Demo Mahasiswa ke DPR Tentang RUU TNI: Bertemu dengan Menhum, Lalu Membubarkan Dirinya

Demo Mahasiswa ke DPR Tentang RUU TNI: Bertemu dengan Menhum, Lalu Membubarkan Dirinya

Rencana RUU TNI akan sebentar lagi diajukan dalam sidang pleno untuk diputuskan sebagai undang-undang. Sebelum sidang pleno yang direncanakan berlangsung pada hari Kamis (20/3), beberapa mahasiswa dari kampus Universitas Trisakti menggelar protes di area depan gerbang Pancasila DPR.

Mereka menginginkan pencabutan Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia. “Lawan RUU TNI,” teriak sejumlah mahasiswa yang hadir pada hari Rabu (19/3), seperti dilaporkan dari tempat kejadian.

Mereka juga mengibarkan berbagai macam bendera, spanduk, serta poster.

Tak hanya itu, sejumlah massa aksi juga memberhentikan mobil yang kebetulan dihentikan adalah mobil menteri Hukum Supratman Andi Agtas.

Mereka meminta Supratman untuk pergi. Setelah itu, Supratman turun dari kendaraannya dan bertemu dengan massa yang melakukan protes.

Setelah itu, Supratman mengobrol selama kurang lebih 15 menit dengan para mahasiswa tersebut.

“Segala permintaan yang berkaitan dengan diskusi Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia telah saya dengarkan. Oleh karena itu, berikanlah saya peluang sebagai Menteri Hukum untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah, ketuanya DPR, serta anggota Komisi I,” jelas Supratman.

Supratman di minta untuk membacakan pernyataan yang telah disusun oleh para mahasiswa penggiat aksi tersebut. Pernyatan itu berisi kekhawatiran bahwa Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia ini dapat mengurangi kedaulatan sipil serta merujuk kembali pada fungsi ganda angkatan militer.

“Sebagai elemen penting dari proses reformasi, para mahasiswa secara jelas mengemukakan beberapa tuntutannya yang meliputi penolakan terhadap semua usulan revisi UU Tentara Nasional Indonesia (TNI), pencopotan serta penghentian Prajurit TNI di posisi sipil, pelaksanaan supremasi sipil, dan penolakan atas beragam bentuk militerisasi dalam struktur pemerintah sipil,” ungkap Supratman sambil mempublikasikan pernyataan tersebut untuk para mahasiswa.

Di sisi lain, para wakil mahasiswa menentang usaha untuk mengadakan pertemuan. Mereka meminta agar penyusunan Rancangan Undang-Undang Tentang TNI dicabut.

“Perwakilan dari mahasiswa Trisakti menyampaikan tanda bahwa mereka selalu ingat akan proses terjadinya nilai-nilai serta amanat reformasi. Mereka menekankan bahwa salah satu tujuan utama reformasi adalah mengendalikan dualisme fungsi ABRI,” ungkap seorang perwakilan pelajar.

Setelah bertemu dengan Supratman, para mahasiswa mulai meninggalkan tempat tersebut secara perlahan.

Related posts