AKBP Muh Ardila Amry: Sang Calon Jenderal Polri yang Menggantikan Komjen Syafruddin, Muda dan Berprestasi


IKABARI.COM

Tokoh AKBP Muh Ardila Amry yang menjadi calon jenderal di Polri.

AKBP Muh Ardila Amry merupakan pewarisi mimpi almarhum Komisaris Jenderal Syafruddin Kambo dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

Syafruddin Kamb memiliki pengganti di Polri untuk mendirikan aturan hukum serta mengembangkan negara.

Komjen Syafruddin Kambo adalah salah satu putra paling berprestasi dari Makassar.

Dia menjadi Wakapolri dari tahun 2016 hingga 2018 dan kemudian bergabung dengan Menpan RB pada periode 2018 sampai 2019.

Alumni Akpol tahun 1985 tersebut meninggal dunia pada hari Kamis (20/2/2025), yaitu dua minggu yang lalu.

Anak laki-laki dan mertuanya menjadi petugas di kepolisian.

AKBP Muh Ardila Amry adalah menantunya Syafruddin Kambo.

Dia memiliki kesempatan untuk meniru langkah Syafruddin Kambo dengan menjadi perwira polisi tertinggi di Indonesia.

Ardila Amry adalah alumni akademi kepolisian.

AKBP Ardila Amry tercatat sebagai suami dari Kharisma Bibitani yang merupakan putri dari Syafruddin Kambo.

Ardila Amry terkenal sebagai salah satu polisis yang berprestasi.

Alumni Akpol tersebut telah menerima penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama.

Ardila Amry tidak hanya berperan sebagai anggota Polri, tetapi dia juga memiliki gelar doktor.

Saat ini, dia sedang mengikuti program Doktor di Universitas Marseille, Prancis.

Dia sudah menuntaskan studi doktor di program Profesi, Spesialis, Magister, serta Doktor Universitas Indonesia (UI) di tahun 2022.

Ardila Amry bahkan termasuk dalam lima mahasiswa paling berprestasi yang lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Ardila berhasil menyelesaikan program Doktoral di departemen KRIMINOLOGI Fakultas/FISIP Universitas Indonesia dengan predikat Cumlaude dan mendapatkan nilai IPK tertinggi.

Berkat usahanya yang gigih, Ardila diberi kepercayaan menjadi bagian dari staf KBRI untuk Prancis.

Maka dengan begitu, ilmu pengetahuan yang dimilikinya sebagai bagian dari kepolisian Republik Indonesia dan spesialis doktoral dalam bidang kriminologi.

Ardila Amry dikenal sebagai salah satu dari 27 doktor kriminologi yang berasal dari Universitas Indonesia.

Bukan hanya itu saja, dia juga menjadi salah satu dari tujuh doktor ilmu hukum pidana UI yang lulus dengan pujian.

Tidak hanya itu, Ardila juga meraih predikat sebagai polisi termuda dengan gelaran Doktor di lingkungan Institusi Kepolisian Ri.

Dia mendapat gelar doktor pada usia 37 tahun.

Judul tesis yang diajukan oleh Ardila adalah Kajian tentang Pemermalasan Reintegratif dalam Mengatasi Penggunaan Ulang Narkoba di Indonesia.

Ardila menyatakan bahwa dalam data mengenai penggunaan obat terlarang yang berstatus kekambuhan atau relapse di Indonesia, angka tersebut mencapai 70 persen.

Keadaan tersebut menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk munculnya mekanisme rehabilitasi sosial bagi pengguna narkoba yang kembali terjerumus di Indonesia tanpa adanya stigma atau malu.

Dalam proses penelitiannya, dia menggunakan teknik studi dokumen, metode Delphi melalui wawancara, diskusi kelompok fokus atau FGD, serta melakukan survei dan wawancara mendalam.

Bukan hanya itu saja, dia juga merancang kerangka teoris dengan memperkenalkan variabel yang sesuai dengan batas-batas data penelitian yang tersedia.

Tetapi tidak banyak data yang tersedia mengenai Ardila Amry.

Ardila merupakan orang yang cenderung tertutup dan tidak sering membeberkan aspek personalnya kepada khalayak umum.

Di luar kariernya di kepolisian, Ardila Amry juga menjadi mitra bisnis Raffi Ahmad di Paris.

Ardila Amry turut hadir dalam peresmian usaha milik Raffi Ahmad yang bernama Paris Le Nusa.

Beberapa menu yang ditampilkan juga merupakan masakan khas dari tanah air kita.

Raffi dan Ardila Amry berpendapat bahwa makanan dan budaya Indonesia perlu dikenal secara global.

Riwayat Jabatan Komjen Pol Syafruddin Kambojo

Sepanjang karirnya di kepolisian, Komjen Pol Syafruddin Kambo dikenal pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya serta Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Timur.

Dia pernah menjadi asisten khusus untuk Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Tahun 2009, Syafrudin dilantik sebagai Wakil Kepala Polisi di Sumatera Utara.

Selanjutnya, pada tahun 2010 dia diangkat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.

Karirnya Syafruddin Kambo semakin terang bercahaya setelah dia mengemban posisi sebagai kepala Divpropam Polri di tahun 2012.

Pada tahun 2015, dia menempati jabatan sebagai Kalemedik Polri.

Selanjutnya, pada tahun 2016 dia ditunjuk sebagai Wakapolri.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan di kepolisian, Syafruddin tetap sibuk dengan tugasnya mendukung negerinya.

Tahun 2018, ia menduduki posisi sebagai Menteri PANRB dan tetap menempati jabatan tersebut sampai tahun 2019.

Biodata

Nama : Syafruddin Kambo

Tempat dan Tanggal Lahir: Makassar, Sulawesi Selatan, 12 April 1961

Agama : Islam

Profesi : Purnawirawan Polri

Istri : Mulyani Soedjono

Anak : 4

Lulusan Akpol : 1985

Related posts