Pabrikan otomotif asal Tiongkok, BYD, terus mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di dalam negeri. Terbaru, perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah mengoperasikan 5.000 stasiun pengisian cepat (flash charging) yang tersebar di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan Car News China, pencapaian ini menjadi bagian dari program besar yang tengah digarap oleh BYD. Jaringan pengisian daya tersebut kini telah menjangkau 297 kota di seluruh Tiongkok.
Stasiun pengisian ke-5.000 dibangun di area layanan jalan tol Qinglan, dekat Lanzhou, Provinsi Gansu. Kehadiran fasilitas ini semakin memperkuat jaringan pengisian cepat di jalur strategis antarkota.
Keseriusan BYD tidak hanya terlihat dari pengembangan teknologi, tetapi juga dibuktikan dengan cepatnya proses pembangunan sistem pengisian daya terbaru ini.
Sebagai catatan, BYD baru saja memperkenalkan teknologi ini di Tiongkok pada awal Maret 2026. Artinya, kurang dari sebulan, BYD mampu membangun infrastruktur pengisian daya kilat yang juga membangun minat dan kepercayaan konsumen terhadap Flash Charging BYD.
Dari sisi teknologi, BYD mengandalkan baterai generasi kedua Blade Battery. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar 5 menit pada kondisi suhu normal.
Tak hanya itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 9 menit. Bahkan dalam kondisi ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius, proses pengisian hanya membutuhkan sekitar 12 menit.
Kemampuan ini menjadi salah satu keunggulan utama BYD dalam mengatasi kekhawatiran pengguna kendaraan listrik terhadap waktu pengisian daya. Isu “charging anxiety” selama ini menjadi salah satu hambatan adopsi mobil listrik.
BYD juga mengklaim baterai tersebut telah melewati berbagai uji ketahanan. Dalam pengujian 500 siklus fast charging, baterai tetap aman tanpa risiko kebakaran, bahkan saat diuji dengan metode penusukan ekstrem.
Selain itu, perusahaan juga memberikan garansi seumur hidup untuk sel baterai. Ini menjadi langkah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap durabilitas kendaraan listrik.
Fitur stasiun pengisian juga dibuat praktis dengan kabel model gantung berbobot ringan sekitar 2 kg. Sistemnya sudah mendukung plug-and-charge, sehingga pengguna tidak perlu lagi menggunakan aplikasi tambahan untuk memulai pengisian.
Pengembangan ini merupakan bagian dari target ambisius BYD untuk membangun 20.000 stasiun flash charging hingga akhir 2026. Jaringan tersebut mencakup wilayah perkotaan hingga jalur tol utama.
Langkah agresif ini sekaligus menandai persaingan ketat di industri kendaraan listrik Tiongkok. BYD disebut akan melampaui jaringan penukaran baterai milik NIO dan CATL dalam hal jangkauan infrastruktur.
Dengan ekspansi ini, BYD tidak hanya fokus pada produk kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem lengkap. Tujuannya jelas, membuat penggunaan mobil listrik semakin praktis dan nyaman bagi konsumen.







