Kereta Cepat Whoosh: Pentingnya Kesadaran Penumpang dalam Menjaga Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan
Pascainsiden seorang penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau seluruh pengguna untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan keselamatan. Tindakan tersebut dinilai sangat berisiko dan dapat mengganggu kelancaran operasional perjalanan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa tindakan penumpang yang menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup akibat lupa membawa barang bawaannya menyebabkan gangguan pada sistem buka tutup pintu otomatis. Hal ini juga memicu keterlambatan perjalanan yang seharusnya berangkat pada pukul 07.23 WIB menjadi pukul 07.25 WIB.
Eva menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pihaknya mengecam tindakan penumpang karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga berpotensi merusak sarana dan merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan.
Berikut beberapa poin penting yang ditegaskan oleh KCIC:
- Sistem Pintu Otomatis: Setiap rangkaian Kereta Cepat Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam keamanan perjalanan. Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan sarana secara jangka panjang.
- Petugas di Peron dan Dalam Kereta: KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup.
- Arahan Petugas: Penumpang diharuskan selalu mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan perjalanan.
- Periksa Barang Bawaan: Seluruh penumpang wajib memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum memasuki kereta karena seluruh bawang bawaan penumpang menjadi tanggung jawab pribadi.
- Lost and Found: Jika terdapat barang yang tertinggal, penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut melalui sistem lost and found milik KCIC.
Eva juga menjelaskan bahwa penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut. Ia berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana.
Dengan adanya insiden ini, KCIC mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna kereta cepat untuk lebih waspada dan bertanggung jawab dalam menggunakan fasilitas yang tersedia. Kesadaran dan disiplin dari para penumpang sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta cepat di masa depan.







