Gedung-gedUNG yang mempunyAI seJARAH di INDonesia MENGgambarkan PERjalanAN PANjang BANGSA INI, DARI era KERAKYATan, Zaman KOlonIALISMe, SAMPAi PERjuangan UNTUK MERdekA.
Indonesia, dengan keberagaman budayanya dan jejak sejarahnya, mengekalkan berbagai warisan arsitektural yang tak hanya mengesankan namun juga sarat akan arti. Beberapa di antaranya menjadi saksi bisu perkembangan peradaban di tanah air ini.
tempat bersejarah
Di Indonesia ini masih teguh sampai sekarang.
Gedung-gedung itu merefleksikan kemajuan budaya, politik, dan pertempuran masyarakat Indonesia melawan kolonialisme serta pembentukan jati diri bangsa.
Banyak situs penting di Indonesia tak cuma mempunyai signifikansi sejarah yang besar, tapi juga jadi komponen warisan kebudayaan yang terpelihara sampai saat ini.
Dimulai dengan candi yang menggambarkan kemegahan
kerajaan kuno
Hingga ke gedung-gedung yang telah menyaksikan peristiwa-peristiwa signifikan dalam masa kemerdekaan, bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia ternyata memiliki banyak cerita seru yang layak dipelajari.
Beberapa struktur historis di Indonesia tetap bertahan sampai saat ini dan masih dipakai. Apa sajakah gedung-gedung bersejarah tersebut yang merupakan elemen krusial dalam perkembangan negara? Mari kita bahas lebih lanjut.
Bangunan Bersejarah di Indonesia
Negara bersejarah seperti Indonesia mempunyai banyak struktur bangunan yang merupakan bukti diam-diam dari perkembangan zaman.
Dimulai sejak zaman Kerajaan Hindu-Buddha,
kolonialisme
, sampai ke merdekaan, setiap struktur menyimpan cerita yang menggoda.
Tempat-tempat bersejarah
Di Indonesia ini tak sekadar menggambarkan arsitektur unik dari zaman dahulu, namun juga mempunyai daya tarik jual yang besar.
Berikut ini merupakan beberapa gedung-gedung bersejarah di Indonesia yang sampai saat ini tetap kokoh berdiri dan turut membentuk sejarah negara.
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur
Merupakan salah satu struktur bersejarah di Indonesia yang telah menjelma sebagai simbol pariwisata budaya dan historis. Candi ini ditempatkan di Magelang, Provinsi Jawa Tengah, dengan konstruksinya dimulai selama era Kerajaan Syailendra kira-kira antara abad kedelapan sampai kesembilan Masehi. Borobudur adalah pura Buddha paling luas di planet bumi serta menunjukkan kemegahan peradaban Kepulauan Nusantara di zaman dahulu.
Candi tersebut mempunyai struktur dengan tiga komponen inti yakni Kamadhatu (alam hasrat manusia), Rupadhatu (alamlah di mana terciptanya wujud atau rupa), dan Arupadhatu (wilayah tak berwujud). Ketiganya melambangkan jalan spiritual dalam filsafat Buddha Mahayana untuk meraih kesempurnaan budi pekerti. Candi ini dilengkapi dengan lebih dari 2.600 relief yang mendeskripsikan rutinitas keseharian penduduk saat itu beserta pengajaran etika Buddhis.
Setelah terkubur di bawah lapisan abu gunung api selama ribuan tahun dan meninggalkan jejak sejarah, Candi Borobudur dipulihkan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Pada masa itu juga dimulai proses pemugaran skala besar yang dilaksanakan pada abad ke-20 dengan dukungan dari UNESCO, menjadikan situs tersebut dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.
Sampai sekarang, Borobudur terus menjadi situs bersejarah di Indonesia yang tak hanya mengundang turis, namun juga jadi tuan rumah untuk peringatan Waisak oleh masyarakat Buddhis dari penjuru dunia.
2. Candi Prambanan
Selain Borobudur,
Candi Prambanan
Merupakan sebuah struktur berhistoris di Indonesia dengan kekayaan budaya yang signifikan. Berada di tepian antara Yogyakarta dan Jawa Tengah, Candi Prambanan merupakan kumpulan tempat suci Hindu paling luas di tanah air ini, dikhususkan bagi Trimurti: Brahma (yang menciptakan), Wisnu (penjaga alam semesta), serta Siwa (si pembuat hancur).
Candi ini didirikan di masa Abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Sanjaya. Struktur Candi Prambanan mencerminkan gaya arsitekturnya yang unik berdasarkan agama Hindu, terlihat jelas pada menaranya yang tingginya 47 meter sebagai pusatnya. Di sekelilingnya ada beberapa candi lebih kecil yang mewakili konsep semesta dalam keyakinan Hindu.
