Puffer fish dikenal sebagai salah satu spesies laut yang paling beracun di planet ini, walaupun sebagian orang menganggapnya sebagai makanan yang enak untuk disantap. Toksin yang ada di dalam tubuh si ikan itu benar-benar mematikan dan jauh lebih berbahaya daripada sianida, oleh karena itu perlu ditangani secara istimewa.
Meskipun memiliki racun, ikan buntal tetap menjadi subjek yang menarik bagi para ahli dikarenakan sistem perlindungannya secara alamiah. Karena itu, di sini adalah beberapa informasi saintifik tentang racun pada ikan buntal untuk menghindari risiko keracunan ke depannya, meski demikian masih mempunyai kemungkinan besar dalam bidang studi kedokteran serta industri obat-obatan.
1. Memiliki zat tetrodotoxin yang sungguh berbahaya
Kandungan utama dari ikan buntal adalah tetrodotoksin (TTX), sebuah zat neurotoksin yang berfungsi dengan mencegah transmisi sinyal syaraf dalam tubuh. Apabila keracunan ini terjadi akibat penelannya, dapat menyebabkan kelumpuhan otot, disfunci pernapasan, dan bisa mencapai tingkatan fatalitas dalam jangka waktu cepat.
Tetrodotoxin sangat lebih berbahaya daripada sianida, dan konsentrasi mematikannya pada manusia dewasa hanyalah sekitar 2 miligram. Sampai saat ini, tidak ada antitot yang terbukti efektif. Oleh karena itu, mencegah dan mengolah ikan buntal dengan tepat menjadi aspek vital yang perlu diutamakan.
2. Racun tersebut berasal dari bakteri, tidak langsung dari ikan itu sendiri.
Salah satu fakta unik tentang ikan puffer adalah bahwa mereka sebenarnya tidak memproduksi sendiri racun tetrodotoxin dengan cara alamiah. Racun ini biasanya dihasilkan oleh bakteri yang hidup bersamaan dengannya.
vibrio
,
pseudomonas
, dan
alteromonas
yang dapat hidup di dalam tubuh ikan buntal, khususnya di area sekitar hati, ovarium, kulit, dan juga usus.
Ikan buntal mendapatkan racunnya melalui jalur pangan, yakni dengan memakan makhluk laut yang memiliki bakteri pembuat tetrodotoksin di dalam tubuhnya. Studi menyatakan bahwa ikan buntal yang dipelihara tanpa keberadaan bakteri ternyata tak punya racun sama sekali, sehingga memberikan kesempatan bagi konsep pemakaianannya sebagai makanan yang aman.
3. Racun dapat bertahan di dalam tubuh selama periode waktu yang panjang.
Tetrodotoksin ternyata begitu tahan lama dan sulit didegradasi, baik melalui pemanasan maupun proses pencernaan ikan buntal. Itulah sebabnya memasak ikan buntal hingga suhu tinggi tetap tak dapat menyingkirkan racun di dalamnya; fakta ini kurang dipahami oleh kebanyakan orang.
Tubuh manusia pada dasarnya tidak memiliki kemampuan alami untuk membuang racun dengan cepat, sehingga dampak dari keracunan dapat berlangsung cukup lama dan menjadi suatu hal yang rumit bagi tubuh untuk ditanganisendiri. Tanda-tanda pertama yang umumnya dialami seseorang adalah perasaan kebas, merasa pusing, bahkan sampai kesulitan bernafas, dimana gejal-gejala ini akan timbul antara 20 menit hingga 3 jam sesudah konsumsi.
4. Dipakai untuk riset di bidang kedokteran dan Farmasi
Meskipun dikenali sebagai zat yang cukup berbahaya, tetrodotoxin sebenarnya menunjukkan potensial besar di bidang kedokteran, terutama ketika dipakai pada studi analgesik. Toxoid ini mampu memblok iradiasi impuls syaraf tanpa menciptakan ketergantungan, menjadikan fitur ini sebagai pilihan bagi substitusi obat pereda nyeri tradisional.
opioid
dalam pengobatan nyeri kronis.
Studi telah mengungkapkan bahwa tetrodotoksina dapat diterapkan dalam perawatan gangguan saraf, seperti Alzheimer dan epilepsy. Dengan proses yang sesuai, zat beracun ini memiliki potensi sebagai obat kuat di beberapa sektor kedokteran, memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Racun pada ikan buntal tidak hanya membawa bahaya kepada manusia, tetapi juga menjadi topik studi biologi yang sangat menarik. Minimal dengan mengerti mekanisme kerja racun ini serta metode pengolahannya, Anda dapat lebih berhati-hati dalam menyantap jenis makanan spesial ini. Tak mengherankan jika para ahli begitu antusias untuk melakukan riset tambahan tentang ikan buntal sehingga mereka dapat mencari kegunaan dari zat-zat berbahayanya itu!




