IKABARI
Kanker kandung kemih adalah jenis penyakit yang menyerang sistem saluran kemih. Gejala awal kanker kandung kemih umumnya berkaitan dengan perubahan pada pola atau kenyamanan saat buang air kecil. Menurut ahli bedah urologi, dr Thomas Smith, gejala kanker kandung kemih yang kerap kali muncul berkaitan dengan adanya darah dalam urine.
“Gejala yang paling sering muncul pada kanker kandung kemih adalah adanya darah dalam urine,” jelas Smith. Dalam hal ini, empat orang pasien kanker kandung kemih membagikan pengalaman mereka mengenai tanda-tanda awal yang mereka alami. Lantas, apa saja gejala awal yang dirasakan pasien kanker kandung kemih?
Gejala Awal Kanker Kandung Kemih
Berikut ini beberapa gejala awal yang sering dialami oleh pasien kanker kandung kemih:
-
Darah dalam urine berwarna merah muda
Pada tahun 2018, dr Arthur Hamberger menyadari ada darah dalam urine-nya. Warnanya sangat samar, hanya sedikit rona merah muda, begitu halus hingga nyaris tak terlihat. Meski hanya terjadi sekali, sebagai seorang dokter dan penyintas kanker sebanyak tiga kali, Arthur tahu bahwa gejala sekecil apa pun tidak boleh diabaikan. Ia segera menghubungi ahli urologi dan menjalani CT urogram, sebuah pemindaian khusus untuk memeriksa kondisi saluran kemih. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia memiliki tumor cukup besar di kandung kemih, serta massa yang mencurigakan di pankreas. Kini, setelah melewati enam kali perawatan dan dinyatakan pulih dari kanker, Arthur merasa sangat bersyukur karena tidak mengabaikan tanda awal tersebut. Dokternya berhasil mengangkat tumor di kandung kemih tanpa harus mengangkat organ itu sendiri. -
Kencing darah di waktu pagi
Suatu pagi, Margo Wickersham melihat ada darah dalam urine-nya. Keesokan paginya, hal yang sama terjadi lagi, dan setelah itu tak pernah muncul kembali. Meski hanya tampak sedikit dan berwarna merah muda, bukan merah terang, Margo merasa ada sesuatu yang tidak beres. “Saya berusia 57 tahun dan sudah melewati masa menopause, jadi hampir tidak ada alasan yang logis untuk menjelaskan munculnya darah,” kenangnya. Dia pun memutuskan untuk menemui ahli urologi. Pemeriksaan sistoskopi menunjukkan adanya tumor kecil di kandung kemih. Margo kemudian didiagnosis menderita kanker kandung kemih stadium I yang bersifat sangat agresif. Ia mencari pendapat kedua ke MD Anderson Cancer Center, yang tidak hanya mengonfirmasi diagnosis tersebut, tetapi juga menemukan bahwa dia mengidap kanker plasmacytoid, jenis kanker kandung kemih yang langka dan dikenal berisiko tinggi untuk kambuh. -
Kelelahan disertai perubahan lain pada tubuh
Ketika Ron Speidel mulai merasa mudah lelah di awal usia 60-an, dia menganggapnya sebagai efek samping dari perubahan pola makan, jadwal tidur yang tidak teratur, serta faktor usia yang memang tak terelakkan. “Sayangnya, gejala seperti ini sering dianggap wajar. Kami pun tidak bisa langsung menggunakan CT scan hanya karena pasien merasa lelah,” ujar dokter urologinya di McAllen, Texas. Namun ternyata, kelelahan itu adalah tanda awal dari kanker kandung kemih yang diderita Ron. Beberapa bulan kemudian, dia melihat darah dalam urine, sebuah gejala yang jauh lebih jelas. Dia pun segera membuat janji untuk berkonsultasi dengan dokter keesokan harinya. “Keesokan paginya, urine saya hampir sepenuhnya berwarna darah. Perubahannya begitu drastis, hanya dalam satu hari,” kenangnya. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter urologinya mengonfirmasi bahwa dia menderita kanker kandung kemih dan langsung merujuknya ke MD Anderson untuk mendapatkan perawatan lanjutan. -
Sakit perut pada ginjal kiri
Paula Wolf, perempuan berusia 60 tahun, didiagnosis kanker kandung kemih pada 2017. Awalnya ia merasakan sakit perut dan refluk asam lambung. Pada saat pemeriksaan USG perut, dokter menemukan adanya kelainan dalam ginjal kiri Paula. Pemindaian CT kemudian dilakukan pada bagian perut dan pinggulnya, lalu pada Desember 2017 dia didiagnosis menderita kanker kandung kemih. “Pada bulan Maret 2018, saya menjalani reseksi tumor kandung kemih transuretral, yang juga dikenal sebagai TURBT. Dokter menyuntikkan larutan yang di bawah cahaya biru, menyebabkan sel kanker berubah menjadi merah muda neon. Kemudian dokter bedah memotong tumor yang terlihat,” kenang Paula.
Waspadai Gejala Lain dari Kanker Kandung Kemih
Meskipun darah dalam urine atau yang dikenal secara medis sebagai hematuria adalah tanda paling umum dari kanker kandung kemih, dr Smith menekankan bahwa ada gejala lain dari kanker kandung kemih yang sering muncul dan tak kalah penting untuk dikenali. Menurutnya, banyak pasien juga mengeluhkan rasa perih atau terbakar saat buang air kecil, sebuah sensasi tidak nyaman yang kerap disangka sebagai gejala infeksi biasa. Selain itu, beberapa pasien mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, bahkan di malam hari. Dorongan yang sangat kuat dan mendesak untuk berkemih, meskipun volume urin yang keluar sedikit. Smith menjelaskan bahwa gejala-gejala ini memang mirip dengan tanda-tanda infeksi saluran kemih (ISK) atau gangguan kandung kemih lainnya. Oleh karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan penyebabnya tanpa pemeriksaan medis. “Karena kemiripan gejala dengan kondisi lain, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami hal-hal tersebut,” ujarnya. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu membedakan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh infeksi ringan atau sesuatu yang lebih serius seperti kanker kandung kemih, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.