Pemandangan di candi tersebut menceritakan tentang epos Ramayana, yang sampai saat ini masih merupakan elemen penting dalam berbagai pertunjukkan budaya di wilayah Prambanan. Meskipun demikian, dampak negatif akibat guncangan gempa bumi serta erupsi Gunung Merapi pernah menimbulkan beberapa kerusakan; namun, usaha pemulihan secara bertahap telah dilaksanakan selama ini.
Sebagai sejumlah struktur bersejarah di Indonesia, Candi Prambanan menyaksikan kegemilangan peradaban Hindu-Buddha dan kini tetap sebagai destinasi wisata budaya populer.
3. Benteng Marlborough
Benteng Marlborough
Merupakan warisan kolonial Inggris di Bengkulu yang dirancang dan dipbangun antara tahun 1714 hingga 1719 oleh Gubernur Joseph Collett. Fort ini adalah benteng paling besar yang berhasil dibuat Inggris di kawasan Southeast Asia.
Benteng ini dibangun untuk menjadi titik utama pertahanan dan perdagangan bumbu-bumbu dalam wilayah Nusantara. Dari atas, bentuknya mirip dengan seekor kura-kura berkat tembok tebalnya serta parit sekelilingnya yang bertindak sebagai jaring-jaring perlindungan.
Setelah Inggris pergi dari Bengkulu pada tahun 1825, benteng tersebut kemudian dikuasai oleh Belanda lalu disita lagi oleh Jepang saat Perang Dunia II. Pasca kemerdekaan Indonesia, Bentfort Marlborough dipakai oleh TNI hingga akhirnya difungsikan menjadi tempat bersejarah.
Sampai saat ini, benteng ini tetap menjadi destinasi bersejarah penting di Indonesia yang mengundang banyak turis dan para ahli sejarah untuk menyelami jejak-jejak kolonialisme dalam negeri.
4. Benteng Fort Rotterdam
Fort Rotterdam merupakan struktur bersejarah di Indonesia yang ada di kota Makassar.
Sulawesi Selatan
Benteng ini sebelumnya adalah sisa-sisa Kerajaan Gowa-Tallo diabad ke-16, lalu ditaklukkan dan diperbaharui kembali oleh orang Belanda pada tahun 1667 usai perjanjian Bongaya.
Gedung ini berbentuk mirip dengan seekor kura-kura yang perlahan menuju lautan, menggambarkan filsafat Kesultanan Gowa yang menyatakan bahwa mereka tangguh baik di daratan maupun di samudera. Benteng Rotterdam menjadi titik fokus administrasi kolonial Belanda di bagian timur Nusantara.
Pada masa penjajahan Belanda, benteng tersebut juga dipakai sebagai lokasi pengasingan Pangeran Diponegoro pasca penangkapan beliau di tahun 1830. Saat ini, struktur itu difungsikan menjadi sebuah museum yang memamerkan kumpulan benda-benda bersejarah terkait Makassar dan Sulawesi.
Sebagai salah satu situs-situs bersejarah di Indonesia, Fort Rotterdam menyaksikan sendiri perjuangan kerajaan setempat menentang penjajahan.
5. Rumah Bersejarah Tjong A Fie
Mansion Tjong A Fie merupakan sebuah struktur berhistoris di Indonesia yang berada di kota Medan.
Sumatera Utara
Bangunan ini dahulu kala adalah tempat tinggal Tjong A Fie, seorang pedagang terkemuka keturunan Tionghoa yang memiliki pengaruh besar di Medan pada permulaan abad ke-20.
Tjong A Fie terkenal sebagai seorang filantropis yang memiliki peranan penting dalam mengembangkan fasilitas umum di Medan, seperti jalur kereta api serta lokasi untuk kegiatan beribadah. Bangunan rumah tersebut didirikan dengan desain khas yang mencampurkan elemen dari gaya Tionghoa, Melayu, dan Eropa.
Dalam istana ini, tersimpan beragam benda-benda milik pribadi dan dokumen-dokumen historis yang menunjukkan kehidupan Tjong A Fie beserta sumbangannya untuk Medan. Sampai saat ini, bangunan tersebut masih merupakan situs bersejarah di Indonesia yang mencerminkan peranan signifikan masyarakat Tionghoa dalam kemajuan ekonomi dan sosial di nusantara.
