Dia Lewati Foden: Manchester City dan Pep Akan Menyesal Jual Pemain Sayap Terbaik Eropa



– Manchester City kini menghadapi salah satu musim tersulitnya sejak awal kepelatihan Pep Guardiola di tim ini, yakni saat musim 2016/17.

Inilah penutup untuk masa istimewa di klub ini, yang berhasil meraih enam trofi Liga Premier serta Liga Champions di tahun 2023.

Sebagian besar pemain inti bermain di bawah standar sepanjang musim ini. Kevin De Bruyne baru mengemas empat gol dalam 30 pertandingan untuk Manchester City.

Meskipun Jack Grealish bermain kurang memuaskan di depan gawang, ia hanya mampu menyumbangkan dua gol sepanjang musim tersebut.

Akan tetapi, penampilan terlemah jatuh pada Phil Foden, sebab pemain asal Inggris tersebut menghadapi kesulitan dalam mencapai permainan cemerlangnya di musim ini.


Sekarang Dia Harganya Melebihi 1,1 Triliun Rupiah dari Marmoush, Manchester City Meratapi Keputusan Jual Pemain Hebat Ini


Pep Inginkan Manchester City Mendatangkan Pemain Terbukti Namun Diabaikan serta Pernah Mengalami Kesulitan di Chelsea


* Performa musim yang kurang baik dari Phil Foden berdasarkan statistik untuk Man City

Pencapaian sebanyak sepuluh gol dan enam assist dalam 38 pertandingan mungkin tampak sebagai prestasi luar biasa, namun belum mencapai jumlah total 40 kontribusi gol yang dia raih di tim City pada musim sebelumnya.

Kita dapat tanpa ragu menyebutnya sebagai pemain terbaik negerinya musim lalu.

Namun, sejak tampil dalam Piala Eropa yang membuat namanya dikenal banyak orang, situasi malah memburuk untuk sang bintang muda dari akademi Manchester City ini.

Tentu saja, jika kita membandingkannya dengan para pesepak bola yang berada di lima liga teratas Eropa dalam rentang waktu 365 hari sebelumnya.

Foden berada di posisi 81% terendah untuk keberhasilan take-on dengan rata-rata 0,97 serta peringkat 76% terendah dalam hal progressive carry sebesar 2,55 dan assist sebesar 0,12 per 90 menit, menggambarkan bahwa dia belum memberikan pengaruh signifikan di zona penting tersebut.

Pengurangan waktu bermainnya dibandingkan musim sebelumnya, bersamaan dengan munculnya pemain baru dalam tim City, adalah salah satu faktor yang membuat mereka mengalami kesulitan selama musim 2024/25.

Guardiola justru melepas seorang pemain di musim panas tahun 2023 dan orang tersebut saat ini malah unggul atas Foden dalam musim ini. Bisa jadi Pep nantinya akan meratapi keputusannya untuk melepaskannya….


* Bintang Manchester City melebihi Foden usai hengkang dari Etihad

Berbalut seragam berwarna biru langit, Riyad Mahrez adalah salah satu atlet tersohor dalam liga utama Inggris, sementara ahli olahraga sepak bola dari Eropa bernama Zach Lowy mengklaim bahwa dia termasuk salah satu gelandang sayap terunggul di Benua Biru.

Setelah meraih gelar Liga Primer, sang pemain asal Algeria itu menikmati lima musim yang sangat produktif di Manchester City.

Dalam 236 pertandingan untuk klub Etihad, dia berhasil mencetak 78 gol serta mengumpulkan 56assist. Artinya, dia memberikan kontribusi satu gol tiap 1,76 pertandingan, prestasi memukau bagi pemain yang mayoritas tampil di sayap kanan tersebut.

Namun, waktu tersebut berakhir dua tahun kemudian saat Guardiola melepas pemain berumur 34 tahun itu senilai £30 juta dan beralih ke klub Al-Ahli yang berbasis di Timur Tengah.

12 gol dan 14 assist dicetak pada tahun pertamanya, tetapi penampilan Musim ini menampilkan kinerja terbaik Mahrez.

Tentu saja, 26 gol yang dia cetak musim ini melebihi Foden sebesar 10 gol, menunjukkan bahwa si anjing tua tersebut masih memiliki semangat yang membara.

Mantan teman satu timnya di Leicester City, Kasper Schmeichel, menyebut pemain Afrika tersebut sebagai “luar biasa” pada tahun lalu dan dia sudah unggul dari Foden dalam beberapa aspek performa musim ini.

Pada tingkat domestik, mantan pemain City tersebut sudah menghasilkan lebih banyak kesempatan emas (14 banding 7) dibandingkan dengan Foden.

Sambil juga mencatatkan jumlah umpan kunci rata-rata lebih tinggi (3 versus 1,7), keberhasilan dalam melakukan dribbel (1 versus 0,5), serta total duel yang berhasil dimenangi (3,3 banding 2,5) setiap pertandingannya di liga pada musim ini untuk masing-masing tim.

Walaupun mendapatkan dana £30 juta untuk seorang pemain yang hampir memasuki penghujung kariernya adalah kesempatan yang tidak bisa dilewatkan, apakah mungkin Guardiola telah bertindak terburu-buru?

Selain Foden meraih lagi kemampuannya musim depan, apakah dia telah menyentuh puncak karir sepak bolanya? Terlebih dengan peran pentingnya di tim semenjak membuat debut pada usianya yang masih 17 tahun pada tahun 2017 lalu.

Mahrez menyukai kehidupan di Asia, hal ini tidak diragukan lagi.


()

Related posts