Cetacea merujuk pada kelompok mamalia yang seluruhnya menghabiskan waktu hidupnya di dalam air. Meskipun termasuk mamalia, spesies ini menunjukkan berbagai karakteristik unik yang lebih serupa dengan ikan, seperti adanya sirip, ekor bertipe dayung, serta jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah mendatangi daratan. Contohnya meliputi lumba-lumba, pesut, dan paus.
Cetacea dapat ditemukan di beragam wilayah, terutama di lautan tropis yang bersuhu hangat seperti halnya di Indonesia. Di sini tidak hanya tersedia satu jenis saja, melainkan cukup banyak spesies cetacea. Beberapa dari mereka memiliki tingkat inteligensi tinggi dan ukuran tubuh besar; sebagian lainnya adalah pemangsa kuat. Ironinya, masih sedikit orang yang menyadari akan eksistensinya. Oleh karena itu, marilah kita menjelajahi beberapa jenis cetacea menarik yang memilih habitat dalam air laut kepulauan Indonesia ini!
1. Lumba-lumba moncong panjang
Dilansir
NOAA Fisheries, Stenella longirostris
Atau lumba-lumba hidung panjang adalah spesies yang kerap terlihat di Lautan Pasifik. Sesuai dengan nama mereka, jenis ini mempunyai hidung panjang, bentuk tubuh silinder, serta penampilan bercak-bercak berwarna abu-abu, perak, dan hitam. Dalam hal dimensi, makhluk ini termasuk besar dengan tinggi mencapai 2,1 meter dan berat sekitar 80 kilogram.
Di lautan, lumba-lumba hidung panjang sering kali dilihat berenang dalam kelompok. Mereka biasa melompat ke atas permukaan air, mencari ikan, serta mengejar kapal atau perahu. Seperti jenis lumba-lumba lainnya, spesies ini pun cukup pintar. Ada catatan bahwa mereka dapat berbicara satu sama lain, bekerja sama, merancang taktik, bahkan mempunyai emosi dan rasa yang mendalam.
2. Paus sperma
Laman
Sealifebase
menjelaskan kalau
Physeter macrocephalus
atau paus sperma termasuk ke dalamkategori
vulnerable
Atau rentan berarti populasi mereka mulai terancam dan hampir punah dalam jangka pendek. Ini disebabkan dulu paus spermwhale banyak diburu manusia serta ancaman dari pencemaran lingkungan dan rusaknya habitat. Tidak hanya itu, paus sperma juga sering kali mencaplok ke tepi pantai, lalu tidak mampu untuk kembali ke lautan dan pada akhirnya meninggal dunia.
Dimensi paus sperma cukup mengesankan dengan panjang mencapai 16 meter serta bobot kira-kira 45 ton. Pada umumnya, laki-laki cenderung lebih besar dibanding perempuan. Tidak seperti jenis paus pada umumnya, spesies ini adalah pemangsa vorace yang mampu menelan ikan kecil, hiu, bahkan molusk besar termasuk cumi-cumi raksasa. Ketika berburu, mereka dapat turun ke dasar lautan hingga kedalaman 2.000 meter untuk melahap apa pun yang berhasil masuk ke mulutnya.
3. Lumba-lumba hidung-botol Pasifik Timur
Laman
Animal Diversity Web
menyebutkan bahwa spesies binatang yang dikenal secara saintifik sebagai
Tursiops aduncus
Ini sering berenang di perairan dangkal. Menurut catatan, ia amat menikmati aktivitas di zona yang kedalamannya antara 0 hingga 300 meter. Karena betah di daerah sebatas permukaan air tersebut, spesies ini tak jarang bermigrasi menuju mulut Sungai, atau pun kadang-kadang ditemukan merapat pada tepian pesisir. Beruntungnya, dalam beberapa kasus binatang itu mampu membalik arah untuk balik lagi ke lautan luas dan selamat tanpa menghembus nafas terakhir di darat.
Lumba-lumba hidung botol Pasifik adalah binatang sosial yang cenderung tinggal bersama dalam kelompok. Tinggal berkelompok memudahkan mereka untuk mencari makanan serta saling melindungi antar anggota grup. Tambahan pula, spesies tersebut menjadi lebih sulit ditemukan oleh pemangsa potensial seperti manusia, hiu, atau orka ketika berkumpul secara berkelompok. Yang terakhir, lumba-lumba jenis ini termasuk ke dalamkategori
near threatened
atau mulai terancam.
4. Paus biru
Dengan ukuran yang bisa mencapai 30 meter serta berat hingga kira-kira 160 ton,
Balaenoptera musculus
Atau paus biru menjadi salah satu makhluk hidup terbesar di Bumi, tentunya.
Animalia.
Oleh karena berskala besar, paus biru pun cenderung lambat. Coba bayangkan, laju renang mereka hanya kira-kira 20 km per jam. Namun untungnya, makhluk ini tidak agresif dan bukan termasuk pemangsa lantaran makanan utama mereka adalah organisme kecil seperti udang, cumi-cumi laut, serta tumbuhan dan hayoplasma mikroskopis yang hidup bebas di air.
Paus biru pada masa kini dapat ditemukan hampir di semua lautan global, terkecuali daerah kutub utara. Umumnya, spesies besar ini cenderung tinggal berkelompok pasangan atau rombongan yang tidak begitu banyak anggotanya. Sama seperti manusia, makhluk raksasa tersebut memiliki kemampuan untuk saling berkomunikasi melalui bunyi atau vocalisasi. Akan tetapi sayangnya, jumlah populasi mereka masih sangat sedikit dan hanya mencapai antara 5,000 hingga 15,000 ekor saja di habitat aslinya. Oleh karena itu, status mereka termasuk dalam jenis yang dilindungi dari kepunahan.
endangered
atau terancam.
5. Orca
Dilansir
iNaturalist, Orcinus orca
Atau orca adalah jenis lumba-lumba pemangsa besar. Sebagai pemangsa, orca dapat memakan apa saja, mulai dari ikan kecil, hiu, seal, otaria, molusk, crustacean, lumba-lumba lainnya, hingga paus ukuran mini. Gigi tajam mereka, rahang yang kuat, serta kemampuan berenang yang handal menjadikannya alat utama untuk bertahan hidup. Selain itu, orca terkenal dengan tingkat intelegensian yang tinggi dan bisa menggunakan beragam strategi ketika sedang berburu.
Orcinus orca dapat dengan mudah diidentifikasi melalui bentuk tubuhnya yang bulat serta pola warna hitam-putih pada sisinya. Mengenai dimensinya, spesies ini bisa berkembang sampai panjang 9,8 meter dan bobotnya dapat menyentuh angka 10 ton. Selanjutnya, Orcinus orca adalah salah satu mamalia laut dari kelompok Cetacea yang kerap kali menghuni daerah perairan dangkal maupun mendekati tepi pantai. Kebanyakan waktu mereka melakukan itu untuk tujuan berburu atau sekadar bersantai.
Bukan hanya ikan dan crustaceans saja, tetapi lautan Indonesia juga menjadi habitat bagi beragam jenis cetacea atau mamalia laut. Mulai dari dolphin hingga raja hiu dapat ditemui di wilayah Nusantara ini. Terdapat makhluk-makhluk dengan tubuh besar, kecerdasan tinggi, serta beberapa memiliki populasi yang terancam penurunan. Dengan kesadaran sebagai warga negara yang bertanggung jawab, penting bagi kita untuk menjaga kelangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, hindari perbuatan memburu secara acak, menangkap, ataupun mengedarkan binatang-binatang tersebut tanpa izin resmi.