6. Gedung Merdeka Bandung
Gedung Merdeka
Adalah salah satu struktur historis utama di Indonesia dengan peran signifikan dalam sejarah hubungan internasional. Terletak di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, bangunan ini dikenal karena menjadi lokasi penyelenggaran Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955, acara tersebut melibatkan delegasi dari 29 negara berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika.
Bangunan tersebut mulanya diresmikan tahun 1895 dengan nama Societeit Concordia, yang bertindak sebagai lokasi perkumpulan masyarakat untuk para pegawai penguasa Kolonial Belanda. Setelah mencapai kemerdekaannya, bangunan itu kemudian dialihfungsikan untuk beberapa tujuan nasional hingga suatu saat nanti menjadi saksi sejarah Konferensi Asia-Afrika.
Konferensi itu menciptakan Dasasila Bandung, yang berperan sebagai fondasi untuk kerjasama antara negara-negara sedang berkembang guna menentang kekuatan imperialis dan kolonialis. Acara ini pun turut memicu kelahiran Gerakan Non-Blok.
Saat ini, Gedung Merdeka telah ditransformasi menjadi Museum Konferensi Asia-Afrika, menampilkan sejumlah dokumen serta barang-barang bersejarah dari acara penting itu. Sebagai lokasi bersejarah di tanah air kita, gedung ini masih bertindak sebagai ikon bagi upaya negara-negara dalam mewujudkan kebebasan dan otonomi mereka sendiri.
7. Rumah Rengasdengklok
Rumah
Rengasdengklok
Merupakan salah satu struktur bersejarah di Indonesia yang memainkan peranan signifikan sebelum pengumuman kemerdekaan. Bangunan tersebut terdapat di Karawang, Jawa Barat, serta jadi saksi bisu dimana Soekarno dan Hatta digelandahkan oleh pemuda-pemudi pada tanggal 16 Agustus 1945.
Penculikan ini dikerjakan oleh sekelompok pemuda, antara lain Sukarni dan Chaerul Saleh, yang merasa cemas Jepang mungkin akan mengganggu kemerdekaan. Tempat itu menjadi saksi di mana mereka menyuarakan agar Soekarno dan Hatta langsung mengumandangkan kemerdekaan tanpa perlu menanti keputusan dari pihak Jepang. Akan tetapi, Soekarno teguh berpendapat bahwa pengumuman tersebut harus dibahas terlebih dahulu dalam pertemuan bersama para tokoh penting lainnya.
Di samping itu, dalam tempat tinggal tersebut berlangsung perbincangan signifikan antara kalangan senior dan generasi muda tentang momen ideal untuk menyatakan kemerdekaan. Sesudah mencapai persetujuan bersama Achmad Soebardjo dengan sejumlah pemudi, pada akhirnya Soekarno dan Hatta dikirim kembali ke Jakarta guna menyiapkan rancangan teks pengisytiharan kemerdekaan.
Sampai saat ini, Rumah Rengasdengklok masih kokoh berada di Indonesia sebagai lokasi bersejarah yang menyaksikan diskusi dan pertempuran demi mencapai kemerdekaan. Bangunan tersebut sudah diperbaharui untuk terus bisa dikunjungi publik yang tertarik menggali ilmu lebih dalam tentang sejarah negara.
8. Rumah Laksamana Maeda
Berbeda dengan Rumah Rengasdengklok,
Rumah Laksamana Maeda
Yang terletak di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta, merupakan lokasi di mana teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disusun. Tempat ini turut menjadi saksi penting dalam proses penyiapan dokumen yang bakal merubuhkan halaman sejarah negeri kita.
Pada malam tanggal 16 Agustus 1945 sampai subuh pada 17 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, serta Achmad Soebardjo bertemu di tempat ini guna menyusun teks proklamasi kemerdekaan. Mereka mendapat dukungan dari sejumlah individu penting lainnya seperti Sayuti Melik, yang menggandakan versi tulisan berdasarkan catatan rapat mereka.
Laksamana Tadashi Maeda, seorang pejabat senior di Angkatan Laut Jepang, mengambil langkah untuk melindungi para tokoh Indonesia sehingga mereka bisa menjalankan tugasnya dengan leluasa tanpa campur tangan dari angkatan bersenjata Jepang yang sedang bertahan pada masa tersebut. Perilaku Maeda mencerminkan adanya kelompok dalam pasukan Jepang yang menyokong kemerdekaan Indonesia.
Pada masa kini, struktur itu sudah diconohkan sebagai Museum Penyusunan Teks Proklamasi, di mana koleksi-koleksi beragam arsip serta tiruan situasi sewaktu penyusunan naskah proklamasi disajikan. Sebagai gedung historis di tanah air kita, lokasi ini merupakan destinasi primadona untuk para peneliti atau siapa saja yang tertarik mempelajari momen-momen penting menjelang kemerdekaan negara.
