Betrun Beirut Hujan bom dari Israel, Indikasi-Israel Siap Meluncurkan Serangan Besar Terhadap Lebanon
Angkatan Bersenjata Israel (IDF) diberitakan melancarkan serangan udara di area sekitar selatan Beirut, Lebanon pada hari Jumat tanggal 28 Maret 2025.
RNTV
Melaporkkan bahwa serangan udara Israel ini adalah bagian dari tindakan rutin yang dilakukan oleh IDF sebelum adanya ancaman serangan besar scale.
Kepala Staf IDF Ingin Bertarung Lagi di Gaza, Kementerian Pertahanan Israel: Jumlah Pramuka Luka Capai 78 Ribu
Tindakan tersebut mengikuti ancaman terbaru dari pihak Israel, khususnya Menteri Pertahanan Pencupokan Israel, Israel Katz, yang menegaskan bahwa tak akan ada kedamaian di Beirut kecuali ada kedamaian juga di daerah Galilee.
Di samping itu, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, sebelumnya sudah meminta warga kawasan Hadath di Beirut Selatan agar meninggalkan bangunan-bangunan yang berada di sekitar fasilitas Hizbullah.
Dia mengingatkan bahwa tempat-tempat tersebut bisa jadi target serangan dari IDF dalam waktu dekat.
Kekerasan antara Israel dan Hizbullah Lebanon semakin meningkat sementara konflik di Gaza terus berlangsung, ditandai dengan serangan udara dan penempatan ulang tentara Israel ke daerah Palestina yang dikuasainya itu.
“Serangan udara itu mengindikasikan kenaikan tensi secara dramatis antara Israel dengan Lebanon, pasalnya langkah-langkah serta ancaman militer semakin memburuk di area perbatasan,” jelas laporannya.
RNTV
.
Cikal Bakal Konflik Gaza Berulang: Serangan Israel, Ketidakpuasan Hamas, dan Partisipasi Houthi
Hizbullah Tolak Klaim Melakukan Penyerangan Roket ke Pemukiman Israel
Sebaliknya, gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon menyangkal tanggung jawab terkait dengan serangan roket ke permukiman Israel di Kiryat Shmona di wilayah utara Palestina yang diduduki pada hari Jumat tersebut.
Pada suatu pengumuman, mereka menyampaikan bahwa “kejadian itu merupakan sebagian dari dalih-dalih yang diciptakan untuk menghalalkan serangan berulang-ulang terhadap Lebanon.”
Hizbullah menyatakan kesetiaannya terhadap pemeliharaan perjanjian damai.
Pernyataan Hizbullah sebagai respons terhadap laporan militer Israel tentang penembakan dua rudal dari Lebanon—satu rudal berhasil ditangkap oleh sistem pertahanan Israel, sedangkan satu lagi jatuh di wilayah Lebanon.
Hizbollah Members Pembersihan Stok Roket Menuju Israel, Mulai dari Galilea, Kiryat Shmona, Hingga Haifa Terjadi Peledakan
Tidak terdapat laporan tentang korban jiwa maupun kerusakkan, serta sampai saat ini belum ada pihak yang menyatakan diri bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Sebagai gantinya, Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah kota di bagian selatan Lebanon.
Menteri Pemukiman Israel mengingatkan pemerintahan Lebanon, sambil menyatakan, “Beirut tidak akan merasakan kedamaian selagi Galilea belum mendapat ketentraman.”
(oln/rntv/*)







