– Media sosial X diramaikan dengan berbagai cuitan yang menyebut, biaya pembuatan Coretax lebih mahal dari DeepSeek.
Coretax yang adalah sistem perpajakan terpadu berbasis digital yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
yang dikembangkan perusahaan asal China.
Jumat (24/1/2025), pembuatan Coretax menelan anggaran negara sebanyak Rp 1,2 triliun.
Dalam tangkapan layar dokumen yang ia unggah, tampak pembuatan Coretax dilakukan oleh LG CNS-Qualysoft Consortium selaku pemenang tender.
Setelah mengungkap biaya pembuatan Coretax, warganet lain menyebut, dana yang dikeluarkan untuk mengembangkan DeepSeek hanya 6 juta dollar AS atau setara 97,8 miliar.
Menurut warganet, China lebih mampu mengembangkan teknologi secanggih DeepSeek bahkan mampu menjadi pesaing AI buatan OpenAI, ChatGPT dengan biaya seminimal mungkin.
Sedangkan, Coretax dinilai warganet karena kurang optimal, sering bermasalah, dan memiliki celah yang memungkinkan wajib pajak bisa membuat NPWP sendiri padahal biaya pembuatannya begitu besar.
,” tulis akun @bak****, Senin (3/2/2025).
DJP sudah lakukan perbaikan
Terkait cuitan warganet, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan perbaikan di segala aspek untuk mengatasi kendala yang selama ini dialami wajib pajak saat mengakses Coretax.
.
(OTP) oleh wajib pajak.
Rabu (5/2/2025).
,” tambahnya.
Dwi menambahkan, Coretax sendiri adalah langkah besar bagi pembaruan sistem perpajakan Indonesia untuk penguatan basis data serta peningkatan layanan bagi wajib pajak.
Karena alasan itulah DJP berkomitmen untuk terus melakukan upaya yang diperlukan agar pemerintah memiliki sistem informasi perpajakan yang maju akan segera terwujud.
Menelusuri pembuatan Coretax dan DeepSeek
, Minggu (19/1/2025), nilai proyek untuk mengembangkan Coretax memang mencapai Rp 1,228 triliun, termasuk pajak.
Sistem tersebut dikembangkan oleh konsorsium LG CNS-Qualysoft yang terdiri dari perusahaan teknologi asal Australia dan Korea Selatan yang ditetapkan sebagai pemenang tender.
Pengumuman ini disampaikan oleh PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia yang ditetapkan sebagai agen pengadaan.
Penetapan pemenang sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 549/KMK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 atau lima tahun sebelum mulai digunakan pada 2025.
(COTS).
Pengembangan Coretax dilakukan sebagai upaya menjalankan reformasi sistem administrasi perpajakan.
Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Pembaruan Sistem Administrasi Perpajakan.
Minggu (19/1/2025).
Sementara itu, DeepSeek yang dibanding-bandingkan dengan Coretax memakan biaya di bawah 6 juta dollar AS atau sekitar Rp 97,9 miliar.
Rabu (29/1/2025), Perusahaan DeepSeek mengaku, pihaknya mengembangkan AI dalam waktu dua bulan saja menggunakan chip H800 Nvidia.
Meski begitu, pernyataan DeepSeek diragukan oleh analis Bernstein, Stacy Rasgon. Ia tidak yakin jika biaya yang dikeluarkan DeepSeek di bawah 5 juta dollar AS.
“Rasanya berlebihan jika berpikir inovasi yang diterapkan DeepSeek sama sekali tidak diketahui oleh para peneliti AI papan atas di berbagai laboratorium AI dunia,” tambahnya.
Rasgon dan analis lain berpendapat bahwa biaya pelatihan DeepSeek untuk model V3-nya bisa lebih tinggi.
Sebabnya, dana 6 juta dollar AS yang disebutkan oleh DeepSeek hanya mencakup jumlah yang dihabiskan untuk daya komputasi.
Namun, tidak banyak informasi yang diketahui tentang biaya untuk membangun model R1, versi yang diperkenalkan pada Januari 2025.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







