Di Belakang Kebisingan All England, Gregoria Mariska dan Tragedi Horrornya di Inggris

Di Belakang Kebisingan All England, Gregoria Mariska dan Tragedi Horrornya di Inggris


Putri tunggal asal Kanada, Michelle Li, rupanya memiliki pengalaman tidak menggembirakan di All England Open 2025.

Michelle Li dikenal sebagai salah satu pemain bulutangkis yang berpartisipasi dalam turnamen All England Open tahun 2025.

Perjalanan Li berhenti di paruh pertama usai dikalahkan oleh perwakilan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjungs.

Akan tetapi, selain harus pulang lebih cepat karena tersingkir lebih dini, Michelle Li tampaknya juga menemui beberapa insiden tidak menyenangkan ketika sedang berpartisipasi dalam turnamen itu.

Melalui saluran media sosialnya, Li menyatakan bahwa dia menghadapi sebuah insiden di sekitar area hotel yang berada tidak jauh dari tempat pertandingan sesaat setelah kekalahan dalam ajang All England tersebut.

Dia menjadi korbannya pemukulan oleh seseorang yang tidak dikenali.

“Saat itu, pada hari yang sama ketika saya mengalami kekalahan dalam perlombaan di Inggris, seorang pengamen atau tunawisma merasa bahwa tulang rusuk saya cocok sebagai sasaran untuk dilempar batu saat saya sedang jalan-jalan di luar sebuah hotel yang terletak tak jauh dari arena pertandingan,” tutur Li.

Li menyatakan dirinya terkejut atas kejadian tersebut.

Beruntunglah, ada seseorang yang menyaksikan kejadian tersebut jadi tak ada lagi serangan berikutnya yang dialaminya.

Saya tidak pernah membayangkan bahwa serangan sewenang-wenang bisa menimpaku, namun hal tersebut terjadi dan sungguh membuatku goyah.

“Saya merasa sangat beruntung adanya saksi mata yang menyatakan bahwa korban hanya mengalami satu serangan saja, untungnya pelaku tidak membawa pisau ataupun senjata Tajam lainnya,” tambahnya.

Kejadian itu menyebabkan Li mengalami traumatisasi, namun dia masih memilih untuk terus berpartisipasi dalam turnamen dan tampil di Swiss Open 2025.

Incident semacam itu sungguh merubah perspektif Anda tentang berbagai hal.

Sebentar trauma dan berbaring di ranjang sambil merasakan nyeri pada tulang rusuk selama beberapa hari, tanpa latihan saya kurang percaya diri tentang cara melanjutkan perjalanan ini.

“Syukuri karena mendapat dukungan dari orang-orang baik yang ada di tempat maupun jarak jauh, akhirnya saya mampu sampai ke Swiss dan menjalani latihan saat tiba di sana,” demikian ia tulis beberapa hari yang lalu.

Di Turnamen Swiss Open 2025, Li sukses bergerak maju sampai ke tahap semifinal.

Related posts