Terjawab Sudah Film A Business Proposal Indonesia Kapan Tayang,Cek Jadwal Bioskop dan Sinopsis

Terjawab Sudah Film A Business Proposal Indonesia Kapan Tayang,Cek Jadwal Bioskop dan Sinopsis

– Terjawab sudah film A Business Proposal Indonesia kapan tayang, cek jadwal bioskop dan sinopsis.

Informasi seputar film A Business Proposal Indonesia kapan tayang, jadwal bioskop sudah resmi dirilis oleh Falcon Pictures.

Sesuai info, film A Business Proposal Indonesia mulai tayang di bioskop di seluruh Indonesia mulai 6 Februari 2025.

Film A Business Proposal merupakan sebuah remake yang diusung oleh Falcon Pictures dan menggandeng Ariel Tatum serta Abidzar Al-Ghifari sebagai tokoh utamanya.

Tak hanya kedua orang tersebut, sederet cast terkenal Caitlin Halderman, Ardhito Pramono, Indy Barends, Indro Warkop hingga aktor senior Slamet Rahardjo dan komika Yono Bakrie juga ikut tampil.

Sebelumnya, A Business Proposal terlebih dahulu diangkat menjadi serial atau drama di Korsel pada 2022 yang lalu.

Seperti apa alur atau jalan cerita dalam film A Business Proposal ini? Berikut kami berikan informasinya untukmu.


Sinopsis A Business Proposal

di perusahaan Bowo Foods.

Meskipun sikapnya riang dan supel, sebetulnya ia tengah mengalami masalah perekonomian.

Suatu hari, Yasmin (Caitlin Halderman) sahabatnya datang dan memberikan sebuah penawaran bisnis yang menarik kepadanya.

Ia meminta Sari untuk menjadi joki sebuah kencan buta untuk menggantikan dirinya.

Pada kencan buta tersebut, Sari harus menggantikannya pergi menemui seseorang bernama Utama.

Tanpa Sari ketahui, identitas Utama sebenarnya adalah pewaris Bowo Foods yang tegas dan terkesan dingin.

Di sisi lain, Utama terpaksa mengikuti kencan buta ini karena Kakeknya (diperankan Slamet Rahardjo) terus mendesak dirinya untuk menikah.

Yasmin pun terus memohon-mohon pada Sari agar menjalankan kencan palsu ini, demi menghindari perjodohan yang direncakan keluarganya.

Dalam situasi yang sulit, Sari akhirnya setuju untuk menjalankan kencan buta ini, sembari menyembunyikan identitasnya sebagai karyawan Bowo Foods.


Tuai Respons Beragam

Setelah merilis teaser film pada Rabu (8/1/2025) lalu, A Business Proposal versi remake ini menuai banyak respons dari penikmat film terutama bagi mereka yang telah mengikuti dari versi Webtoon hingga drama Korea-nya.

Pada platform X, berbagai komentar turut mewarnai munculnya teaser ini. Beberapa di antaranya memuji bagaimana dialog-dialog yang diberikan sudah menarik dan visual yang diberikan terlihat menjanjikan.

Namun, tak sedikit juga yang membandingkan pemeran versi remake Indonesia dengan adaptasi drama koreanya.

Sebelumnya, adaptasi drama yang dimainkan oleh aktor Ahn Hyo Seop memiliki aura seorang CEO yang begitu kuat.

Warganet menyebut bahwa aktor Utama, Abidzar Al-Ghifari amat berbeda dengan Kang Tae-mo yang diperankan oleh Ahn Hyo Seop.

“Kenapa ko Abidzar sih, Kenny Austin kan ada,” tulis seorang warganet.

-nya jauh ama ekspektasi,” tambah yang lain.

Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa menggarap A Business Proposal merupakan tantangan yang menyenangkan.

namun mereka tetap setiap pada cerita asli yang ada di Webtoon. Tetapi tentunya dengan menambahkan sentuhan kreatif yang baru.


Kontroversi Abidzar Al Ghifari Sang Pemeran Utama, Sebut Penggemar Drakor Sebagai ‘Fans Fanatik’

Diketahui, pemilihan Abidzar Al Ghifari ini sempat memicu kritik dari warganet khususnya para penggemar drama Korea.

