5 Tips Menggunakan Paylater dengan Sehat Mentally, Gen Z yang Suka Berbelanja Kudu Tau!

5 Tips Menggunakan Paylater dengan Sehat Mentally, Gen Z yang Suka Berbelanja Kudu Tau!



– Tren pemanfaatan jasa pembayaran lunas kemudian semakin naik di antara pemuda, khususnya bagi generasi Y dan Z.

Akan tetapi, bila tidak direncanakan dengan baik, pemakaian pay later bisa memberikan efek merugikan terhadap kondisi keuangan serta psikis para penggunanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan beberapa psikolog menekankan kebutuhan untuk menyadari hal-hal tertentu sebelum menggunakan layanan tersebut supaya bisa mencegah diri dari gaya hidup boros yang memiliki potensi risiko.


Fenomena Kekonsumtif-an dan Pengaruhnya terhadap Psikologi

Menurut kutipan dari Kompas.com, komisaris OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa sebagian besar pemuda cenderung menghabiskan uang melebihi pendapatan mereka.

Berdasarkan penelitian bebas, 50% dari Generasi Y dan 60% dari Generasi Z menghadapi masalah tersebut.

Salah satunya disebabkan oleh pemakaian pay later tanpa ada pembatasan.

Psikolog klinis Disya Arinda menggarisbawahi bahwa aspek mental, seperti ketakutan akan kehilangan sesuatu (Fear of Missing Out/FOMO) dan hanya hidup sekali (You Only Live Once/YOLO), bisa memperburuk gaya hidup boros.

Menurut riset dari GlobalWebIndex, 62% orang yang merasakan FOMO memiliki usia antara 16 hingga 34 tahun. Sementara itu, hasil survei dari OCBC melaporkan bahwa 80% remaja dan pemuda menggunakan uang mereka hanya agar bisa menjaga tampilan sesuai dengan gaya hidup teman-temannya.

Apabila tidak diatur dengan tepat, pemakaian pay later bisa menyebabkan tekanan keuangan serta ketakutan karena adanya kewajiban pembayaran yang bertambah terus.

Maka dari itu, perlu adanya strategi untuk memanfaatkan layanan paylater dengan bijaksana dan tidak menyebabkan beban emosional.


Saran untuk Penggunaan Layanan PayLater yang Bijak

Berikut adalah saran untuk menggunakan PayLater dengan bijak demi kesehatan mental Anda seperti yang diambil dari Kontan.co.id pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.


Tetapkan Alasan dan Dorongan yang Tepat

Di masa penggunaan layanan paylater, pertimbangkan dahulu: Apakah hal ini sangat diperlukan? Bisakah saya menanggung biaya angsurannya?

Apabila hasilnya kurang memadai, sebaiknya hindari untuk berbelanja dulu.


Gunakan Layanan Paylater Ketika Keadaan Jiwa Sedang Sehat

Jauhi pengambilan keputusan finansial ketika Anda tengah merasakan tekanan atau emosi yang terganggu.

Pada situasi seperti itu, individu mungkin menjadi lebih mudah terpengaruh oleh dorongan instan dan kemungkinan besar akan membuat pilihan yang kurang tepat.


Atur Batas Pembayaran Lunas Secara Cerdik

Jangan mudah tergoda oleh batas kredit tinggi yang ditawarkan layanan paylater.

Hanya gunakan sebatas yangaman dan sesuai dengan kondisi keuanganmu untuk mencegah jatuh pada hutang berlebih.


Seringkan Mengingat Tanggung Jawab Melunasi Faktur

Walaupun layanan paylater menawarkan kenyamanan saat bertransaksi pembelian barang atau jasa, nasabah harus tetap membayarnya sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.

Tidak bisa membayar (galbay) dapat memiliki efek negatif terhadap nilai kredit Anda, yang membuatnya lebih rumit untuk mendapatkannya pinjaman di kemudian hari.


Naikkan Kewaspadaan Keuangan dan Emosional

Mengenali untung dan rugi dari layanan pay later merupakan tahap pertama dalam mencegah tekanan finansial.

Apabila telah merasa tertekan oleh tanggungan kredit, pikirkanlah untuk membatasi pemakaian atau cari alternatif keuangan yang lebih baik.

Dalam rangka memperkuat pendidikan finansial, sejumlah sistem pembayaran lunas belakang seperti Kredivo mengadopsi konsep peminjaman bertanggung jawab dengan menetapkan batasan kredit yang disesuaikan berdasarkan kapabilitas nasabahnya.

Oleh karena itu, layanan ini dapat dimanfaatkan dengan lebih tepat tanpa mempengaruhi situasi keuangan Anda.

Diakhirnya, layanan PayLater merupakan instrumen finansial yang dapat mendukung Anda atau malah menjadikan Anda terbebani, bergantung pada bagaimana Anda menggunakannya.

Dengan perencanaan yang matang serta pemahaman keuangan yang kuat, anak muda dapat menggunakan fasilitas tersebut tanpa harus merugi dalam hal kesejahteraan psikologisnya.

(*)

Related posts