Kylian Mbappe, pemain sepak bola ternama yang kini bermain untuk Real Madrid, memiliki latar belakang yang unik. Karena keturunannya, ia bisa mewakili tiga negara sekaligus, yaitu Prancis, Kamerun, dan Aljazair. Namun, ia memilih untuk membela Timnas Prancis karena alasan yang sangat personal.
Mbappe lahir dan tumbuh di Prancis, sehingga negara ini menjadi pilihan pertamanya. Selain itu, ia juga memiliki ikatan kuat dengan ayahnya, Wilfried Mbappe, yang berasal dari Kamerun, serta ibunya, Fayza Lamari, yang memiliki darah Aljazair. Dengan latar belakang ini, Mbappe memiliki kemungkinan besar untuk memilih salah satu dari tiga negara tersebut sebagai wakilnya di level internasional.
Namun, pada awal kariernya, Mbappe memutuskan untuk bergabung dengan Timnas Prancis. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 96 caps bersama Les Bleus. Pemain yang pernah bermain untuk PSG ini akhirnya membuka mulut tentang keinginannya jika tidak membela Prancis.
Menurut Mbappe, jika ia tidak memilih Prancis, maka ia akan lebih memilih Kamerun. Hal ini karena ia lebih dekat dengan budaya Kamerun yang berasal dari ayahnya. Meski begitu, ia tidak melupakan Aljazair. Ia mengatakan bahwa hubungannya dengan keluarga Aljazair semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya lebih banyak dibesarkan dengan budaya Kamerun daripada budaya Aljazair, karena saya lebih dekat dengan keluarga Kamerun saya,” ujar Mbappe. “Namun, seiring berjalannya waktu, saya menjadi jauh lebih dekat dengan keluarga Aljazair.”
Ia juga menyebutkan bahwa ia ingin berkunjung ke Aljazair karena belum pernah ke sana. “Saya ingin pergi ke Aljazair karena belum pernah ke sana, tetapi itu adalah sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan.”
Meskipun demikian, Mbappe mengakui bahwa ia sering pergi ke Kamerun karena lebih banyak dibesarkan di sisi keluarga itu. Ia bahkan menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarganya bermain sepak bola. “Saya akan mengatakan saya akan bermain untuk Kamerun dan mengirim Ethan (adiknya) untuk bermain bagi Aljazair,” tambahnya.
Meskipun ada opsi lain, keputusan Mbappe untuk membela Prancis dianggap sebagai langkah yang tepat. Bersama Les Bleus, ia berhasil meraih prestasi hebat, seperti gelar Piala Dunia 2018. Saat itu, ia dipercaya oleh pelatih Didier Deschamps di lini serang meskipun usianya belum genap 20 tahun.
Kini, Mbappe juga dipercaya sebagai kapten tim setelah hampir mencapai 100 caps bersama Prancis. Selain itu, ia hanya butuh dua gol lagi untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis. Dengan prestasi yang diraihnya, keputusan untuk membela Prancis tampaknya menjadi pilihan yang paling tepat bagi Kylian Mbappe.







