IKABARI
Banyak pemilik mobil hanya memperhatikan kondisi tapak ban tanpa mempertimbangkan usia penggunaannya. Padahal, usia ban juga menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat keamanan saat berkendara di jalan raya.
Untuk mengetahui informasi usia ban, Anda bisa melihat kode produksi yang tertera di dinding ban. “Coba lihat kode angka di samping ban. Perhatikan berapa digit angka dan hurufnya,” ujar Hari Permana, pemilik toko ban RSK Garage.
Kode tersebut biasanya terdiri dari empat digit angka yang diawali dengan tulisan DOT. Dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua angka terakhir menunjukkan tahun pembuatan.
Misalnya, jika kode yang tertera adalah 1124, maka artinya ban diproduksi pada minggu ke-11 tahun 2024. “Setelah tahu kodenya, cukup dihitung saja usia pemakaiannya,” tambahnya.
Secara umum, ban memiliki masa pakai aman sekitar 3 hingga 5 tahun sejak tanggal produksi. Meskipun tapak ban masih terlihat tebal, kondisi karet bisa mengalami penurunan seiring waktu.
Karet yang sudah tua cenderung mengeras dan rentan retak. Hal ini dapat mengurangi daya cengkeram ban di jalan. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya memperhatikan kondisi fisik ban, tetapi juga memastikan bahwa usia ban masih dalam batas aman.
Tips Memeriksa Usia Ban
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memeriksa usia ban:
- Cari kode produksi yang terletak di dinding ban. Kode ini biasanya dimulai dengan tulisan “DOT” diikuti oleh empat digit angka.
- Dua digit pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua digit terakhir menunjukkan tahun pembuatan.
- Hitung usia ban dengan mengurangi tahun produksi dari tahun saat ini.
Risiko Menggunakan Ban Yang Sudah Tua
Meskipun tapak ban tampak baik, karet yang telah lama digunakan bisa mengalami perubahan struktur. Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan, seperti retak atau pecah. Selain itu, daya cengkeram ban bisa berkurang, terutama saat berkendara di permukaan basah atau licin.
Beberapa ahli merekomendasikan untuk mengganti ban setelah lima tahun meskipun kondisi fisiknya masih baik. Ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar tidak menghadapi risiko kecelakaan akibat ban yang rusak.
Cara Merawat Ban Agar Lebih Awet
Selain memperhatikan usia, perawatan rutin juga sangat penting untuk menjaga kualitas ban. Berikut beberapa cara merawat ban:
- Pastikan tekanan udara ban sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan yang terlalu rendah atau tinggi dapat mempercepat kerusakan.
- Lakukan rotasi ban secara berkala untuk memastikan aus merata.
- Hindari mengemudi dengan kecepatan tinggi terus-menerus, terutama di jalanan yang tidak rata.
- Periksa kondisi ban secara berkala, termasuk melihat adanya retak atau benda asing yang tertancap.
Dengan memperhatikan usia dan kondisi ban, Anda dapat memastikan keselamatan diri sendiri serta penumpang lainnya saat berkendara. Jadi, jangan hanya fokus pada tapak ban, tetapi juga periksa kode produksinya untuk mengetahui usia ban secara pasti.