9. Tugu Proklamasi Jakarta
Monumen Proklamasi merupakan struktur yang dirancang sebagai penghormatan kepada lokasi di mana Soekarno mengumandangkan pidato tersebut.
teks Proklamasi
Pada tanggal 17 Agustus 1945, lokasi tersebut berada di rumah terdahulu Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Tempat itu mempunyai nilai sejarah yang sangat penting untuk rakyat Indonesia.
Pasca kemerdekaan, tempat tinggal Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur hancur dikarenakan proyek konstruksi pada dekade 1960-an oleh pihak berwenang. Tetapi demi memperingati kejadian signifikan yang telah terjadi di area itu, Monumen Proklamasi didirikan pada tanggal 17 Agustus 1972.
Di area monumen ini terletak patung Soekarno dan Hatta yang berada berdampingan, merepresentasikan saat di mana mereka menyampaikan proklamasi kemerdekaan. Di sisi lain, ada pula tembok bertulis dengan isi sebenar naskah proklamasinya. Lokasi ini kerap dipilih sebagai tempat merayakan hari kemerdekaan serta dikunjungi oleh publik guna memperingati kejadian penting dalam histori negara tersebut.
Sebagai sebuah landmark penting di tanah air, Tugu Proklamasi bukan sekadar destinasi pariwisata historis, melainkan juga simbol dari perlawanan rakyat untuk memperoleh kebebasan negara.
10. Istana Merdeka Jakarta
Istana Merdeka
merupakan salah satu struktur bersejarah di Indonesia yang telah lama berfungsi sebagai pusat administrasi negara semenjak kemerdekaannya. Gedung ini pertama kali dirancang oleh pihak kolonial Belanda pada tahun 1873 dengan istilah Istana Gambir dan semula difungsikan sebagai kediaman bagi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Istana Gambir diklaim dan diganti namanya menjadi Istana Merdeka. Di tanggal 27 Desember 1949, tempat ini menyaksikan sebuah peristiwa signifikan yaitu penyerahan kedaulatan oleh pihak Belanda kepada Indonesia, suatu momen yang mengakhiri kekuasaan kolonial dengan cara formal.
Merdeka Palace menjadi ikon kedaulatan dan otoritas Negara Indonesia. Dari masa pemerintahan Soekarno sampai sekarang, istana ini bertindak sebagai residensi resmi bagi Presiden Republik Indonesia juga lokasi pelaksanaan bermacam-macama acara penting nasional.
Sebagai lokasi bersejarah di Indonesia, Istana Merdeka masih tegak dengan gagah di pusat ibukota, menggambarkan kemegahan negara yang sudah merdeka dari cengkaman kolonialisme.
11. Hotel Yamato Surabaya
Hotel Yamato
(saat ini dikenal sebagai Hotel Majapahit) merupakan lokasi di mana terjadi insiden pengrobolan bendera Belanda, yang turut memicu Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945.
Pada tanggal 19 September 1945, segerombolan warga Belanda mengibarkan bendera dengan warna merah-putih-biru di atas gedung hotel, hal ini memancing amarah penduduk Surabaya. Kemudiannya, para pemuda Indonesia melancarkan serangan ke hotel itu, mencopot segmen berwarna biru dari bendera tersebut, serta hanya meninggalkan warna merah-putih sebagai simbol kemerdekaan negara mereka.
Kejadian tersebut menggambarkan tekad masyarakat dalam melindungi kedaulatan negara terhadap kemungkinan kembalinya kolonisator. Peristiwa itu pun menjadi awal bagi konflik skala besar diantara warga Surabaya dengan tentara Sekutu pada tanggal 10 November 1945, peristiwa yang saat ini dirayakan sebagai hari para pahlawan.
Hotel Majapahit saat ini masih aktif sebagai akomodasi mewah, namun tetap menjaga elemen-elemen bernilai sejarahnya. Bangunan istimewa ini merupakan salah satu dari beberapa struktur bersejarah di tanah air yang melambangkan semangat juang kuat serta senantiasa diperingati sebagai ikon perlawanan warga Surabaya terhadap kolonisasi asing.
Gedung-gedung ini bukan sekadar lokasi bersejarah di tanah air kita, melainkan juga ikut menyaksikan petualangan panjang negeri ini mulai dari era kekaisaran sampai kedaulatan negara. Melalui kunjungan ke struktur historis yang ada di Indonesia, anak-anak muda jaman sekarang bisa belajar serta merespecto pertempuran leluhur mereka dalam mencapai kemerdekaan.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







