6 Jenis Teh Khas Cina yang Perlu Diketahui

6 Jenis Teh Khas Cina yang Perlu Diketahui


Menurut laman



Chazhidao Chinese Tea Traditions School



didasarkan pada beragam teknologi produksi yang diterapkan pada daun teh mentah. Meskipun secara teori semua jenis teh dapat diproduksi dari tanaman teh yang sama, kualitas rasa bisa sangat bervariasi tergantung pada teknologi pengolahannya.


Selain faktor teknologi, berbagai nuansa lain seperti asal usul, iklim, lingkungan budidaya, dan kultivar tanaman teh juga berperan penting dalam menentukan karakteristik rasa dan aroma teh.


Sebagai contoh, teh yang tumbuh di berbagai daerah di Tiongkok mengandung zat yang mempengaruhi rasa. Seperti teh dari Yunnan yang ditanam di pohon teh berdaun besar memberikan profil rasa berbeda dibandingkan dengan teh dari Fujian yang tumbuh pada semak berdaun kecil.


Selain itu, waktu panen, jenis daun yang digunakan, dan teknik penyeduhan juga sangat mempengaruhi kualitas teh yang dihasilkan. Setiap jenis teh memiliki waktu panen dan teknik penyeduhan yang berbeda untuk mempertahankan cita rasanya.


1. Teh Hijau


Teh hijau merupakan jenis teh yang paling populer di Cina dan dikenal karena proses produksinya yang minim oksidasi. Daun teh hijau biasanya dikeringkan dengan cara dipanggang atau dikukus untuk mempertahankan warna serta kandungan nutrisinya.


Salah satu teh hijau terkenal dari Cina adalah



Longjing



(Dragon Well) yang berasal dari Provinsi Zhejiang. Teh ini memiliki rasa segar dengan sedikit rasa manis serta aroma kacang-kacangan. Teh hijau kaya akan antioksidan dan dipercaya dapat meningkatkan metabolisme serta menjaga kesehatan jantung.


2. Teh Hitam


Teh hitam adalah teh yang mengalami proses oksidasi penuh dan menghasilkan warna merah kecoklatan dengan rasa yang lebih kuat dibandingkan teh lainnya. Salah satu jenis teh hitam yang terkenal dari Cina adalah



Keemun



, yang berasal dari Provinsi Anhui. Teh ini memiliki aroma bunga yang khas dan rasa yang sedikit smoky. Teh hitam seringkali digunakan sebagai dasar untuk berbagai campuran teh di dunia, seperti teh Earl Grey.


3. Teh Oolong


Teh oolong adalah teh semi-oksidasi yang berada di antara teh hijau dan teh hitam, baik dari segi rasa maupun warna. Salah satu teh oolong paling terkenal dari Cina adalah



Tieguanyin



, yang berasal dari Fujian. Teh ini memiliki aroma floral yang khas dengan rasa yang kompleks dan berlapis. Teh oolong dikenal memiliki manfaat dalam meningkatkan metabolisme dan mendukung pencernaan sehingga sering dikonsumsi setelah makan.


4. Teh Putih


Teh putih adalah teh yang mengalami proses paling sedikit, di mana daun teh hanya dikeringkan tanpa proses oksidasi atau fermentasi. Teh putih paling terkenal dari Cina adalah



Bai Mudan



(White Peony) dan



Baihao Yinzhen



(Silver Needle



)



yang berasal dari Fujian.


Teh ini memiliki rasa ringan dengan sedikit aroma bunga dan madu. Kandungan antioksidannya yang tinggi menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang mencari manfaat kesehatan, terutama dalam hal memperlambat penuaan dan meningkatkan sistem imun.


5. Teh Pu-erh


Teh pu-erh adalah satu-satunya jenis teh yang mengalami proses fermentasi, sehingga memiliki rasa yang semakin kaya seiring waktu penyimpanannya. Teh ini berasal dari Provinsi Yunnan dan tersedia dalam dua jenis utama, yaitu



sheng



(mentah) dan



shou



(matang). Teh pu-erh dikenal memiliki rasa tanah yang khas dan sering digunakan untuk membantu pencernaan serta mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.


6. Teh Kuning


tinggi. Salah satu jenis teh kuning yang terkenal adalah



Junshan Yinzhen



yang berasal dari Hunan. Teh ini memiliki rasa manis yang lembut dengan aroma khas.

Sumber Asupan Antioksidan, Apa Saja?

Related posts