Militer Iran Temukan Identitas Mayor Ryder di Puing-Puing HC-130J

Militer Iran Temukan Identitas Mayor Ryder di Puing-Puing HC-130J

Penemuan Dokumen Militer di Lokasi Jatuhnya Pesawat di Iran

Di wilayah Isfahan selatan, Iran, pada Senin (6/4/2026), sejumlah media Iran melaporkan penemuan dokumen identitas yang tampaknya berasal dari lokasi jatuhnya pesawat HC-130J Combat King II. Dokumen-dokumen tersebut dikaitkan dengan seorang pria bernama “Amanda M. Ryder”, yang merupakan seorang Mayor Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Beberapa gambar menunjukkan izin tinggal B2 yang dikeluarkan oleh kontrol perbatasan Israel, yang kedaluwarsa pada 20 Maret 2026. Izin B2 biasanya diberikan untuk keperluan pariwisata dan kunjungan sipil jangka pendek, bukan untuk operasi militer. Hal ini menunjukkan bahwa Mayor Ryder menggunakan izin sebagai warga sipil dari Israel untuk berperang melawan Iran.

Penemuan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ini terjadi setelah laporan tentang operasi penyelamatan pasukan khusus AS (Delta Force) terhadap pilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh di daerah pegunungan Isfahan. Media seperti Tehran Times juga membagikan foto-foto yang menunjukkan dokumen, kartu identitas, dan barang-barang pribadi awak pesawat HC-130J tersebut. Selain dokumen dan identitas Israel, terdapat pula kartu kredit milik Mayor Ryder.

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E Strike Eagle

Menurut informasi yang diberikan oleh pejabat Amerika Serikat (AS) kepada berbagai media, pilot F-15E Strike Eagle dari Pangkalan Lakenheat, Inggris, akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi persembunyian. Selama bertahan, pilot berpangkat Kolonel itu menggunakan pelatihan wajib Survival, Evasion, Resistance, and Escape (SERE) demi menghindari penangkapan selama satu setengah hari.

Seorang pejabat pertahanan mengungkapkan kepada Axios bahwa pilot “terpisah beberapa mil” dengan “ratusan” tentara IRGC “di mana-mana.” Mendapati situasi ini, operasi penyelamatan melibatkan ratusan pasukan khusus dan personel militer, serta puluhan jet tempur dan helikopter AS. Operasi tersebut dilakukan pada malam hari setelah AS mendirikan pangkalan sementara di Iran, kata pejabat tersebut.

Peran Israel dalam Operasi Penyelamatan

Israel disebut telah berbagi informasi intelijen tentang situasi di lapangan. Menurut pejabat tersebut, Israel melakukan satu serangan untuk menghalangi IRGC mencapai daerah persembunyian pilot F-15. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan positif tentang hubungan antara AS dan Israel, menyebut mereka sebagai “mitra yang baik” dan “orang-orang yang hebat dan berani.”

Setelah pendaratan darurat, Kolonel tersebut mendaki punggung gunung setinggi 7.000 kaki dan bersembunyi di celah. Saat menghindari penangkapan, ia mengaktifkan suar darurat, yang memungkinkan pasukan AS untuk menemukannya. Dua pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa sinyal yang diberikan oleh sang pilot terputus-putus.

Peran CIA dalam Operasi Penyelamatan

Badan Intelijen Pusat (CIA) berada di pusat operasi tersebut, melancarkan kampanye penipuan untuk mengelabui pejabat Iran. Menurut Axios, agen CIA menyebarkan kampanye palsu di Iran bahwa kedua awak jet F-15 yang jatuh telah ditemukan dan bahwa pasukan AS sedang berupaya melakukan evakuasi, mencoba membingungkan pejabat Iran yang juga berupaya menangkap perwira tersebut.

CIA menggunakan teknologi khusus untuk menemukan penerbang tersebut dan memastikan bahwa itu adalah dia, kata seorang pejabat kepada Times. Selain itu, CIA juga dilaporkan memfasilitasi “pemulihan bantuan tidak konvensional,” sebuah proses di mana badan tersebut menghubungi warga sipil yang bersedia membantu atau melindungi pasukan militer AS.

Upaya IRGC dalam Pencarian

Sementara pilot tersebut bersembunyi di pegunungan, IRGC mengatakan mereka sedang mencari di area dekat tempat pesawat pilot itu jatuh. Pejabat Iran mengeluarkan permohonan publik kepada penduduk setempat untuk menemukan anggota kru tersebut, menawarkan hadiah sebesar 60 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1 miliar.



Penemuan identitas milik Mayor Amanda M. Ryder dari Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di reruntuhan pesawat HC-130J Combat King II di wilayah Isfahan selatan, Iran, Senin (6/4/2026). – (Tehran Times)

Related posts