Wajib Ditiru Klub Liga 1, Ini Rahasia Wakil Thailand Bisa Bersaing di Level Asia

Wajib Ditiru Klub Liga 1, Ini Rahasia Wakil Thailand Bisa Bersaing di Level Asia

Hal ini diungkapkan oleh mantan Direktur Eksekutif Liga Thailand, Benjamin Tan, dalam wawancara dengan Znews.

Dalam beberapa tahun terakhir, klub-klub Liga Thailand tidak lagi menjadi pelengkap di kancah Asia.

Mereka kerap membuat kejutan kala menghadapi klub-klub besar dari Jepang atau Korea Selatan.

Tidak heran apabila Liga Thailand saat ini menduduki posisi keempat Wilayah Timur di klasemen kompetisi Asia.

Berada di bawah Jepang, Korea Selatan, dan China, Liga Thailand jauh meninggalkan Liga 1 di posisi ke-10.

Menurut Benjamin, pembangunan klub Liga Thailand yang berkelanjutan dijamin lewat ekositem multi-dimensi.

Faktor keuangan, administrasi, komunitas dan olahraga terhubung erat untuk membantu klub berkembang.

“Untuk mempertahankan keberlanjutan jangka panjang, klub sepak bola perlu memadukan stabilitas keuangan, manajemen yang solid, keterlibatan masyarakat, dan kesuksesan di lapangan.”

“Di Liga Thailand, pendapatan dari hak siar dan stabilitas pemilik di level Liga Thailand memberikan fondasi yang kokoh.”

“Namun, untuk berkembang lebih kuat, klub perlu fokus pada diversifikasi sumber pendapatan mereka.”

“Mulai dari pendapatan hari pertandingan, sponsor, penjualan merchandise, hingga kegiatan komersial.”

“Pada saat yang sama, pengendalian biaya, terutama gaji pemain dan biaya transfer, perlu diterapkan secara ketat untuk menghindari krisis keuangan,” ucap Benjamin.

Selain itu, Benjamin mengungkapkan bahwa klub-klub Liga Thailand sudah memikirkan strategi jangka panjang.

Salah satu strategi yang penting adalah berinvestasi dalam infrastruktur seperti stadion, fasilitas latihan, dan akademi.

“Salah satu strategi jangka panjang yang penting adalah berinvestasi dalam infrastruktur seperti stadion, fasilitas pelatihan, dan akademi.”

“Investasi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pengeluaran eksternal tetapi juga membantu klub mengembangkan bakat internal, sehingga mengurangi kebutuhan untuk membeli pemain mahal.”

“Akademi tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial tetapi juga menciptakan keterikatan jangka panjang antara pemain dan tim.”

“Mengintegrasikan pemain muda ke dalam tim utama juga merupakan cara untuk menciptakan sumber daya yang stabil dan berkelanjutan,” ucap Benjamin.

Benjamin mengatakan klub-klub Liga Thailand juga berupaya menjaga level kompetitif di pentas Asia.

Klub-klub Liga Thailand juga terus berusaha mempertahankan loyalitas para penggemar dan komunitas.

“Selain itu, klub berupaya menjaga keseimbangan kompetitif, mulai dari menstabilkan performa untuk mempertahankan penggemar hingga berpartisipasi dalam turnamen seperti Liga Champions Asia atau ASEAN Club Championship untuk meningkatkan pengaruh.”

“Bersamaan dengan itu, transparansi keuangan dan tata kelola yang efektif merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan dari penggemar dan investor.”

“Pentingnya keterlibatan komunitas dan penggemar tidak dapat diabaikan.”

“Aktivitas komunitas, interaksi platform digital, dan kebijakan harga tiket yang wajar akan menciptakan basis penggemar yang loyal, sehingga meningkatkan pendapatan dan meningkatkan dukungan pada hari pertandingan,” kata Benjamin.

Selain pasar lokal, Benjamin juga mengatakan bahwa beberapa klub mulai mengincar pasar internasional.

“Klub juga fokus pada pengembangan merek regional dan global, seperti yang telah dilakukan Buriram United, untuk menarik sponsor, penggemar, dan investor internasional.”

“Memperluas pasar mereka melalui tur, penjualan merchandise, dan kemitraan juga merupakan strategi penting untuk memastikan stabilitas keuangan jangka panjang.”

“Singkatnya, keberlanjutan klub tidak hanya berasal dari keuangan tetapi juga kombinasi dari banyak faktor.”

“Mulai dari manajemen yang ketat, pengembangan bakat, menjaga keseimbangan kompetitif hingga membangun hubungan yang kuat dengan komunitas dan penggemar.”

“Ini adalah jalan bagi tim untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di dalam dan luar lapangan,” tegas Benjamin.

Related posts