BOLASPORT.COM – PSIM Yogyakarta resmi promosi ke Liga 1, pelatih dan manajemen sudah meyakini bakal mengakhiri penantian 18 tahun berlaga di kasta tertinggi.
PSIM Yogyakarta memastikan satu tempat di Liga 1 musim depan usai menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru dalam babak 8 besar promosi Liga 2, Senin (17/2/2025).
Berlaga di Stadion Mandala Krida, Laskar Mataram menang lewat gol Rafinha dan Roken Tampubolon yang hanya dibalas sekali oleh gol Ilham Fathoni.
Dengan tambahan 3 poin, PSIM memuncaki klasemen akhir grup X dengan 15 poin dan akan menantang Bhayangkara FC di grand final Liga 2 2024-2025.
Yang lebih penting, PSIM mampu mengakhiri penantian 18 tahun tampil lagi di kasta tertinggi.
Terakhir kali mereka tampil di kasta tertinggi Liga Indonesia adalah pada 2007 lalu saat bernama Liga Djarum Indonesia.
Kala itu PSIM tak lolos ke Liga Super Indonesia yang digelar pada musim berikutnya.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto mengaku sangat bersyukur dengan keberhasilan timnya lolos ke Liga 1.
“Syukur alhamdulillah, menurut saya ini qadarullah sudah jalan tuhan,” kata Erwan dalam konferensi pers pasca-laga.
“Allah yang mengerakkan dan mempermudah jalan kita.”
“Semangat juang pemain bisa membawa PSIM ke Liga 1.”
“Terima kasih untuk dukungan suporter. Setelah penantian panjang akhirnya kita bisa ke Liga 1,” tambahnya.
Dari sisi pemain, Sunni Hizbullah berterima kasih kepada suporter yang senantiasa mendukung PSIM hingga berhasil naik kasta.
“Kami pemain bersyukur atas kemenangan ini sekaligus membawa PSIM hampir 20 tahun menanti momen ini. Ini hasil dari kerja keras semuanya,” ujar Sunni.
“Suporter luar bisa tidak menyurutkan semangat kami. Alhamdulillah terimakasih doanya,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden klub Liana Tasno tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada kerja keras pemain, pelatih dan manajemen yang senantiasa membantunya.
“Saya sebagai presiden klub sebenarnya banyak nggak bisanya kok, tapi Tuhan ngirimin orang-orang yang tepat untuk bantu PSIM ke Liga 1,” kata Liana.
“Puji Tuhan dengan skuad yang terkumpul saat ini kerja keras dengan tim kepelatihan.”
“Saya rasanya seneng aja gitu lho, tapi tolong jangan dihighlight karena saya, tapi karena kepelatihan dan semua pemain,” tambahnya.
Perjalanan PSIM musim ini diakui Liana Tasno cukup mengalami ups dan down.
Akan tetapi Liana Tasno mengakui keyakinan PSIM promosi ke Liga 1 sudah ada sejak kelolosan ke babak 8 besar.
“Saya cuma berpikir nggak akan mengutamakan kepentingan sendiri dulu, saya sudah nggak mikir mau, orang caci-maki kayak gimana, cuma satu yang saya pikir adalah (PSIM) lolos dulu (ke Liga 1),” ujarnya.
“Saya adalah pemimpin teratas, jadi harus menyemangati yang ada di bawah saat mereka down. Walaupun pengen nangis, pengen resign.”
“Kita sudah berpikir ini sedikit lagi, saya selalu ada keyakinan bahwa kita bisa lolos ke Liga 1. Terus terlebih waktu kita ke-8 besar, saya punya keyakinan yang belum ngomong ini ke tim utama karena takutnya jumawa.”
“Kita sudah yakin melewati 8 besar ini dengan mudah dan kita hanya berpegangan kepada keyakinan itu,” tambahnya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.




