Indra Sjafri mengatakan dua pertandingan yang sudah dijalani skuad asuhannya di Mandiri U-20 Challenge Series 2025 memberi gambaran yang dibutukan untuk berlaga di Piala Asia U-20 2025.
Timnas Indonesia U-20 akan bertanding di Piala Asia U-20 2025 di Shenzhen, Cina pada 12 Februari hingga 1 Maret mendatang. Di kejuaraan ini, skuad Garuda Muda berada di Grup C bersaing dengan Iran, Uzbekistan, dan Yaman.
Menurut Indra, anak asuhnya banyak belajar setelah dikalahkan Suriah 0-2 pada pertandingan kedua, Senin malam, 27 Januari. Laga itu memberikan gambaran pertandingan nanti, terutama untuk menghadapi sang juara bertahan Uzbekistan.
Sebelumnya, di pertandingan pertama, Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan kalah 0-1 dari Yordania. Mereka tak mampu mencetak gol balasan setelah kebobolan pada menit keempat dan bermain dengan keunggulan jumlah pemain setelah kiper utama lawan diganjar karti merah pada menit ke-17.
.
Saat menghadapi Suriah, timnas U-20 Indonesia berinisiatif menyerang lebih dulu di awal pertandingan. Namun, tekanan yang terus dilakukan tidak membuahkan gol, dan akhirnya kebobolan pada menit ke-28. Gawang Ikram Al Giffari kembali kebobolan pada menit ke-66.
Lebih lanjut, Indra mengungkapkan, dari pertandingan melawan Suriah memberikan gambaran untuk melihat kualitas timnas negara lain terutama di grup C Piala Asia U-20 sudah terlihat jelas. “Kami sudah nampak gambaran sekarang bagaimana kualitas nanti yang akan dihadapi di Piala Asia 2025. Kami saat ini memang coba mencari informasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim nasional Suriah pernah menahan juara bertahan Piala Asia, yakni Uzbekitan saat uji coba. “Jadi kami melihat mereka, kualitas Uzbekistan mungkin lebih kurang seperti Suriah atau mungkin lebih baik,” kata dia.
, menentukan taktik untuk bagaimana bisa mencuri poin atau memenangkan pertandingan nanti,” ucapnya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







