Bisakah Melewatkan Zakat Fitrah Jika Tidak Memiliki Uang?

Bisakah Melewatkan Zakat Fitrah Jika Tidak Memiliki Uang?

Bisakah seseorang menghindari pembayaran Zakat Fitrah jika mereka tidak memiliki uang? Apa prosedurnya untuk orang yang kurang mampu dalam membayar Zakat Fitrah, serta berapa lama waktu yang diberikan untuk melaksanakannya?

Zakat fitrah
Atau Zakat Jiwa adalah kewajiban untuk setiap Muslim yang berdaya, tanpa memandang jenis kelamin, apakah mereka masih anak-anak atau sudah dewasa.

Pembayaran ini harus diselesaikan dari awal bulan Ramadhan sampai menjelang fajar pada tanggal 1 Syawal, yaitu sebelum ritual Idul Fitri berlangsung.
shalat Idul Fitri
Durasi yang lama itu seharusnya memungkinkan seseorang atau ketua keluarga menabung untuk membayarkan zakat fitrah bagi anak dan istri mereka. Tetapi, apa jadinya bila ada orang yang sungguh-sungguh tidak memiliki kemampuan keuangannya?

Bisakah Orang Yang Kurang Mampu Memilih Untuk Tidak Melakukan Pembayaran Zakat Fitrah?

Pihak yang tidak diwajibkan untuk membayar Zakat Fitrah meliputi individu seperti fakir miskin yang tak mempunyai aset atau pendapatan layak, mereka yang berhutang dengan jumlah besar sehingga kekayaannya kurang untuk menopang kehidupan sehari-hari, pelancong yang telah menghabiskan semua persediaannya selama perjalanannya, dan juga penderita penyakit serius yang membuat mereka tidak dapat melakukan pekerjaan.

Islam menawarkan fleksibilitas untuk menghindari beban kewajiban melebihi kapabilitas seseorang. Ini sejalan dengan prinsip syariah yang menjelaskan jika zakat fitrah baru menjadi tanggung jawab bagi individu yang mempunyai lebih dari cukup setelah semua keperluan pokoknya dipenuhi.

Berdasarkan penjelasan dalam kitab Fath al-Wahhab bi Syarh al-Manhaj at-Thullab, seseorang tidak diwajibkan membayar zakat fitrah jika hartanya hanya cukup untuk makan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya, termasuk melunasi hutang yang ada.

Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak mampu, tidak membayar zakat fitrah bukanlah suatu dosa, melainkan sebuah keringanan dari Allah SWT.

Akan tetapi, apabila suatu saat nanti ada orang yang telah memperoleh kelayakan finansial yang lebih baik, disarankan bagi mereka untuk tetap berupaya membayar zakat sebagai wujud peduli kepada sesama.

Tata C

Bagaimana Cara Melunasi Zakat Fitrah Jika Tak Memiliki Uang Sampai Malam Idul Fitri

Jika seseorang tidak mampu membayar
zakat fitrah
karena keterbatasan ekonomi, terdapat tips yang disampaikan oleh Ustadz Abdus Somad (UAS).

Jika seseorang atau ketua keluarga tidak sanggup membayar zakat fitrah bagi dirinya sendiri dan anak-anaknya, mereka bisa mengikuti pembagian zakat fitrah di daerah setempat dengan menyertakan namanya dalam penerimaan. Penyerahan zakat fitrah saat ini biasanya dilaksanakan pada hari terakhir Ramadan bukannya di pagi hari menjelang Sholat Ied seperti dulu.

Setelah menerima zakat fitrah itu, orang tersebut bisa menggunakannya untuk membayar zakat jiwa demi seluruh anggota keluarganya. Zakat fitrah boleh dikeluarkan sampai menjelang salat Ied dan hal ini akan mempermudah para keluarga tidak mampu dalam melaksanakan kewajiban mereka.

Islam menawarkan kemudahan kepada para jamaahnya. Hanya mereka yang mempunyai lebih dari cukup makanan utama untuk diri sendiri dan famili selama malam dan hari raya Idul Fitri saja yang wajib membayar zakat fitrah.

Apabila seseorang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan, maka mereka tidak perlu mengeluarkan Zakat Fitrah. Justru, orang tersebut berhak mendapatkan Zakat sebagaimana termasuk dalam kategori fakir atau miskin yang layak menerima pertolongannya.

Bagi mereka yang mengalami kesulitan sementara dan berharap dapat membayar zakat fitrah di kemudian hari, dapat berupaya mencari bantuan dari keluarga atau kerabat yang mampu.

Jika setelah hari raya mereka mendapatkan rezeki yang cukup, tetapi saat waktu wajib membayar zakat fitrah telah berlalu, maka mereka tidak diwajibkan untuk mengqadhanya.

Ini sejalan dengan pendapat para ulama yang mengatakan bahwa kewajiban zakat fitrah hanya diberlakukan kepada orang-orang yang mempunyai cukup di saat-saat tertentu.

Lebih dari itu, orang-orang yang memiliki kemampuan sebaiknya menjadi lebih perhatian kepada mereka yang kurang beruntung. Zakat tidak hanya sebagai kewajiban pribadi, melainkan juga merupakan wujud tanggung jawab sosial.

Orang-orang yang berkecukupan secara finansial disarankan untuk menyumbangkan zakatnya dengan tepat melalui institusi terpercaya seperti BAZNAS atau organisasi amal serupa sehingga manfaat tersebut bisa sampai kepada kelompok kurang mampu. Melakukan hal ini akan membuat zakat jadi alat bagi distribusi pendapatan lebih adil serta mendukung penghapusan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan.

Akhirnya, untuk mereka yang tidak dapat membiayai ini
zakat fitrah
, agama Islam menawarkan kemudahan dengan tidak mensyaratkan hal ini. Sebaliknya, mereka bisa menjadi penerima zakat guna memenuhi keperluan hidupnya.

Untuk orang-orang yang berkecukupan, menyalurkan zakat dengan tepat amatlah vital supaya dana tersebut bisa diatur dengan baik dan mencapai tangan-tangan yang sungguh-sungguh mengharapkannya. Melalui pemahaman bersama seperti ini, zakat memiliki potensi untuk jadi jawaban efisien dalam merancangi kemakmuran seluruh komunitas.

Related posts