Iran: Hak Kontrol Selat Hormuz Harus Diserahkan ke Negara Pesisir

Iran: Hak Kontrol Selat Hormuz Harus Diserahkan ke Negara Pesisir



IKABARI.CO.ID, MOSKOW – Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa hak eksklusif untuk mengendalikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz harus sepenuhnya diberikan kepada negara-negara pesisir. Secara geografis, jalur pelayaran global yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman ini berbatasan langsung dengan Iran dan Oman, serta dekat dengan Uni Emirat Arab.

“Langkah pertama adalah menetapkan prinsip internasional bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah kendali eksklusif negara-negara pesisir,” ujar Jalali kepada RIA Novosti, Senin (6/4/2026).

Jalali menjelaskan bahwa Iran, seperti negara pesisir lainnya, memiliki hak untuk mengekspor minyak secara bebas melalui selat tersebut. Ia memperingatkan bahwa jika hak itu tidak terpenuhi, maka tidak ada pihak mana pun yang dapat mengekspor minyak melalui jalur tersebut.

Selain itu, Jalali menyatakan bahwa kapal-kapal harus menggunakan nama geografis Teluk Persia agar diizinkan melintas. Mengenai kompensasi lintasan, ia mengusulkan adanya jaminan pembelian produk-produk Iran serta mekanisme pembayaran di luar skema sanksi.

Saat ini, Parlemen Iran sedang menyusun sistem hukum baru untuk mengatur lalu lintas dan kedaulatan di Selat Hormuz. Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran yang dimulai 28 Februari 2026.

Blokade Iran atas jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global telah mendorong kenaikan harga energi global.



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas utama Washington di tengah negosiasi dengan Iran. Trump mengatakan negosiasi berjalan dengan baik meski Iran membantah.

“Saya akan katakan itu adalah prioritas yang sangat besar,” ujar Trump saat ditanya apakah pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut masuk dalam daftar konsesi yang diharapkan Washington dari Teheran sebagai bagian dari kesepakatan.

Trump mengatakan bahwa dia memiliki rencana pasti untuk menyelesaikan konflik Iran, tetapi dia tidak akan mengungkapkannya kepada publik. “Saya punya rencana terbaik, tapi saya tidak akan memberi tahu Anda apa rencana saya,” kata Trump kepada wartawan.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa Washington dan Teheran telah melakukan perundingan yang produktif. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung, tetapi menyatakan bahwa Teheran telah menerima pesan melalui perantara tentang keinginan Washington untuk memulai dialog guna mengakhiri konflik.

Related posts