Apalagi pengakuannya yang menyebut jika dirinya tak menonton versi drama sampai selesai karena ingin menciptakan karakternya sendiri untuk versi Indonesia.

Hal tersebut menuai pro dan kontra karena penggemar drakor menganggap para pemain tak melakukan riset terlebih dulu terhadap karakter yang akan diperankan.

Dalam kesempatan lain, Abidzar mengaku cukup terbebani karena memerankan tokoh utama dalam film A Business Proposal versi remake Indonesia.

“Beban gak sih kalau memerankan sebuah IP/peran yang sebelumnya sudah pernah ada? karena kan orang sudah punya ekspektasi dengan karakter-karakter yang kalian akan mainin?” tanya Coki Pardede.

“Cukup beban, menurut gua. Ditambah juga tahu lah ya, fans fanatiknya seperti apa,” jawab Abidzar, dikutip dari Tribun Solo pada Kamis (30/1/2025).

yang begitu-begitu,” sahut Coki.

“Tapi kita pun menghargai itu, gitu. Dan kita kayak cukup berterima kasih, karena mungkin misalnya kita sesuai dan kita bisa melampaui ekspektasi itu, mereka pun juga bisa akhirnya menghargai kita banget gitu loh,” ujar Abidzar.

“Dan dari awal pun kayak keluarga gua, kakak gua yang emang mereka juga fans Korea, mereka bilang kayak siap-siap ya. Misalnya gak sesuai, mereka bakal bla bla bla gitu loh,” lanjutnya.

Ucapan Abidzar soal fans fanatik tersebut lantas mendapat banyak hujatan.

Abidzar kemudian membagikan postingan di Story Ekslusifnya soal rasisme di Indonesia.


“Pengen ngejelasin tp pasti tetep bakal ga suka,


emg dasar nya udah ga setuju


mau dijelasin kek apaan tau


sepertinya akan tetap begitu

tulis Abidzar yang dibagikan oleh Instagram @dunianeti.


Ancaman Boikot hingga Falcon Pictures Rilis Surat Terbuka

Diketahui, film versi Indonesia ini menghadapi ancaman boikot dari para pencinta serial maupun Webtoon aslinya asal Korea.

Penyampaian maaf rumah produksi Falcon Pictures ini dilakukan jelang film A Business Proposal rilis di bioskop melalui unggahan Instagram resmi mereka, @falconpictures.

“Webtoon ini kami adaptasi karena kecintaan kami terhadap ceritanya, baik dalam versi webtoon dan serial. Oleh karena itu, kami berhati-hati dalam prosesnya,” tertulis dalam surat terbuka Falcon, dikutip dari Kompas.com, Senin (3/2/2025).

Terkait permasalahan tokoh utama, Abidzar Al-Ghifari, Falcon Pictures merasa bahwa itu adalah hak seorang aktor untuk menonton karya sebelumnya atau tidak.

Setiap aktor memiliki metode akting tersendiri yang tak bisa disalahkan.

“Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita,” tulis Falcon.

Terlepas dari itu, Falcon Pictures meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung atas masalah Abidzar Al-Ghifari.

“Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastikan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati,” lanjutnya.

Rencana boikot film tersebut awalnya muncul setelah pernyataan Abidzar Al-Ghifari yang menyinggung penggemar.

Sebelumnya, Abidzar juga telah menuai kritik karena dinilai tak cocok menjadi pemeran utama.

Dalam sebuah siniar yang merupakan rangkaian promosi A Business Proposal versi Indonesia, Abidzar Al-Ghifari mengatakan dirinya tak menonton serial A Business Proposal karena ingin menciptakan karakter sendiri.

Selain itu, putra mendiang Ustaz Jefri Al-Buchori (Uje) ini juga menyindir para penikmat budaya Korea dengan perkataan fanatik.

Itulah tadi ulasan film A Business Proposal Indonesia kapan tayang, cek jadwal bioskop dan sinopsis.


Telegram

Related posts