35) hingga mengakibatkan pendarahan hebat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah pisau bergagang kayu sepanjang sekitar 20 sentimeter yang diduga digunakan pelaku. Selain itu, turut diamankan sejumlah barang lain seperti pakaian, sandal, tas selempang, dan sepatu yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Pemicu Kejadian dan Modus Operandi
Kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil diungkap aparat kepolisian. Seorang pria berinisial HMP diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kompol Muhammad Yasin, mengatakan, terhadap pelaku masih dilakukan penyelidikan intensif. “Pelaku diamankan setelah dilakukan penyelidikan intensif, termasuk olah TKP dan analisis rekaman CCTV,” ujar Yasin, Minggu (5/4/2026). Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari anak korban, Putri Bunga Alika, yang tercatat dalam Laporan Polisi nomor LP/B/292/IV/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tertanggal 3 April 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula dari cekcok antara pelaku dan korban di dalam tempat hiburan malam. Sempat terjadi adu mulut, hingga akhirnya pelaku mengeluarkan pisau dan menusukkan ke arah leher korban. Akibatnya, korban mengalami pendarahan hebat. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST), namun nyawanya tidak tertolong. “Dari rekaman CCTV, pelaku teridentifikasi sebagai orang yang melakukan penganiayaan tersebut,” jelasnya.
Proses Hukum dan Ancaman Pidana
Setelah mengantongi identitas pelaku, Tim Klewang langsung bergerak dan berhasil mengamankan HMP tanpa perlawanan. Pelaku juga mengakui perbuatannya. Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 468 ayat 2 junto Pasal 458 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian,” pungkas Yasin.
3. Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Ulu Gadut Padang, BPBD: Akibat Hujan Disertai Angin Kencang
Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kota Padang pada Sabtu (5/4/2026) sore. Kondisi ini mengakibatkan satu unit pohon alpukat berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga di kawasan Ulu Gadut, Kecamatan Pauh. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, insiden tersebut terjadi tepatnya di RT 02 RW 03, Kelurahan Limau Manis Selatan, sekitar pukul 15.20 WIB.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Al Banna, menyebut telah terjadi kejadian pohon tumbang menimpa rumah akibat hujan disertai angin kencang. “Akibat kejadian ini membuat satu unit rumah mengalami kerusakan akibat ditimpa pohon jenis alpukat,” ujar Al Banna. Kata dia, pohon ini memiliki panjang kurang lebih 20 meter dengan diameter 80 cm. Meskipun menimpa bangunan rumah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Respons Cepat Tim Gabungan
Mendapat laporan dari warga, personil Rescue PB BPBD Kota Padang langsung meluncur ke lokasi kejadian. Tim bergerak taktis memotong batang pohon yang melintang menggunakan gergaji mesin (chainsaw) guna meminimalisir kerusakan lebih lanjut pada bangunan dan membuka akses jalan. “Anggota Rescue BPBD telah selesai melakukan pengerjaan evakuasi pohon tumbang tersebut. Saat ini kondisi di lokasi sudah kembali kondusif,” ujar Al Banna. Saat ini sisa material pohon telah dibersihkan. BPBD Kota Padang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang. “Terutama saat terjadi hujan lebat dan angin kencang yang kerap melanda wilayah Kota Padang belakangan ini,” pungkasnya.







