(Lanjutan dari Bagian 1)
Kenali Keajaiban Rempah Nusantara, bagian 1)
8. Ketumbar:
Bijinya yang kecil menyimpan aroma dan rasa yang khas. Ketumbar sering digunakan dalam kari dan masakan berkuah lainnya. Ketumbar bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan dan menurunkan tekanan darah.
9. Jintan:
Si hangat yang sering dipadukan dengan ketumbar dalam masakan kari. Jintan memiliki aroma hangat dan rasa sedikit pahit. Jintan bermanfaat untuk mengatasi kembung dan meningkatkan nafsu makan.
10. Kemiri:
Memberikan tekstur kental pada masakan dan menambah cita rasa gurih. Kemiri sering digunakan dalam rendang, opor, dan masakan bersantan lainnya. Kemiri juga kaya akan lemak sehat dan vitamin E.
11. Kapulaga:
Rempah beraroma hangat dan sedikit manis yang sering digunakan dalam masakan manis dan minuman hangat. Kapulaga bermanfaat untuk menyegarkan napas dan mengatasi masalah pencernaan.
12. Cengkeh:
Bunga kering yang memiliki aroma kuat dan rasa sedikit pedas. Cengkeh sering digunakan dalam masakan pedas dan minuman hangat. Cengkeh bermanfaat sebagai antiseptik, antibakteri, dan dapat membantu mengatasi sakit gigi.
13. Kayu Manis:
Kulit kayu yang memiliki aroma hangat dan rasa manis yang khas. Kayu manis sering digunakan dalam masakan manis, kue, dan minuman hangat. Kayu manis bermanfaat untuk mengendalikan gula darah dan kolesterol.
14. Pala:
Biji pala memiliki aroma hangat dan rasa sedikit manis. Pala sering digunakan dalam masakan berkuah, kue, dan minuman hangat. Pala bermanfaat untuk menenangkan saraf dan membantu tidur.
15. Lada Putih:
Si lembut yang diperoleh dari biji lada yang sudah matang dan dikupas kulitnya. Lada putih memiliki aroma yang lebih lembut daripada lada hitam, dan sering digunakan dalam masakan berwarna terang agar tidak mengubah tampilan hidangan. Lada putih bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyehatkan pencernaan, dan memiliki sifat antioksidan.
16. Lada Hitam:
Biji lada yang dikeringkan dengan aroma tajam dan rasa pedas yang khas. Sering digunakan dalam berbagai masakan, terutama untuk memberikan rasa pedas pada sup, tumisan, dan hidangan daging. Lada hitam bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme, menyehatkan pencernaan, dan memiliki sifat antibakteri.
17. Bunga Lawang (Pekak):
Berbentuk seperti bintang dengan aroma yang khas mirip adas manis. Bunga lawang sering digunakan dalam masakan Tiongkok, Vietnam, dan Indonesia, terutama untuk bumbu sop dan masakan berkuah. Bunga lawang bermanfaat untuk mengatasi kembung, melancarkan pencernaan, dan memiliki sifat antioksidan.
18. Adas Manis:
Memiliki aroma dan rasa yang manis dan sedikit seperti licorice. Adas manis sering digunakan dalam masakan India, Timur Tengah, dan Eropa. Adas manis bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, menyegarkan napas, dan memiliki sifat antiinflamasi.
19. Asam Kandis:
Buah yang dikeringkan dan memiliki rasa asam yang khas. Asam kandis sering digunakan dalam masakan Indonesia, terutama untuk memberikan rasa asam pada sayur asam dan masakan berkuah lainnya. Asam kandis bermanfaat untuk menambah nafsu makan, menyehatkan pencernaan, dan kaya akan vitamin C.
20. Daun Jeruk:
Daun yang memiliki aroma citrus yang segar. Daun jeruk sering digunakan dalam masakan Indonesia, terutama untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan daging. Daun jeruk juga bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan dan memiliki sifat antioksidan.
21. Daun Salam:
Daun yang memiliki aroma khas yang harum. Daun salam sering digunakan dalam masakan Indonesia, terutama untuk memberikan aroma pada masakan berkuah dan tumisan. Daun salam bermanfaat untuk mengendalikan gula darah, menurunkan kolesterol, dan memiliki sifat antibakteri.
23. Kemangi:
Daun yang memiliki aroma khas yang segar. Kemangi sering digunakan sebagai lalapan dan juga dalam masakan Indonesia, terutama untuk masakan pedas dan sambal. Kemangi bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memiliki sifat antioksidan.
24. Kapulaga India:
Memiliki aroma yang lebih kuat daripada kapulaga biasa. Kapulaga India sering digunakan dalam masakan India dan Timur Tengah. Kapulaga India bermanfaat untuk menyegarkan napas, mengatasi masalah pencernaan, dan memiliki sifat antioksidan.
25. Bunga Pala:
Selaput berbentuk jaring yang menyelimuti biji pala. Bunga pala memiliki aroma yang lebih lembut daripada biji pala dan sering digunakan dalam masakan Eropa. Bunga pala bermanfaat untuk mengatasi insomnia, menenangkan saraf, dan memiliki sifat antiinflamasi.
26. Kayu Masoye:
Kulit kayu yang memiliki aroma hangat dan rasa sedikit pahit. Kayu masoye sering digunakan dalam masakan Maluku dan Papua. Kayu masoye bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, meredakan nyeri haid, dan memiliki sifat antibakteri.
27. Rimpang Kunci:
Rimpang yang memiliki aroma tajam dan rasa sedikit pahit. Rimpang kunci sering digunakan dalam jamu dan masakan tradisional. Rimpang kunci bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, menyehatkan pencernaan, dan memiliki sifat antiinflamasi.
28. Daun Pandan:
Daun yang memiliki aroma harum yang khas. Daun pandan sering digunakan dalam masakan Indonesia dan Asia Tenggara, terutama untuk memberikan aroma dan warna hijau pada kue, minuman, dan masakan lainnya. Daun pandan bermanfaat untuk menenangkan saraf, menyehatkan rambut, dan memiliki sifat antioksidan.
Yuk, Berkreasi dengan Rempah!
Setelah mengenal berbagai jenis rempah dan manfaatnya, kini saatnya beraksi di dapur!
Pilih rempah-rempah yang sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda.
Ingin menghangatkan tubuh? Gunakan jahe, cengkeh, dan kayu manis.
Ingin menyehatkan pencernaan? Kunyit, ketumbar, dan jintan adalah pilihan yang tepat.
Atau ingin menciptakan hidangan yang beraroma segar? Daun jeruk, serai, dan kemangi siap memberikan sentuhan istimewa.
Jangan takut untuk bereksperimen dan mencoba kombinasi rempah yang berbeda.
Siapa tahu, Anda bisa menciptakan resep andalan baru yang lezat dan bermanfaat bagi kesehatan. Selamat berkreasi di dapur!
*_@b_creative012025
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







